Monday, July 21, 2008

Disetrum Agar Sehat

keselamatan dan efisiensi dari sesuatu yang sederhana bagi kesehatannya dalam bentuk terapi komplementer dan alternatif. Terapi ini telah berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia.

Salah satu terapi yang digunakan adalah alat beda potensial listrik pada manusia sebagai mahluk bioelektromagnetik. Terapi ini telah banyak digunakan di Jepang sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan sirkulasi daerah dan membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan di antaranya sakit kepala dan insomnia.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium Biofisika atau Pengobatan Tradisional (Batra) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Airlangga, sebagaimana dipaparkan Guru Besar F-MIPA Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ir. Suhariningsih dalam jumpa pers, Senin (26/5), di Jakarta, alat ini secara kualitatif memancarkan ion negatif yang mengakibatkan perubahan komposisi udara di atas permukaan matras.

Melalui uji pancaran infra merah dan pancaran ion negatif dengan menggunakan alat metrologic photometer serta digital capacitance pada sejumlah titik pengamatan berdasarkan konstruksi atau jahitan matras. Ion negatif merupakan energi kehidupan dan punya kemampuan membersihkan darah. Ion ini memiliki banyak manfaat antara lain, menurunkan level serotonin (sejenis hormon saraf yang bersifat depresan dan menimbulkan penyempitan pembuluh darah) dalam darah.

Sejumlah manfaat lain adalah, menetralkan superoksida (zat yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam tubuh), mensterilisasi virus dan bakteri dalam tubuh, mengurangi penyakit pernapasan, melebarkan saluran pernapasan, men jaga peredaran darah normal. Selain itu, ion negatif dapat mengoptimalkan kemampuan sel menyerap dan memanfaatkan oksigen serta mengaktifkan pembaharuan sel dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Penelitian itu juga bertujuan mengetahui efek akut dan kronis pengobatan alat terapi beda potensial listrik berfrekuensi tinggi (30.000 hertz) yang menghasilkan ion negatif dan sinar infra merah gelombang jauh melalui teknologi tourmaline dan lonwave yang terkandung di dalamnya, serta teknologi saniter pada kain dan polyuretan wave pada busanya. Penelitian ini berhasil membuktikan terjadi perbaikan kadar glukosa darah, perbaikan aliran darah , serta komposisi darah dan profil lipid darah pada 30 penderita hipertensi dan diabetes mellitus yang jadi objek penelitian.

Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Komplementer-Alternatif Indonesia (PKKAI) berharap makin banyak perusahaan medik atau peralatan kesehatan yang dapat bekerja sama secara berkesinambungan. Hal ini disertai pengawasan terhadap praktik dan perkembangan CAM di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1109 Tahun 2007 tentang praktik pengobatan komplementer dan alternatif dalam pelayanan kesehatan formal.

Sunday, July 20, 2008

Olah Fisik Pemacu Gairah Seks

OLAHRAGA membuat Anda lebih sehat dan bugar. Penelitian menunjukkan, olahraga dengan takaran cukup, yakni sampai tersengal-sengal, akan membuat pernapasan kita di kamar tidur pun menjadi hebat. Olahraga memperbaiki dan meningkatkan energi, juga membuat Anda lebih percaya diri. Selain itu, latihan teratur dengan takaran cukup membuat alat kelamin berfungsi lebih baik.

Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, Amerika Serikat, menyatakan bahwa mereka yang tidak melakukan olahraga dapat mengalami disfungsi ereksi. Berdasarkan penelitian Cindy Meston, Ph.D, kehidupan seksual wanita lebih responsif setelah melakukan latihan cukup keras selama 20 menit.

Pada dasarnya, latihan olahraga dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatik. Akibatnya, aliran darah ke kemaluan meningkat. Menurut ahli terapi seks, Laura Berman, Ph.D, beberapa aktivitas fisik dapat memberikan suasana hati yang menunjukkan cinta kasih, misalnya salsa yang semua gerakannya berpegangan pada pasangan.

