Sunday, October 26, 2014

Ini Trik Sederhana Untuk Puaskan Istri di Tempat Tidur

Bercinta seharusnya menjadi kegiatan yang memberikan kenikmatan pada kedua belah pihak, baik istri maupun suami. Namun memang, tak semua pasangan suami istri (pasutri) dapat memperoleh kenikmatan secara bersama-sama.

Pakar mengatakan bahwa tubuh wanita memang relatif lebih lama untuk merasa terangsang daripada pria. Oleh karena itu tidak heran, terdapat banyak keluhan dari istri-istri yang sering tidak mendapat orgasme ketika bercinta dengan suaminya.

Nah, untuk mengatasi masalah tersebut sebenarnya bisa dilakukan dengan trik sederhana. Bukan dengan alat bantu seksual atau gaya bercinta yang macam-macam, mempermudah istri meraih orgasme bisa dilakukan hanya dengan menggunakan bantal. Bagaimana caranya?

Liberator, salah satu perusahaan penyedia layanan alat bantu seksual terkemuka di Amerika Serikat mengatakan bahwa penggunaan bantal sebagai alat bantu seks sebenarnya sudah dilakukan sejak abad pertengahan. Dengan menyelipkan bantal di bagian pinggang wanita, posisi vagina wanita akan lebih terangkat.

"Hal ini memaksimalkan penetrasi penis ke dalam vagina wanita. Selain itu, posisi ini juga membuat g-spot wanita lebih terekspos dan bersentuhan dengan penis," tulis para editor Liberator dalam bukunya Sex Positions You Never Thought Possible: The Creators of the Liberator.

Posisi ini juga membuat suami mempunyai tangan yang bebas. Sehingga sembari melakukan penetrasi, tangan suami juga dapat melakukan rangsangan di daerah sensitif istri lainnya seperti payudara, telinga dan leher.

Namun memang tidak semua wanita senang melakukan hal tersebut. Beberapa wanita yang memiliki rongga vagina sempit tentunya akan merasa sakit jika penetrasi yang dilakukan terlalu dalam. Untuk itu, perlu kembali diingat bahwa bercinta adalah hubungan suami istri yang dilakukan dengan kesadaran dan tanpa paksaan.

"Mau variasi apa saja boleh saja, tapi ingat harus dengan persetujuan pasangan. Jadi bercinta dilakukan dengan kesadaran dengan tujuan memperoleh kenikmatan bersama, bukan kenikmatan sendiri atau bahkan menyakiti pasangan," tutur konsultan seksologi detikHealth, dr Andri Wanananda, MS beberapa waktu lalu.

Cemas Mr P Terlalu Imut? Coba Ukur di Sini

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, mengapa iklan obat atau klinik yang khusus menangani alat vital pria gencar bermunculan. Alasannya sederhana. Banyak pria merasa resah dengan ukuran alat kelaminnya walau belum tentu ukurannya kecil.

Nyatanya, kebanyakan pria menganggap ukuran kelaminnya kecil. Sebuah penelitian dari University of Pittsburgh di Amerika Serikat menemukan bahwa 26% pria menganggap ukuran penisnya di bawah rata-rata dan hanya 5% pria yang merasa ukuran penisnya di atas rata-rata.

Tak hanya itu, sebuah penelitian lain dari University of Saskatchewan di Kanada menunjukkan bahwa 86% pria mengaku merasa khawatir penisnya akan menyusut dan menghilang.

Maka ada baiknya para pria mencari tahu bagaimana cara mengukur penis dengan baik agar tidak terjerumus dalam kecemasan yang tak beralasan. Seperti dilansir Men's Health, Senin (7/1/2013), berikut adalah panduan untuk menentukan apakah penis terbilang kecil atau tidak.

1. Panjang saat rileks
Suhu dapat mempengaruhi panjang penis sehingga jadi menyusut atau malah sedikit bertambah besar. Maka ada hal yang perlu dilakukan sebelum mengukur penis dalam suhu ruangan.

