Thursday, June 28, 2012

7 Tanda Anak Mencintai Anda

Siapa bilang bayi dan balita tidak bisa mengekspresikan rasa cinta mereka pada kedua orangtuanya? Ini dia cara mereka mengungkapkan rasa cintanya.

1. Bayi menatap mata Anda

Ketika bayi sedang menatap mata Anda, sebenarnya ia sedang berusaha keras mengingat wajah Anda. Tak ada hal lain yang ia pahami tentang dunia ini, tetapi ia menyadari bahwa kehadiran Anda penting untuknya.

2. Bayi selalu memikirkan Anda

Ketika si kecil berusia sekitar 8-12 bulan, ia akan mulai mencari-cari saat Anda tidak ada dan langsung tersenyum saat Anda kembali.

3. Balita Anda tantrum

Semua amukan dan tangisannya jangan diartikan sebagai ia tak lagi mencintai Anda. Ia tidak akan sedemikian marah jika ia tidak memercayai Anda sepenuhnya.

4. Ia selalu mencari Anda saat sedih

Andalah orang pertama yang ia cari saat ia terjatuh atau bersedih. Anak-anak di usianya mungkin belum mengerti makna "aku mencintaimu", tetapi tindakan mereka berbicara lebih keras daripada kata-kata.

5. Si kecil memberikan hadiah

Orangtua mana yang tidak bahagia menerima hadiah dari balita mereka, entah itu berupa bunga yang ia petik di pinggir jalan atau hasil pekerjaannya mewarnai.

6. Si kecil mencari perhatian

Di usia pra-sekolah, si kecil sudah mulai bersikap kooperatif dan ia akan selalu berusaha untuk membuat kedua orangtua terkesan. "Lihatlah aku" akan selalu sering Anda dengar di usianya saat ini.

7. Ia menceritakan rahasianya

Berbahagialah jika si kecil di usia sekolah selalu bercerita kepada Anda, termasuk tentang hal-hal yang membuatnya malu. Itu berarti ia memercayai Anda, meski ia sering menolak dipeluk atau dicium di depan orang lain.

Monday, June 25, 2012

Ketika Suami Lebih Senang Nonton Film Biru

TANYA :

Dok, suami saya saat ini berusia 37 tahun dan usia pernikahan kami sudah masuk 3 tahun. Tapi, belum mencapai usia pernikahan yang ke satu tahun, suami saya sangat kurang bergairah dalam melakukan hubungan intim dengan saya. Tapi dia justru lebih meluangkan waktunya untuk melihat film "blue". Terkadang, kebiasaan dia yang seperti itu membuat saya marah dan merasa kalau saya kurang menarik. Padahal dari sisi penampilan, saya cukup menggairahkan.  Jadinya saya kesal karena dia lebih memilih melihat tubuh wanita lain, ketimbang saya sebagai istrinya. Kalaupun dampak dari kebiasaannya itu bisa memenuhi nafkah bathin, saya tidak masalah. Yang ada sekarng malah dia sama sekali tidak mau bercinta dengan saya. Yang ingin saya tanyakan, apakah yang terjadi dengan suami ? Normalkah sikap dia seperti itu terhadap saya ? Atas jawabannya, saya ucapkan terima kasih.

(Putri Nurul, 25, Jakarta)

JAWAB :


Melihat sikap suami seperti itu, saya berpendapat ada sesuatu yang menghambat dia sehingga tidak mau melakukan hubungan seksual dengan Anda. Tentu hanya suami yang mengetahui dengan pasti apa sebabnya. Tetapi seharusnya dia menyampaikan kepada Anda apa yang terjadi sehingga dia tidak mau melakukan hubungan seksual lagi.

Seharusnya Anda bertanya kepada suami, mengapa dia tidak mau lagi melakukan hubungan seksual. Melalui komunikasi yang baik, sebagian masalah dapat diselesaikan.

Mengenai kesenangannya menonton film erotik, boleh jadi karena dua alasan. Pertama, mungkin itu suatu cara untuk menjadi terangsang. Tetapi apakah kemudian dia menjadi terangsang atau tidak, kita tidak tahu. Yang pasti, dia tidak melakukan hubungan seksual dengan Anda. Kedua, sebagai pelarian karena tidak mampu melakukan hubungan seksual akibat suatu gangguan.

Untuk memastikan, cobalah tanyakan langsung kepada suami, apa yang sebenarnya dia alami sehingga tidak mau melakukan hubungan seksual. Kalau Anda tidak dapat berkomunikasi tentang itu, ajaklah berkonsultasi lebih jauh. Yang pasti, masalah ini jangan dibiarkan lebih lama lagi agar tidak semakin jauh menimbulkan akibat buruk.

Sunday, June 24, 2012

Berpetualang Meningkatkan Rasa Bahagia

Berlibur ke tempat-tempat wisata kini menjadi pilihan banyak orang untuk melepaskan diri dari kesibukan dan menyegarkan pikiran. Namun, jika Anda ingin rasa bahagia lebih tinggi, pergilah melancong atau berpetualang.

Pengalaman tak terlupakan yang kita dapatkan dari traveling ke tempat-tempat baru ternyata memberikan rasa kepuasan yang lebih besar daripada jika kita berlibur ke tempat mewah atau menonton konser agar orang lain terkesan.

"Ketika seseorang mengeluarkan uang untuk melakukan sesuatu supaya orang lain terkesan, itu akan mengurangi rasa kepuasan," kata Ryan Howell, asisten profesor bidang psikologi dari San Francisco State University.

Howell melakukan survei terhadap 241 orang dan menemukan bahwa mereka yang mengeluarkan uang untuk melakukan pengalaman baru yang sesuai dengan minat merasakan kepuasan lebih. Orang-orang tersebut pada akhirnya akan merasa lebih kompeten dan tidak kesepian.

"Pertanyaan yang harus ditanyakan pada diri sendiri adalah alasan kita mengeluarkan uang. Motivasi pribadi itu akan mempengaruhi rasa bahagia," katanya.

Berlibur seharusnya membuat tubuh dan pikiran kembali prima. Jadi, jangan sampai uang yang disisihkan untuk mendanai liburan malah tidak memberikan pengalaman apa-apa.