Friday, June 27, 2008

Yang Harus Dilakukan Pria di Awal Hubungan

Pelajari taktik terbaik untuk membuat si Dia jatuh ke pelukan Anda.

Si Dia tampak seksi dan menggairahkan; sementara Anda tampak bernafsu dan putus asa. Ini menjelaskan mengapa Anda berusaha keras ingin menarik perhatian si Dia dan membuatnya jatuh hati kepada Anda. Pastikan ‘perjuangan’ Anda berjalan mulus dan tidak mendapatkan tanggapan yang ‘pedas’.

Kami mengumpulkan sekelompok wanita untuk memberikan nasihat tentang hal apa saja yang bisa membuatnya luluh dengan godaan seorang pria –tanpa membuatnya melayangkan telapak tangannya ke pipi Anda.

1. Lupakan karangan bunga
“Setelah kencan pertama, pria tersebut mengirimkan saya karangan bunga yang besar di depan rumah saya,” kata Lisa, 24 tahun, ”Tetangga saya mengira ada yang sedang berduka di rumah.”

Memberikan karangan bunga setelah kencan pertama seperti pria yang putus asa, ini bukan sesuatu yang romantis. Lebih baik, catatlah bunga favoritnya dan bawakan si Dia setangkai bunga tersebut pada kencang kedua, saran Neil Warren, Ph.D., pendiri eHarmony.com. Dia akan menghargai Anda sebagai pendengar yang baik.

2. Jangan langsung menjadikannya pacar
“Andri mengajak saya bertemu semua teman-temannya tanpa memberi tahu saya sebelumnya dan memperkenalkan saya sebagai pacarnya saat itu,” kata Wina, 25 tahun, “Saya merasa malu sekali.”

Tidak seperti pria, wanita tidak langsung menjadikan pria yang baru dekat dengannya menjadi pacarnya. Menurut Ron Louis, penulis How to Succeed with Women, ”Ini sama seperti Anda telah merenggut kebebasannya secara instan.” Jangan terburu-buru membuat ikatan dengan melompat terlalu dini pada awal hubungan.

3. Luangkan waktu, bukan uang, saat ulangtahun si Dia
“Seorang pria memberikan saya kotak musik yang sangat mahal dengan lagu dari soundtrack film Ghost,” kata Myra, 29 tahun, ”Saya bahkan tidak suka dengan filmnya. Untuk memperbaiki kesalahannya, ia secara tiba-tiba mengirimkan saya uang dalam jumlah besar.”

Anda harus tahu kalau wanita tidak memikirkan harga untuk hadiah. ”Hadiah adalah cara untuk menunjukkan perhatian Anda, bukan untuk pamer atau karena ada maunya,” kata Peter Post, penulis Essential Manners for Couples. Belikan si Dia sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas yang ia suka. Seperti buku yoga, tiket konser, atau CD grup band favoritnya.

4. Jangan umbar keahlian Anda di tempat tidtur
“Saat kencan keempat kami, Roy menawarkan diri memberikan oral seks pada saya,” kata Nina, 31 tahun, ”Bukannya membuat saya berpikir kalau ia sangat ’dermawan’ di tempat tidur, tapi Dia justru terdengar seperti seorang maniak seks dan ingin menunjukkannya.”

Warren menjelaskan: ”Jika Anda membahas masalah hubungan seksual pada awal-awal hubungan, hal ini akan membuat wanita merasa tertekan dan justru kehilangan gairahnya.

5. Cium dengan penuh percaya diri
Meminta izin untuk menciumnya membuat Anda tampak seperti pria putus asa. Cara terbaik adalah: Lakukan saja!

Kaki Panjang Bikin Seksi

SETIAP orang di dunia ini diciptakan berbeda, termasuk dalam hal ukuran dan bentuk tubuh. Perbedaan ini sebenarnya tidaklah menjadi esensi tetapi sering kali kemudian memunculkan stereotipe tentang keindahan dan idealisme bentuk tubuh seseorang.

