Saturday, July 19, 2008

Spa Vagina: Dicuci, Dipijat, Lalu Diasapi

TERAPI V-spa butuh waktu kurang lebih 2-3 jam. Tidak hanya organ intim yang dimanja, melainkan hampir seluruh tubuh. Bagaimanakah urutan terapi ini? Mari kita perhatikan!
1. Konsultasi
Setiap perawatan dan pemeliharaan kesehatan tentu butuh analisis lebih dahulu. Konsultasi awal dengan ahli penting dijalankan untuk mengetahui secara umum kondisi si wanita. Salah satunya untuk melihat apakah ada penyakit tertentu yang terkait dengan organ intim. Pada tahap ini segala masalah dan keinginan peserta terapi bisa disampaikan. Lalu terapis akan memberikan pengarahan tentang teknis perawatan dan manfaatnya.
2. Vulva Hygiene
Sebelum terapi dijalankan, kebersihan bagian intim menjadi fokus yang pertama. Perawatan dimulai dengan membersihkan vulva vagina dari kotoran dengan air hangat yang mengandung herbal wash dan minyak aromatik.
3. V-Scrubing
Selanjutnya daerah sekitar organ intim seperti lipatan paha, area perut, dan pantat serta daerah yang kulitnya cenderung lebih gelap seperti daerah ketiak dan payudara, digosok dengan scrub berbahan rempah semisal cendana, akar wangi, dan mawar. Scrub ini bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan dan menghaluskan kulit.
4. Pijat bioenergi
Biar tubuh rileks, peredaran darah lancar, stamina tubuh dan vagina meningkat, perawatan dilanjutkan dengan pijat terapi aroma. Pemijatan dengan teknik bioenergi ini dilakukan pada seluruh tubuh, terutama otot-otot dasar panggul.
5. Guci Bathing
Selesai pijat, dilanjutkan berendam dalam guci besar berisi air hangat yang ditetesi minyak esensial. Sambil berendam, peserta terapi dibimbing untuk melakukan meditasi gerak.
Gerakan-gerakan itu berupa kontraksi untuk mengencangkan otot dasar panggul, pinggang, paha dalam, paha luar, lutut, kaki, dan otot vagina. Langkah-langkah ini dilakukan dengan mengatur napas sambil merasakan benar-benar kenyamanan di seluruh tubuh. Dalam hal ini konsentrasi, olah rasa, dan napas berjalan seiring.
6. V-Steam (penguapan)
Untuk merilekskan, melancarkan aliran darah di sekitar vagina, dan meluruhkan lendir berlebih pada vagina, dilakukan steam vagina. V-Steam dijalani dalam posisi duduk dan kaki terbuka tebar. Lalu daerah sekitar organ intim diberi uap hangat (steam) yang berasal dari ramuan herbal dan minyak esensial.
7. V-Compress
Untuk melengkapinya, dalam keadaan hangat, ramuan herbal yang telah dikemas seperti tea-bag, dikompreskan pada vagina dan sekitarnya. Fungsinya sebagai tonik atau penguat untuk meningkatkan stamina vagina, antiinfeksi, serta mengurangi peradangan atau nyeri, jika ada.
8. V-fogging (pengasapan)
Pengasapan dilakukan dengan membakar rempah dari akar hitam, akar wangi, dan cendana yang dipanaskan dalam vaporizer. Langkah ini bermanfaat meningkatkan stamina vagina, sebagai antiseptik dan menjaga kelembaban vagina.
9. Perawatan dari dalam
Sebagai perawatan dari dalam, disediakan dua macam ramuan alami yang berfungsi untuk meningkatkan stamina, bersifat antiseptik, dan menghangatkan tubuh. Bisa dipilih ramuan Indonesia, misalnya kunyit dan temulawak, atau ramuan Cina.

Friday, July 18, 2008

Janji Yoga Melangsingkan Badan

MUNGKIN Anda termasuk satu di antara banyak orang yang merasa frustrasi karena kesulitan menurunkan berat badan. Itu tak mengherankan. Pasalnya, kenaikan berat badan adalah masalah yang begitu kompleks. Ada pengaruh faktor genetik, gaya hidup, pola makan, dan lain-lain.

Manfaat latihan yoga yang langsung dirasakan secara fisik adalah mengendurnya otot-otot yang kaku gara-gara kurang gerak, ketegangan, dan stres. Gerakan-gerakan yoga juga meningkatkan jangkauan pergerakan persendian, meningkatkan fleksibilitas, dan membantu mengoreksi postur tubuh yang keliru gara-gara kenaikan berat badan.

