Monday, January 02, 2012

Minuman Soda Picu Perlemakan Organ

Sudah membatasi makan tetapi berat badan tetap tak terkontrol? Mungkin ini saatnya merevisi konsumsi minuman bersoda kegemaran Anda. Pasalnya, konsumsi minuman bersoda dapat meningkatkan jumlah lemak di sekitar hati dan organ perut lainnya.

Hal itu diungkapkan para ilmuwan dari Denmark. Dampak negatif minuman bersoda itu ditemukan pada mereka yang mengasup softdrink sampai dengan satu liter setiap harinya. Sekitar 47 responden penelitian ini adalah orang yang kegemukan. Selama enam bulan mereka diminta mengonsumsi seliter air, susu, diet cola atau minuman soda biasa setiap harinya.

Menurut ketua peneliti, Dr.Bjrn Richelsen dari Aarhus University Hospital, para partisipan studi dipilih karena orang yang kegemukan dan obesitas lebih sensitif pada perubahan pola makan dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

Pada akhir penelitian, orang dari kelompok minuman bersoda biasa mengalami peningkatan lemak di sekitar organ perut sampai dengan 25 persen. Perlemakan paling banyak terdapat pada bagian liver dan otot.

"Peningkatan lemak tersebut sangat berkaitan dengan risiko penyakit sindrom metabolik seperti diabetes melitus, penyakir kardiovaskular, serta penyakit liver non-alkohol," kata Richelsen.

Jenis lemak yang berada di sekitar organ tersebut disebut juga dengan lemak ektopik yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan lemak subkutan, yakni lemak yang berada di bawah kulit.

"Beberapa penelitian menyebutkan lemak ektopik sangat tidak sehat dan menyebabkan disfungsi organ-organ di sekitarnya," paparnya. Ditambahkan olehnya, hasil studi yang dilakukannya menambah panjang bukti ilmiah agar masyarakat mulai membatasi konsumsi minuman berpemanis.

Sunday, January 01, 2012

8 Strategi Mencegah Stroke

Stroke atau hilangnya sebagian seluruh fungsi neurologis (saraf) yang terjadi secara mendadak kini menjadi salah satu penyakit yang cukup serius di Indonesia, karena jumlah kasusnya yang terus bertambah.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, stroke menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian. Sedangkan di Indonesia, stroke adalah penyebab kematian terbesar dan penyebab kecacatan tertinggi.

"Diperlukan strategi untuk menghadapi stroke. Data di Indonesia menunjukkan bahwa 8,3 per 10.000 penduduk menderita stroke," kata dr. Ekawati Dani Yulianti, SpS, spesialis saraf dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, saat seminar Healty Brain for Healthty Life, di Jakarta, Sabtu (14/1/2012).

Bahkan lanjut Eka, sebanyak 23 persen pasien yang dirawat di rumah sakit akibat stroke berujung pada kematian.

Ada banyak faktor risiko yang memicu timbulnya stroke seperti hipertensi, diabetes mellitus, rokok, hiperkolesterolemia, sindrom metabolik, penyakit jantung, dan konsumsi alkohol berlebih. Tetapi, faktor risiko ini sebenarnya dapat diubah dengan cara tatalaksana gaya hidup.

Berikut ini adalah beberapa strategi jitu mencegah stroke seperti diungkapkan oleh dr. Eka :

1. Diet Sehat dan Seimbang

Diet sehat dan seimbang dapat diartikan dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran segar, susu rendah lemak, rendah kolesterol dan rendah natrium (asupan garam harian tidak boleh melebihi 2.300 mg atau sekitar 1 sendok teh)

2. Aktivitas fisik secara teratur

Latihan dengan tingkat sedang (akumulasi 30-60 menit) 4 sampai 7 hari dalam minggu. Misalnya, jalan santai, jogging, bersepeda, berenang. Untuk pasien berisiko tinggi direkomendasikan untuk mengikuti program yang diawasi secara medis.