Jenis aktivitas lain yang juga membantu kita meningkatkan stamina antara lain pilates, tari perut, yoga, tenis, dan masih banyak lagi yang lain. Gerakan-gerakan dalam pilates meningkatkan aliran darah ke daerah pinggul, tari perut mengendurkan otot pinggang dan pinggul, yoga bisa meningkatkan kelenturan, tenis berpasangan mengurangi terjadinya persaingan. Selain untuk meningkatkan rasa percaya diri, semua itu merupakan afrodisiak yang cukup kuat sebagai latihan kekuatan untuk membentuk dan meregangkan otot-otot yang digunakan saat melakukan hubungan seksual.

Saturday, July 19, 2008

Spa Vagina: Dicuci, Dipijat, Lalu Diasapi

TERAPI V-spa butuh waktu kurang lebih 2-3 jam. Tidak hanya organ intim yang dimanja, melainkan hampir seluruh tubuh. Bagaimanakah urutan terapi ini? Mari kita perhatikan!
1. Konsultasi
Setiap perawatan dan pemeliharaan kesehatan tentu butuh analisis lebih dahulu. Konsultasi awal dengan ahli penting dijalankan untuk mengetahui secara umum kondisi si wanita. Salah satunya untuk melihat apakah ada penyakit tertentu yang terkait dengan organ intim. Pada tahap ini segala masalah dan keinginan peserta terapi bisa disampaikan. Lalu terapis akan memberikan pengarahan tentang teknis perawatan dan manfaatnya.
2. Vulva Hygiene
Sebelum terapi dijalankan, kebersihan bagian intim menjadi fokus yang pertama. Perawatan dimulai dengan membersihkan vulva vagina dari kotoran dengan air hangat yang mengandung herbal wash dan minyak aromatik.
3. V-Scrubing
Selanjutnya daerah sekitar organ intim seperti lipatan paha, area perut, dan pantat serta daerah yang kulitnya cenderung lebih gelap seperti daerah ketiak dan payudara, digosok dengan scrub berbahan rempah semisal cendana, akar wangi, dan mawar. Scrub ini bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan dan menghaluskan kulit.
4. Pijat bioenergi
Biar tubuh rileks, peredaran darah lancar, stamina tubuh dan vagina meningkat, perawatan dilanjutkan dengan pijat terapi aroma. Pemijatan dengan teknik bioenergi ini dilakukan pada seluruh tubuh, terutama otot-otot dasar panggul.
5. Guci Bathing
Selesai pijat, dilanjutkan berendam dalam guci besar berisi air hangat yang ditetesi minyak esensial. Sambil berendam, peserta terapi dibimbing untuk melakukan meditasi gerak.
Gerakan-gerakan itu berupa kontraksi untuk mengencangkan otot dasar panggul, pinggang, paha dalam, paha luar, lutut, kaki, dan otot vagina. Langkah-langkah ini dilakukan dengan mengatur napas sambil merasakan benar-benar kenyamanan di seluruh tubuh. Dalam hal ini konsentrasi, olah rasa, dan napas berjalan seiring.
6. V-Steam (penguapan)
Untuk merilekskan, melancarkan aliran darah di sekitar vagina, dan meluruhkan lendir berlebih pada vagina, dilakukan steam vagina. V-Steam dijalani dalam posisi duduk dan kaki terbuka tebar. Lalu daerah sekitar organ intim diberi uap hangat (steam) yang berasal dari ramuan herbal dan minyak esensial.
7. V-Compress
Untuk melengkapinya, dalam keadaan hangat, ramuan herbal yang telah dikemas seperti tea-bag, dikompreskan pada vagina dan sekitarnya. Fungsinya sebagai tonik atau penguat untuk meningkatkan stamina vagina, antiinfeksi, serta mengurangi peradangan atau nyeri, jika ada.
8. V-fogging (pengasapan)
Pengasapan dilakukan dengan membakar rempah dari akar hitam, akar wangi, dan cendana yang dipanaskan dalam vaporizer. Langkah ini bermanfaat meningkatkan stamina vagina, sebagai antiseptik dan menjaga kelembaban vagina.
9. Perawatan dari dalam
Sebagai perawatan dari dalam, disediakan dua macam ramuan alami yang berfungsi untuk meningkatkan stamina, bersifat antiseptik, dan menghangatkan tubuh. Bisa dipilih ramuan Indonesia, misalnya kunyit dan temulawak, atau ramuan Cina.