Latihan yoga membantu menguatkan dan memperpanjang otot, sehingga tubuh jadi lebih langsing dan berbentuk indah setelah berlatih. Namun, tubuh yang berbentuk ini tak selalu diikuti dengan penurunan berat badan. Ingat, otot lebih padat dan lebih berat dibandingkan dengan volume jaringan lemak.

Potensial Membakar Kalori
Dalam yoga ada juga latihan pranayama. Latihan pernapasan ini membuat energi vital atau prana dalam tubuh bergerak. Hal ini dapat membantu mengatasi masalah ketika Anda mengalami kenaikan berat badan, tetapi malah loyo karena tingkat energi tubuh menurun.

Manfaat lain yoga adalah dalam aspek psikologi. Kenaikan berat badan kerap menjadikan diri memberi komentar negatif. Lewat yoga kita mencoba mencegah hal ini dengan menciptakan lingkungan yang aman dan positif untuk menyambungkan kembali tubuh dan menghilangkan pesan-pesan negatif yang sering muncul di pikiran.

Latihan asana juga dapat memupuk kontrol terhadap diri sendiri yang baru. Ini adalah kualitas yang sering hilang ketika berat badan membumbung. Di tingkat fisiologis, yoga aliran-aliran tertentu mungkin pas untuk orang yang benar-benar menginginkan penurunan berat badan. Kelas Vinyasa yang memadukan gerakan dan pernapasan bersamaan dapat menciptakan panas dan akhirnya potensial menyebabkan banyak pembakaran kalori untuk penurunan berat badan.

Buat Anda yang mungkin tak pernah berolahraga, ada baiknya mencoba kelas yoga Vinyasa untuk pemula. Jangan langsung mengambil kelas yang sudah menengah, apalagi yoga Asthanga. Mungkin ini bukan aliran yang tepat buat Anda yang secara fisik tidak aktif sebelumnya.

Nafsu Makan Terkontrol
Yoga memang tidak memberikan janji muluk dalam penurunan berat badan secara cepat. Yoga hanya menjanjikan dua manfaat utama untuk orang yang ingin menurunkan berat badan. Pertama, yoga memperbaiki pencernaan dan menghilangkan sembelit, retensi air, dan perut kembung. Kedua, yoga memperbaiki sirkulasi darah menuju ke kelenjar-kelenjar endokrin utama, yaitu tiroid dan pankreas.

Kedua kelenjar inilah yang membantu mengontrol nafsu makan, suasana hati, pola tidur, serta istirahat.
Belum banyak ahli yang menerima bahwa latihan yoga adalah jalan pasti menuju penurunan berat badan. Namun, penelitian terbaru dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle AS mulai membuka wawasan bahwa yoga juga bermanfaat untuk melangsingkan.

Para peneliti di lembaga itu menanyai pria dan wanita sehat mengenai riwayat bobot tubuh dan aktivitas fisik mereka dari usia 45 hingga 55 tahun. Diungkapkan bahwa subjek yang mengalami kelebihan berat badan dan berlatih yoga paling tidak seminggu sekali mengalami penurunan bobot 2,5 kilogram selama lebih dari 10 tahun.

Orang berberat badan normal yang rajin latihan yoga dilaporkan tidak naik beratnya, sedangkan mereka yang tak latihan naik terus. Sementara mereka yang kelebihan bobot dan tak pernah latihan yoga, berat badannya naik empat kilogram.

Kesadaran Pikiran
Alan Kristal, peneliti utama sekaligus praktisi yoga dalam penelitian itu yakin, penyebab penurunan berat badan setelah latihan yoga bukan karena jumlah kalori yang dibakar. Hanya latihan yoga aliran tertentu yang membakar banyak kalori untuk memicu penurunan berat badan.

“Yoga itu membangun kesadaran pikiran,” kata Kristal, yang juga profesor di bidang epidemiologi di University of Washington School of Public Health. “Anda akan belajar kapan merasa kenyang, dan Anda tak suka makan kebanyakan. Selain itu, Anda akan mengenali kecemasan dan stres, sehingga tak ingin menutupinya dengan makan,” tambahnya.

Jadi, apakah yoga akan melangsingkan tubuh kita? Hmmm… mungkin. Lalu, akankah yoga mengubah cara pandang Anda terhadap diri dan tubuh sendiri? Tentu saja.

Thursday, July 17, 2008

AIKIDO, Olah Rasa, Kembangkan Cinta

SAMBIL berdiri, seorang murid memegang kepala gurunya yang sedang duduk bersimpuh. Saat sang guru mendongakkan kepalanya, tiba-tiba sang murid menjerit menahan sakit. Pegangan pun terlepas. Lalu, sang murid mundur.

