Tuesday, September 02, 2014

Makan Pisang, Cara Ampuh Cegah Stroke pada Wanita Menopause

Mengonsumsi pisang sebagai pengganti nasi bagi orang yang sedang berdiet lumrah saja dilakukan. Pasalnya, pisang mengandung banyak karbohidrat sehingga dapat menjadi pengganti nasi untuk menjadi sumber energi. Namun rupanya manfaat pisang tak sampai di situ saja.

Bukan hanya karbohidrat dan berbagai vitamin saja yang dikandung pisang. Pisang juga mengandung potassium, mineral yang dipercaya dapat menjauhkan diri dari kanker. Bahkan, penelitian mengatakan mengonsumsi pisang dapat menurunkan risiko terserang kanker hingga 25 persen, terutama bagi wanita yang sudah menopause.

"Penelitian kami menemukan bahwa potassium yang terkandung dalam kentang, ubi dan pisang lebih baik dari makanan cepat saji bagi wanita, terutama mereka yang sudah menopause. Potassium dapat menurunkan risiko kanker sementara makanan cepat saji justru meningkatkannya," tutur ketua peneliti Sylvia Wassertheil-Smoller dari Albert Einstein College of Medicine di New York, dikutip dari Journal America Heart Association, Minggu (7/9/2014).

Sylvia melakukan penelitian kepada 90.137 wanita yang sudah menopause dengan rentang usia 50 hingga 79 tahun. Penelitian yang dilakukan selama 11 tahun ini mendata berapa banyak kandungan potassium yang dikonsumsi partisipan dan apakah mereka terserang stroke.

Kandungan potassium yang dihitung adalah potassium yang terkandung dalam makanan. Sebagai perbandingan, pisang mengandung 430 miligram (mg), dan anjuran WHO mengatakan bahwa idealnya perempuan mengonsumsi 3.510 mg potassium dalam sehari.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang terbiasa mengonsumsi minimal 2.611 mg potassium dalam sehari memiliki risiko 27 persen lebih kecil untuk terserang stroke. Selain itu mereka juga memiliki kemungkinan lebih kecil 21 persen terserang ischaemic stroke, yakni stroke yang menghentikan aliran darah ke otak.

Hasil lainnya menunjukkan bahwa pada wanita yang hipertensi, potassium diketahui mengurangi risiko mereka meninggal sebelum umur 80 tahun. Meski begitu, Sylvia menganjurkan bahwa asupan potassium untuk tiap orang berbeda-beda sesuai kondisi tubuhnya.

"Potassium menghindarkan Anda dari stroke, namun terlalu banyak potassium juga berbahaya bagi jantung. Untuk itu, berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui batas maksimal mineral yang dapat Anda konsumsi," tutupnya.