Wednesday, September 19, 2012

Toilet Bukan Tempat "Terkotor" di Rumah

Toilet ternyata bukan satu-satunya tempat paling kotor di rumah Anda. Penelitian menyebutkan sejumlah lokasi di dalam rumah yang tidak bersih, dan beberapa tidak kita duga sebelumnya. Apa sajakah itu?

Profesor mikrobiologi dari University of Arizona, Dr Chuck Gerba, meneliti bagaimana penyebaran penyakit di lingkungan tempat tinggal. Studi itu meliputi peralatan rumah tangga dan memastikan berapa banyak bateri yang berkembang di sana. Dia terutama meneliti masalah bakteri seperti E.coli dan Staphylococcus aureus.

Dalam studinya dia menemukan bahra rata-rata bakteri yang terdapat di dudukan toilet mencapai 50 per inci persegi.

"Ini merupakan benda yang paling bersih yang anda lihat dapat kaitannya dengan mikro organisme," kata dia.

Tetapi dia menambahkan pembersih bakteri untuk tempat duduk toilet banyak tersedia.

Menurut Gerba, tampaknya kita harus lebih khawatir dengan peralatan rumah tangga lain.

"Biasanya ada sekitar 200 lebih banyak bakteri di talenan atau alas untuk pemotong dibandingkan dengan dudukan toilet," kata dia.

Di dapur, bakteri itu bukan berasal dari tinja, tetapi melalui potongan daging atau bagian jeroan hewan, yang banyak mengandung bakteri.

"Tetapi anda sebaiknya memperlakukan talenan anda seperti pada dudukan toilet," kata dia.

Orang lebih banyak khawatir penyebaran bakteri melalui toilet sehingga lebih sering membersihkannya secara rutin, tetapi talenan sering luput untuk dibersihkan. Selain talenan, peralatan yang mengandung banyak bakteri di rumah kita adalah spon dapur atau lap.

Menurut Gerba, spon mengandung 10 juta bakteri per inci persegi, dan jutaan bakteri di kain untuk mencuci piring. Dengan kata lain, sebuah spon dapur ternyata 200.000 ribu lebih kotor dibandingkan dudukan toilet, dan kain untuk mencuci piring 20.000 lebih kotor dibandingkan dudukan toilet.

Tas belanja

Penelitian Gerba ini, didukung juga oleh sejumlah kalangan di dunia.

"Spon dapur sejauh ini selalu menjadi yang paling kotor," kata John Oxford, profesor ilmu Virologi di University of London dan pemipin di theHygiene Council- sebuah badan internasional yang membandingkan standar ilmu kesehatan di seluruh dunia.

Dalam studi terakhir yang mengambil sample dari rumah di sembilan negara yang berbeda, ditemukan bahwa 21% dari lap pembersih justru memiliki kontaminasi tingkat tinggi.

Lap juga dapat mengandung bakteri E.coli.

Studi ini juga mengidentifikasi bakteri dari satu rumah ke rumah lainnya, dan berbeda-beda di satu negara dengan yang lainnya.

Arab Saudi memiliki lemari es terkotor, dalam penelitian 95% lemari es gagal dalam tes bakteri E.coli. Dan di Afrika Selatan, bagian terkotor adalah kamar mandi, dengan jumlah dua pertiga memiliki tingkat E.coli yang melebihi batas dan 40% jamur.

Sementara itu, tingkat kebersihan di Australia dan Kanada lebih baik dibandingkan negara lain.

"Kami menemukan bahwa negara seperti Australia dan terutama Kanada berada dalam daftar tertinggi kesehatan....negara yang berada di urutan bawah antara lain India dan Malaysia."

Bagaimana dengan rumah anda? Gerba mengatakan selain rumah, kantor pun bisa jadi tempat yang kotor.

"Banyak orang tidak menyadari mereka akan terpapar kotoran ketika menerima telepon, karena tidak pernah membersihkannya."rata-rata desktop memiliki jumlah bakteri 400 kali lebih banyak dibandingkan dudukan toilet."

Selain itu, supermarket juga harus anda waspadai.

"Kereta belanja itu juga tempat yang buruk," Gerba memperingatkan. Kemudian, tas belanja yang biasa dipakai ulang juga mengandung bakteri.

"Sejumlah orang menghadapi lebih banyak bakteri dalam tas belanjaan dibandingkan dengan pakaian dalam mereka, karena mereka rutin membersihkannya."

No comments: