Wednesday, September 24, 2014

Ingin Payudara Tetap Indah dan Sehat? Jangan Anggap Remeh 5 Hal Ini

1. Rajin lakukan SADARI


Diagnosis dan pengobatan yang dini diketahui dapat membantu Anda mengatasi penyakit, terutama kanker. Oleh sebab itu, jangan anggap remeh pentingnya Periksa Payudara Sendiri atau SADARI.

"Kesadaran wanita untuk memeriksa payudaranya sendiri sangatlah penting. Jika setelah melakukan periksa payudara sendiri, kalau merasa ada keanehan konsultasikan lebih lanjut lagi. Karena kalau lebih awal terdeteksi maka biayanya juga akan semakin murah," kata dr Walta Gautama, Sp.B (K) Onk, Kepala Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial Rumah Sakit Kanker Dharmais, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Berikut ini adalah tahapan gerakan SADARI yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah:

1. Berdirilah tegak di hadapan cermin. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, atau perubahan pada puting.

2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara Anda, tarik siku ke belakang lalu cermati kembali bentuk dan ukuran payudara.

3. Dengan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara dan cermati seluruh bagian payudara kiri hingga pada bagian ketiak. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan. Lakukan pola gerakan atas-bawah, gerakang melingkar, dan gerakan lurus dari tepi payudara ke puting lalu sebaliknya.

4. Cubit kedua puting dan cermati jika ada cairan yang keluar dari puting. Jika ada cairan yang keluar maka konsultasikanlah kepada dokter.

5. Pada posisi tidur, taruh bantal di bawah pundak. Angkat lengan kanan ke atas, lalu cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Ulangi langkah ini pada sisi yang berlawanan untuk mencermati payudara sebelah kiri.

Gerakan SADARI dianjurkan dilakukan selama 7-10 hari, setelah hari pertama menstruasi. Karena pada masa tersebut kepadatan payudara berkurang. Kegiatan ini juga dianjurkan dilakukan paling tidak sekali dalam 3 bulan.

2. Sempatkan pijat payudara


Payudara Anda pada dasarnya terdiri atas jaringan lemak, kelenjar getah bening, saluran air susu dan saraf. Tidak seperti jaringan otot, jaringan lemak lebih rentan terhadap sumbatan akibat penumpukan racun dan hormon. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk memijat lembut payudara secara rutin sirkulasi darah dan drainase kelenjar getah bening tetap lancar. Tak perlu terlalu teknis, Anda bisa melakukannya sambil menerapkan SADARI.

3. Setop merokok dan minum minuman beralkohol


Rokok memiliki efek yang buruk dan dapat meningkatkan risiko sejumlah kanker, termasuk kanker payudara. Berhenti dari kebiasaan merokok menjadi hal mutlak jika Anda ingin terhindar dari risiko kanker payudara.

Begitu juga dengan minuman beralkohol. Studi menemukan bahwa wanita yang terbiasa minum minimal dua gelas minuman alkohol setiap hari 50 persen lebih mungkin mengembangkan kanker payudara daripada wanita yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.

4. Jangan perbesar payudara sembarangan


Payudara yang besar memang menjadi impian bagi sebagian wanita. Tak heran berbagai prosedur rela dilakukan untuk mendapatkannya, tanpa memikirkan lebih lanjut apa saja risiko yang mungkin terjadi.

"Operasi plastik pemasangan implan tidak akan menjadi faktor pemicu yang menyebabkan berubahnya sifat sel. Lain halnya dengan pekerjaan-pekerjaan aspal acak adul suntik-suntik di salon atau di tukang suntik keliling yang menjajakan iming-iming suntik," ujar dr Ahmad Fawzy, SpBP, staf pengajar khusus Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dalam perbincangan dengan detikHealth.

Dituturkan dr Ahmad, setiap injeksi bahan kimia yang tidak secara klinis medis aman dan tidak dilakukan oleh dokter spesialis bersesuaian, akan berisiko merusak sel-sel di jaringan payudara. "Imbas akhirnya bisa berpotensi menjadi kanker," imbuhnya.

5. Pilih ukuran bra yang tepat


Risiko yang paling bahaya jika memakai bra yang terlalu sempit adalah dapat menyebabkan kanker payudara. Bra yang terlalu sempit dapat membatasi aliran getah bening pada payudara, di mana hal ini bisa menjadi racun di payudara sehingga dapat meningkatkan risiko kanker.