3. Kendalikan Berat Badan

Mempertahankan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada kisaran 18,5 sampai 24,9 kg/m2 dan lingkar pinggang kurang dari 80 cm bagi wanita dan kurang dari 90 cm bagi pria (standar Asia Timur dan Selatan).

4. Stop Merokok

Rokok merupakan salah satu faktor pemicu terbesar terjadinya stroke. Segera berhenti merokok dan sebisa mungkin tinggal di lingkungan yang bebas dari asap rokok. Ada beberapa cara untuk menghentikan kebiasaan merokok dengan terapi pengganti nikotin (permen karet, patch) dan terapi tingkah laku.

5. Batasi Konsumsi Alkohol

Mengonsumsi alkohol sebenarnya tidak akan menjadi masalah asalkan tidak berlebihan. Konsumsi alkohol sebaiknya cukup dua gelas standar atau kurang per hari. Untuk pria, tidak boleh lebih dari 14 gelas per minggu. Sedangkan untuk perempuan kurang dari 9 gelas per minggu.

6. Kendalikan Hipertensi

Menurunkan tekanan darah yang tinggi sampai target kurang dari 140/90 mmHG (tanpa penyakit penyerta lain).

7. Kontrol Gula Darah

Bagi penderita diabetes, target penurunan tekanan darah lebih agresif kurang dari 130/80. Kontrol gula darah dengan target HbA1C <6,5 persen.

8. Hiperkolesterolemia

Bagi penderita kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), pemberian statin dan modifikasi gaya hidup dengan target kadar kolesterol LDL kurang dari 100 mg/dl.

Saturday, December 17, 2011

Ketika Gairah Seks Istri Sangat Kuat

TANYA :

Dok saya sudah menikah 3 tahun dan sekarang sedang hamil 5 bulan. Pada awal saya menikah, kehidupan seksual saya biasa-biasa saja, tetapi setelah 6 bulan terakhir gairah sex saya sangat besar sekali, hampir setiap hari saya melakukannya kalau week end bahkan bisa 2 kali sehari. Kondisi hamil saat ini pun saya sangat sulit untuk menghentikanya. Perlu diketahui dok, pada saat pemanasan saya bisa mengalami 3 kali orgasme dan saat penetrasi bisa 4 sampai 5 kali, sampai-sampai suami saya agak keberatan dengan aktivitas seks saya. Pertanyaannya : Apakah keinginan seks saya yang seperti itu masih terbilang normal? Kenapa hal itu bisa terjadi pada diri saya, serta bagaimana cara mengatasinya agar tidak kecanduan terus. Terimakasih sebelumnya.

(Ricka, 25, Tangerang)


JAWAB :

Kualitas hubungan seksual dipengaruhi oleh pengalaman seksual. Boleh jadi setelah menikah sekian lama Anda mengalami kehidupan seksual yang menyenangkan sehingga Anda ingin mengulangi lagi. Selanjutnya, ini berpengaruh terhadap gairah seksual, yang menjadi semakin kuat.

Orgasme berkali-kali memang biasa terjadi pada perempuan, tergantung bagaimana fungsi seksual pasangannya. Jadi kalau Anda mengalami orgasme berkali-kali, itu wajar saja, termasuk dalam masa hamil.

Ogasme yang terjadi ketika melakukan "pemanasan", juga wajar terjadi kalau menerima rangsangan seksual yang cukup. Tetapi dalam keadaan hamil, perlu diingat agar jangan sampai terjadi keguguran karena kontraksi yang sering terjadi kalau orgasme terjadi berkali-kali.

Inilah yang perlu Anda dan suami perhatikan, bukan bagaimana agar "tidak kecanduan terus". Keinginan melakukan hubungan seksual yang menyenangkan wajar dialami oleh setiap orang normal. Justru kalau menjadi tidak ingin, ini akan menjadi masalah kalau pasangannya tetap ingin melakukannya.