Tinggi badan dan ukuran panjang kaki, misalnya, sering menjadi patokan dalam ideal atau tidaknya postur tubuh. Banyak yang menganggap kaki panjang merupakan anugerah karena lebih enak dipandang dan membuat penampilan lebih seksi. Demikian pula halnya dengan orang bertubuh tinggi yang secara umum dinilai lebih menarik.

Tetapi apakah anggapan itu benar-benar berlaku dan memengaruhi penilaian seseorang? Boguslaw Pawlowski dan Piotr Sorokowski dari Universias Wroclaw di Polandia melakukan riset untuk mengetahui apakah panjang kaki memengaruhi persepsi terhadap orang lain.

Pawlowski melibatkan 218 pria dan wanita yang diminta membuat rata-rata daya tarik tujuh laki-laki dan tujuh perempuan dalam gambar. Semua sosok dalam gambar memiliki tinggi yang sama, namun panjang kakinya bervariasi dengan selisih lebih sekitar 5, 10 dan 15 persen dari kebanyakan orang Polandia. Pawlowski dan timnya juga mengukur proporsi tubuh para partisipan.

Tanpa memedulikan penampilan dirinya, para partisipan ternyata lebih menyukai sosok yang kakinya 5 persen lebih panjang dari rata-rata normal (bertanda merah dalam gambar). Sosok berikut yang disukai adalah pria atau wanita dengan ukuran panjang kaki normal, dan yang kakinya 10 persen lebih panjang (bertanda biru).

"Kaki yang panjang memang menandakan kesehatan," ungkap Pawlowski yang memublikasikan risetnya dalam jurnal Evolution and Human Behaviour.

Ia juga menekankan bahwa kaki yang pendek berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan diabetes tipe II baik pada pria maupun wanita. Kaki pendek juga ada kaitannya dengan kadar tinggi trigliserida, yang memicu timbulnya aterosklerosis, penyakit jantung, dan stroke, dan resistensi insulin pada pria

Meskipun studi ini hanya terbatas pada orang Polandia, Pawlowski menduga setiap budaya akan cederung lebih menyukai sosok dengan kaki yang sedikit lebih panjang dibanding rata-rata normal pada komunitasnya.

Mempersiapkan Kebugaran Sebelum Menua

”Sering lupa mendera kita/ Sehingga mulai pikun sewaktu kita berbicara.../ tetapi semua ini, adalah gejala lanjut usia/ Jangan mengeluh, jangan putus asa//”

ITULAH petikan puisi yang dibaca Ny Herawati Diah yang berusia 91 tahun pada tanggal 5 April lalu. ”Itu sajak yang dikarang kawan saya yang menggambarkan bagaimana sesungguhnya seorang yang menginjak usia tua menjalani hidupnya,” kata Ny Diah.

Wartawati itu membagi pengalaman bagaimana tetap bugar, gesit pergi ke berbagai tempat, tidak banyak jenis makanan yang dipantang, dan tetap melakukan aktivitas intelektual. Pengalaman itu disampaikan Ny Diah dalam diskusi tentang hidup berkualitas bagi lanjut usia (lansia) yang diadakan majalah Family’s Doctor di Jakarta, Kamis (12/6).

”Selalu optimistis meskipun sedang mengalami susah. Hidup itu pendek, karena nikmati dan selalu bersyukur,” tambah Ny Diah.

Hidup dengan pikiran positif, penuh optimisme memang merupakan kunci hidup sehat dan berkualitas. Tetapi, sikap itu perlu dibarengi dengan pemeliharaan kesehatan sejak dini. Adagium memelihara kesehatan lebih daripada mengobati berlaku di sini. Apalagi, biasanya gangguan kesehatan yang mengenai lansia bersifat degeneratif yang dapat menghabiskan biaya banyak dan menghabiskan waktu untuk menyembuhkan.