Sekali lagi, saat maju menyerang belum sampai menyentuh sang guru, si murid kesakitan dan mengerang. Sang guru saat itu masih dalam posisi duduk bersimpuh, tanpa gerakan sedikit pun, hanya menggoyangkan kepalanya saja.

Berkali-kali, tanpa menyentuh, hanya dengan menggerakkan kepalanya, sang guru membuat si murid kesakitan. “Ini bukan tenaga dalam atau sesuatu yang gaib. Ini hanya efek dari konsentrasi dan koneksi antara yang diserang dan penyerang. Rasa atau feeling kita harus dilatih dan dikembangkan,” kata Sensei Imanul Hakim.

Tanpa Bentuk
Cerita sederhana ini merupakan gambaran dari sebuah ilmu bela diri Jepang yang dikenal begitu spiritual, yaitu aikido. Didirikan oleh O-Sensei (Guru Besar) Morihei Ueshiba, awalnya bentuk lama yang disebut Daito-ryu Aiki-Jutsu memang digunakan untuk bertarung (combat).

Karena itu, bentuk lama ini tampak begitu agresif dan keras karena memang dimanfaatkan untuk keperluan menaklukkan musuh. Namun, dalam perkembangannya, sejalan dengan meningkatnya kehidupan spiritualitas, O-Sensei menciptakan gerakan aikido yang sifatnya lebih lembut dan tidak mengandung unsur kekerasan.

Sifat inilah yang menandakan bahwa aikido bukanlah ilmu bela diri biasa. Aikido terdiri dari tiga kata. Ai artinya keselarasan (harmoni) atau kasih sayang, ki berarti jiwa/semangat, sedangkan do adalah cara/jalan.

Jadi, aikido adalah suatu cara atau jalan untuk mencapai keselarasan antara gerakan tubuh dengan jiwa. “Dalam tingkatan lebih tinggi, aikido merupakan upaya kita untuk mecapai keselarasan dengan alam, energi universal,” tutur pemegang Dan 4 ini.

Meski ada banyak gerakan yang ditunjukkan saat berlatih, entah itu kuncian atau melempar, pada dasarnya gerakan aikido ini tidak bersifat mencelakai. “Setiap gerakan sifatnya menunggu reaksi dari lawan,” ujar Hakim.

Karena itu, aikidoka harus peka, sensitif. Lewat latihan terus-menerus, rasa perasaan, insting, terhadap segala sesuatu akan berkembang. Jadi, mengolah rasa menjadi hal penting dalam hal ini.
Saat diserang lawan pun, aikidoka (sebutan bagi orang yang berlatih aikido) hanya akan melakukan gerakan memutar atau berbentuk spiral. “Gerakan memutar ini seperti tarian Sufi,” tutur Hakim, yang pernah mendalami langsung aikido dari para Sensei di Jepang.

Kesadaran Paling Utama
Karena tidak diajarkan untuk menyerang, menurut Sensei Hakim, seorang aikidoka mesti mengembangkan satu hal yang disebut kesadaran atau consciousness. Seluruh tubuh, jiwa, dan pikiran harus berada dalam keadaan menyatu. “Kesadaran bahwa kita hidup pada saat ini dan di sini menjadi utama dengan begitu, para aikidoka selalu bisa waspada dan siaga,” katanya.

Sikap siaga ini lebih dari sekadar waspada, melainkan merupakan di posisi eling (Jawa = kesadaran penuh). Hidup kita tidak terjerat oleh kenangan masa lalu juga kekhawatiran akan masa depan. Semangat untuk surrender, pasrah kepada Penyelenggara Hidup, menjadi kekuatan.

Tanpa adanya kemampuan ini, aikidoka tidak akan mampu mengalahkan lawan tanpa gerakan mematikan atau menyakiti. Tanpa adanya keharmonisan jiwa, tubuh, dan pikiran, aikidoka hanya akan belajar bela diri tak ubahnya seperti judo, karate, atau yang lainnya. Keinginan untuk menyerang dan mengalahkan hingga lawan tidak berkutik akan muncul dan menjadi hal penting.

Dalam aikido, mengalahkan lawan bukanlah tujuan. Jiwa dan hati murni yang dipenuhi dengan cinta kasih menjadi dasar dan tujuan dari semua latihan ini. “Memang, tidak banyak aikidoka yang sampai pada pemahaman dan penghayatan seperti ini,” ungkap Hakim.

Tidak heran, ada banyak versi aikido yang bisa dipelajari yang lebih menekankan soal bela dirinya. “Tidak mudah untuk sampai pada tahap ini. Seseorang harus melepaskan egonya, keinginannya untuk menang, juga menguasai orang lain atau lawan,” tambahnya. Menarik ‘kan belajar aikido?