Wednesday, April 17, 2013

Makanan Sehat Agar Cepat Hamil

Tahukah Anda bahwa ada beberapa makanan sehat yang dapat membantu Anda untuk bisa cepat hamil? Berikut beberapa makanan sehat agar cepat hamil :


1. Makanan Sehat : Buah dan Sayuran Organik
Makanan pertama yang harus Anda coba adalah buah dan sayuran organik yang segar.Buah dan sayuran organik dapat membantu Anda menghindarkan diri dimasuki oleh zat-zat berbahaya.Zat-zat berbahaya ini dapat memperlambat Anda untuk segera hamil.Sangat disarankan untuk menghindari makanan siap saji.

2.Makanan Kaya Serat
Makanan kaya serat membuat gerakan usus aktif dan memaksa racun dalam tubuh keluar.Contoh makanan kaya serat adalah biji-bijian, melon, beras merah, biji rami, roti gandum, dan kacang-kacangan.


3. Sayuran HijauSayuran berdaun hijau seperti bayam sangat membantu bagi wanita yang ingin cepat hamil. Sayuran ini mengandung antioksidan, zat besi dan asam folat yang dapat mempertahankan organ reproduksi.


4. Makanan Kaya Asam Folat
Makanan kaya asam folat juga dapat membantu anda untuk cepat hamil. Asam folat meningkatkan produksi telur dalam sistem reproduksi sehingga membuat anda semakin mudah untuk hamil. Makanan yang kaya akan asam folat misalnya kedelai, kuning telur, kentang, tepung terigu, kubis, pisang, brokoli dan kecamba.


5. Konsumsi Makanan Yang Memperlancar Siklus Menstruasi
Seringkali siklus menstruasi yang tidak teratur menjadi masalah bagi beberapa wanita. Agar cepat hamil, siklus haid anda harus teratur.Konsumsilah wortel, kacang polong, kentang manis dan jeruk,karena makanan ini bisa membuat siklus menstruasi Anda lebih tepat waktu.


6. Makanan Kaya Vitamin C
Makanan yang kaya akan Vitamin C seperti paprika, jambu biji, brokoli, taoge, kembang kol, jeruk, dan stroberi juga bisa Anda masukkan ke dalam menu diet Anda agar lebih "cepat hamil".

7. Susu
Produk susu tidak hanya kaya akan kalsium,tetapi juga dapat meningkatkan hormon kesuburan,seperti FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone).

8. Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang kenari dan aprikot juga kaya akan omega 3 dan asam lemak sehat yang turut membantu kesuburan Anda.

Wednesday, March 13, 2013

Cegah Penyakit Jantung dengan Rajin Makan Tuna

Penyakit jantung masih menjadi momok karena statusnya sebagai penyakit pembunuh nomor satu di  dunia. Meski begitu, penyakit jantung sebenarnya sangat mungkin dicegah, salah satunya dengan melakukan diet atau pola makanan tertentu.
Menurut para peneliti dari Harvard University Amerika Serikat, mengonsumsi ikan tuna dua kali seminggu dapat mengurangi risiko kematian karena penyakit jantung hingga sepertiganya. Mereka menemukan asam lemak omega-3 yang ada dalam ikan tuna ataupun salmon dapat melindungi dari detak jantung tak menentu yang berpotensi mematikan. Lemak tersebut juga berhubungan dengan tekanan darah dan laju jantung yang lebih rendah.
"Studi ini bukan studi suplemen minyak ikan, melainkan studi tentang kadar omega-3 dalam darah yang berkaitan dengan pola makan," ujar peneliti dr Dariush Mozaffarian, profesor epidemologi di Harvard School of Public Health di Boston.
Menurut Mozaffarian, kadar omega-3 dalam darah berhubungan dengan risiko rendah kematian, terutama yang diakibatkan oleh problem kardiovaskular. Sementara itu, hasil penelitian lain yang dilakukan oleh peneliti asal Washington University pada orang lanjut usia pun menemukan hasil yang serupa.
Mereka menemukan, ada 50 persen penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung pada mereka yang makan ikan tiga kali seminggu dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari sekali setiap bulannya. Para peneliti mengungkapkan, peserta yang memiliki kadar asam lemak omega-3 yang paling tinggi dalam darahnya rata-rata hidup 2 tahun lebih lama daripada mereka yang kadarnya lebih rendah.
Kendati demikian, kata peneliti, manfaat tersebut baru dapat ditemukan pada ikan yang dipanggang dan dibakar. Sementara ikan yang digoreng tidak memberikan efek yang sama. Menurut Alice Lichtentein, direktur dan peneliti senior di Cardiovascular Nutrition Laboratory di Tufts University, konsumsi ikan dengan omega-3 dan penyakit jantung tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat.
"Omega-3 belum tentu secara langsung bertanggung jawab dalam mengurangi risiko kematian atau sebagai indikator dari gaya hidup yang lebih sehat. Namun, orang yang rutin makan ikan biasanya juga penggemar sayur dan buah," ujarnya.

Thursday, February 28, 2013

Seks Usia Dini Picu Kanker Serviks

Kanker serviks atau leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang prevalensinya paling tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Data Globocan dari WHO memperkirakan, di dunia setiap satu menit ada satu kasus baru kanker serviks dengan kasus kematian setiap dua menit. Sementara di Indonesia, 41 kasus baru terjadi setiap harinya dengan 20 kematian.
Kendati prevalensinya tinggi, namun menurut spesialis kebidanan Fitriyadi Kusuma, sebenarnya kanker serviks sangat dapat dicegah yaitu dengan menghindari faktor risikonya yaitu tidak berhubungan seks di usia belia, atau di bawah 17 tahun.
"Menghindari seks di usia terlampau muda, tidak berganti-ganti pasangan, dan tidak merokok adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjauhkan risiko kanker serviks," ujar dokter dari Divisi Ginekologi dan Onkologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (19/12/2013), di Jakarta.
Fitriyadi menjelaskan, berhubungan seks di usia belia menjadi faktor risiko karena organ-organ reproduksi yang belum berkembang sempurna. Hal itulah yang menjadikannya rentan mengalami lesi atau luka ketika berhubungan seksual.
Ketika terjadi lesi, imbuhnya, human papilloma virus (HPV), penyebab kanker serviks, lebih mudah masuk dan menginfeksi jaringan kelamin yang akan berkembang menjadi kanker di kemudian hari. Selain itu, karakter HPV sendiri lebih mudah berkembang di jaringan yang masih muda.
"HPV lebih menyukai jaringan yang licin dan halus yang umumnya dimiliki oleh organ reproduksi yang masih muda. Itulah kenapa remaja yang berhubungan seks lebih rentan terinfeksi HPV," ujarnya.
Namun, bukan berarti wanita yang tidak melakukan hubungan seks di usia belia tidak berisiko kanker servis. Fitriyadi menegaskan, semua wanita berisiko mengalami kanker serviks. Jadi kesadaran untuk mendeteksi dini pun perlu ditingkatkan.
"Deteksi dini sangat penting. Lagipula metode deteksi dini pun sudah semakin mudah dan murah, misalnya dengan inspeksi visual dengan asam asesat (IVA)," cetusnya. Menurut Fitriyadi, metode IVA sudah dapat efektif mendeteksi kanker serviks hingga 70-80 persen.
Sayangnya, perhatian masyarakat pada kanker serviks masih rendah, termasuk kesadaran dalam melakukan skrining. Padahal menurut WHO, tahun 2013 ini saja ada sekitar 15.000 total kasus di Indonesia.