Namun demikian, teori yang menyebutkan bahwa pemakaian bra saat tidur juga bisa menyebabkan kanker payudara masih menjadi topik perdebatan. Beberapa studi memberikan hasil yang berbeda terkait hal ini, namun salah satunya menyebutkan bahwa pemakaian bra ketat saat tidur bisa memicu kanker payudara.

Tuesday, September 16, 2014

Tak Tunda Kehamilan Tapi Suami Selalu Pakai Kondom? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Pemakaian kondom selama ini berkaitan untuk menunda kehamilan atau mencegah penyakit menular seksual (PMS). Tapi jangan salah, meski tak bermasalah dengan PMS atau sedang tidak menunda momongan, bisa jadi pria tetap menggunakan kondom saat bercinta.

Dikatakan seksolog dr Andri Wanananda MS, bahkan ketika tengah merencanakan kehamilan, suami bisa saja selalu menggunakan kondom dengan ujung kondom digunting agar terbuka sehingga sperma bisa masuk ke vagina.

"Itu kemungkinan untuk mengurangi rangsangan pada batang penisnya yang peka. Atau bisa juga karena dampak psikologis akibat trauma pada alat vitalnya yang dialaminya ketika masa kecil atau masa lalu," kata dr Andri .

"Hingga dia merasa aman bila penisnya 'bermantel' kondom ketika penetrasi vagina. Yang jelas hal ini sama sekali tidak membahayakan untuk alat vital wanita," imbuh pria yang juga mengajar di Universitas Tarumanegara ini.

Hal lain yang kerap dihawatirkan kaum hawa terkait pemakaian kondom yakni minyak pada kondom. Menanggapi hal ini, dr Andri mengatakan minyak pada kondom berguna agar saat penetrasi penis ke dalam vagina, kedua pasangan tidak merasa nyeri.

Selama tidak menimbulkan reaksi alergi misalnya gatal setelah berhubungan intim, maka kondom tidak berbahaya. dr Andri menyarankan, sebaiknya pilih kondom yang sudah mendapat izin edar dari Dirjen Pengawasan Obat & Makanan, Kementerian Kesehatan RI.

"Perlu diingat pula rasa nyaman harus tercipta saat berlangsungnya hubungan intim dan sesudahnya. Jelasnya, bila salah satu pasangan merasa pedih, nyeri pada organ vitalnya, petunjuk kondom tersebut tidak nyaman," kata dr Andri.

Sunday, September 07, 2014

Wow! Penelitian Terbaru Klaim Ukuran Testis Bisa Dilihat dari Jari Tangan

Sudah menikah namun belum juga punya momongan? Cek jari manis di tangan kanan Anda. Pasalnya, penelitian terbaru mengungkap panjang jari manis di tangan kanan berhubungan dengan ukuran testis Anda!

Testis diketahui sebagai tempat pembuat sel sperma yang digunakan untuk membuahi sel telur dalam rahim, sehingga menghasilkan embrio yang akan berkembang menjadi janin. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa salah satu faktor kesuburan pria adalah ukuran testisnya. Semakin besar testis, semakin banyak pula sel sperma yang diproduksi.

Nah, menindaklanjuti penelitian tersebut, beberapa peneliti dari Departemen Urologi di Gachon University Gil Hospital di Incheon dan Seoul National University Hospital melakukan penelitian untuk melihat adakah hubungan antara jari manis dengan ukuran testis pria. Mereka melakukan penelitian kepada 172 pria Korea dengan rentang umur 20 hingga 69 tahun.

Para partisipan diukur panjang jari manis tangan kanannya oleh tim peneliti. Setelah itu, ahli urologi akan memerika ukuran testis mereka secara terpisah. Peneliti juga mengukur panjang jari-jari lainnya seperti jari telunjuk, jari kelingking serta jari tengah.

Hasilnya, pria yang jari manis di tangan kanannya lebih besar daripada jari telunjuk mempunyai testis yang lebih besar daripada pria yang jari telunjuknya lebih panjang daripada jari manis.

Selain itu ditemukan juga hubungan antara gen bernama Hox yang dipercaya membentuk tubuh manusia ketika masih dalam status embrio. Gen inilah yang membuat ukuran testis dan jari manis pada tangan kanan pria menjadi saling terkait.

"Kami tidak dapat menjelaskan mengapa jari manis pada tangan kanan dapat membuat testis menjadi lebih besar, atau sebaliknya. hanya saja memang penelitian kami membuktikan hal tersebut," tutur peneliti J.K Oh dikutip dari Journal Wiley.