Pertama, posisikan ujung penis tepat pada titik di penis bertemu perut. Letakkan penggaris dan ukur panjangnya. Rata-rata panjang penis saat beristirahat adalah sekitar 10 - 12 cm.

2. Panjang saat ereksi
Segera ukur panjang penis menggunakan penggaris begitu mengalami ereksi. Mengukur panjang penis dimulai dari bagian atas testis sampai ke ujung penis. Panjang rata-ratanya adalah sekitar 13,6 - 16 cm.

3. Lingkar penis
Lingkar penis bisa diukur bersamaan saat ereksi dengan cara membungkus pita pengukur di sekitar penis lalu hitung titik temunya. Ukuran rata-ratanya adalah sekitar 3,5 - 4 cm.

4. Sudut ereksi
Mengukur sudut ereksi dilakukan dengan punggung menempel pada dinding dan meletakkan cermin di samping badan. Apabila penis menunjuk tegak ke depan, artinya membentuk sudut 90 derajat. Apabila menunjuk ke atas sampai dagu, artinya membentuk sudut 180 derajat. Normalnya, rata-rata penis membentuk sudut 105,7 derajat, jadi sedikit mendongak ke atas dari garis horizontal.

Monday, October 20, 2014

Duh, Paparan Logam Paling Sering Bikin Sperma 'Mati Lemas'

Konon pria masih bisa 'perkasa' walaupun usianya sudah di kepala 5 atau 6. Namun di sisi lain, sperma pria juga dikatakan sangat rentan mengalami perubahan bilamana menghadapi faktor-faktor tertentu, salah satunya lingkungan.

Baru-baru ini tim peneliti gabungan dari Inggris dan Prancis pun menemukan pria jadi mandul atau susah punya keturunan bila sering-sering terpapar logam aluminium.

Peneliti dari University of Lyon dan University of Saint-Etienne, Prancis serta University of Keele, Inggris menemukan hal ini setelah mengamati kondisi sperma dari 62 pria. Ternyata sebagian besar dari air mani dan sperma mereka mengandung aluminium, walaupun jumlahnya berbeda-beda.

Akan tetapi makin banyak aluminium yang terdapat di dalam cairan mani partisipan, peneliti mendapati jumlah sperma yang dimiliki partisipan justru makin kecil. Begitu juga sebaliknya. Padahal jumlah sperma yang dimiliki seorang pria berpengaruh besar terhadap kemampuannya untuk mempunyai keturunan.

"Mungkin ini sebabnya tingkat kesuburan para pria, terutama di negara maju cenderung menurun. Apalagi paparan logam seperti aluminium di negara-negara maju meningkat secara signifikan," ungkap ketua tim peneliti Prof Christopher Exley.

Prof Exlet yakin paparan aluminium inilah yang mencemari cairan mani para pria, termasuk mengganggu kinerja kelenjar endokrin yang mengatur fungsi sebagian besar fungsi tubuh, tak terkecuali fungsi reproduksi.

Di samping aluminium, logam berat yang dituding menurunkan kualitas dan kuantitas sperma antara lain timah dan timbal. Begitu pula dengan bahan kimia seperti bisphenol-A (BPA) yang banyak terkandung dalam plastik dan kaleng makanan, serta bahan kimia industri semisal benzena, herbisida dan pestisida.

Jangankan logam berat dan paparan bahan kimia, alat kelamin pria yang kepanasan pun bisa bikin mereka mandul. Untuk itulah dr Andri Wanananda, MS mengatakan pria baiknya tidur dengan mengenakan celana dalam longgar atau tanpa celana dalam sekalian.

"Celana dalam yang longgar bertujuan untuk menciptakan suhu yang nyaman bagi buah zakar. Kalau suhu pada testis terlalu panas, proses produksi sperma akan terganggu, begitu juga dengan kualitas spermanya," terang dr Andri.