Antipenuaan
Angka statistik Indonesia memperlihatkan usia harapan hidup yang meningkat. Artinya, orang Indonesia semakin berusia panjang.

Tentu saja ukuran kesejahteraan tidak melulu berusia panjang. Yang diharapkan tentu saja para lansia dapat melalui hari-hari tuanya dengan berkualitas. Tetap aktif dan tetap berguna untuk dirinya dan lingkungannya sehingga ada harga tinggi dan rasa sejahtera melalui hari-hari tua.

Beruntung ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga pengetahuan mengenai usia lanjut juga berkembang, terutama ketika masalah kesehatan, sosial, ekonomi, dan politik juga berubah cepat.

Dalam diskusi, dr Phaidon L Toruan MM dari Jakarta Anti-Aging Center menjelaskan, terjadi perubahan dalam memandang kesehatan lansia.

Dalam pengobatan konvensional, pendekatan yang dipakai adalah memperpanjang umur lansia yang dalam keadaan mengalami gangguan kesehatan (morbiditas), sedangkan pendekatan terbaru adalah menghambat penuaan (anti-aging).

Tujuan pendekatan anti-aging adalah memperpanjang vitalitas lansia dan menekan morbiditas. Vitalitas diusahakan berada mendekati optimum karena vitalitas optimum sampai saat ini masih menjadi milik mereka yang berusia di atas 40 tahun. Berdasarkan statistik, rata-rata vitalitas akan menurun setelah memasuki usia 40 tahun.

Menurut dr Toruan, penuaan secara teori, antara lain, disebabkan oleh penurunan hormon dan radikal bebas. Adapun produksi hormon berhubungan dengan fungsi tubuh, radikal bebas dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain sinar matahari, stres, polusi, sinar X dari rontgen, radiasi telepon seluler, perjalanan dengan pesawat, pengawet makanan, bahan kimia lingkungan, pembersih rumah tangga, dan rokok.

Memelihara kebugaran
Memelihara kebugaran adalah salah satu cara memelihara kehidupan yang berkualitas pada usia lanjut.

Salah satu cara memelihara kebugaran adalah mengurangi lemak. Lemak memang diperlukan dalam metabolisme tubuh, tetapi sudah menjadi pengetahuan umum lemak yang berlebih justru menjadi masalah. Bukan hanya dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes melitsus, lemak yang berlebih juga memberi beban yang tak perlu untuk tubuh.

Ketika usia bertambah, persendian kaki yang menopang tubuh berkurang pula kekuatan dan kelenturannya. Beban tambahan dari lemak yang berlebih dapat mengurangi kualitas persendian.

Ada beberapa cara mengurangi lemak, seperti mengurangi pasokan makanan yang berlebih dan harus dihindari. Namun, cara itu saja tidak cukup.

Menurut dr Phaidon, olahraga memberi pengaruh yang nyata untuk memelihara kebugaran tubuh ketika dikombinasi dengan terapi penggantian hormon.

Hormon yang perlu ditingkatkan, menurut dr Toruan, adalah hormon testosteron karena hormon ini memengaruhi pembentukan massa otot. Menurut dr Toruan, penelitian oleh Prof Dr Eulis A Datau SpPD,KAI, dari Universitas Sam Ratulangi, memperlihatkan jintan hitam (Nigella sativa) dapat meningkatkan testosteron bebas, yaitu hormon anabolik alami.

Olahraga yang diperlukan bukan semata-mata yang bersifat aerobik. Olahraga beban juga baik untuk memelihara otot dan mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) yang biasa menyertai penuaan.

”Olahraga beban itu membakar gula sehingga juga baik untuk penderita diabetes melitus. Saya mendorong ibu saya untuk melakukan olahraga beban. Hasilnya, gula darah terkontrol dan massa ototnya juga terjaga,” kata dr Toruan.