Tuesday, May 13, 2008

Tak Bisa Hentikan Kebiasaan Buruk?Salahkan Gen Anda!

Tidak dapat berhenti merokok? Minum terlalu banyak? Salahkan gen Anda!

Ilmuwan dari Penelitian Kanker Inggris belum lama menyatakan ini bahwa gen dapat mempengaruhi kebiasaan manusia dan dapat disalahkan --sebagian-- untuk gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat.

"Penelitian menemukan ada basis gen yang memastikan jenis dan sifat manusia yang mungkin sangat penting dan berpengaruh pada kebiasaan orang itu seperti merokok atau suatu kebiasaan yang tidak mampu mereka ubah," kata Dr. Marcus Munafo dari Penelitian Kanker Inggris di Oxford University.

Namun hal ini tak berarti kita mengasihi gen kita sendiri, tambah Munafo, karena ikatan keluarga, kerabat dan teman juga ikut andil dalam hal ini.

Dalam analisa ulang dari data yang diambil dari sekitar 46 studi yang melibatkan 20 ribu orang untuk menguji hubungan keturunan dan tingkah laku, Munafo dan relasinya menemukan jika genetic mempengaruhi kecanduan pada individu.

Neurotransmitters (pesan yang dibawa oleh sel-sel) serotonin dan dopamine memegang peranan penting karena disini para peneliti menekankan pada gen yang mengontrol zat-zat kimia yang memberi signal ke otak.

Sebuah hubungan yang mengidentifikasi hubungan antara gen serotonin transporter manusia dengan kecemasan kepribadian manusia yang dapat mempengaruhi kelemahan manusia terhadap penganiayaan.

Para peneliti juga mengamati hubungan yang lemah antara variasi dopamine D4 receptor dengan individu dengan kepribadian ekstrovert. Ternyata serotonin berhubungan dengan tingkah laku kecanduan.

“Kita sedang mencari individu dengan kepribadian yang tepat karena kita mengetahui bahwa neuroticism, misalnya berhubungan dengan atau tak berhubungan bahwa individu tersebut adalah seorang perokok…” ujar Munafo, seorang pakar psikologis.Munafo menambahkan jika mereka berupaya untuk memberi jalan antara gen dan tingkah laku yang tak sehat, meskipun kepribadian masih memegang peran utama.

”Kita tahu bagaimana individu yang ekstrovertt memiliki sebuah pengaruh untuk mencari kesalahan, sementara terdapat sebuah kecenderungan pada tingkah laku neurotic yangf berhubungan dengan intensitas kebiasaan serta perilaku saat belia yang membuat individu ini menjadi pecandu.

Munafo menuliskan penemuannya dalam sebuah jurnal Molecular Psychiatry yang dapat membantu para ilmuwan untuk mengatasi para pecandu alkohol dan narkoba atau tembakau.

No comments: