Friday, June 20, 2008

Foreplay Good, Seks pun Yahud

AKTIVITAS seksual sebelum berhubungan badan biasanya disebut foreplay. Namun sebagian besar ahli dalam bidang seks menyebutkan bahwa istilah tersebut tidak tepat karena tidak berarti apa-apa selain “pemanasan”. Tentu pemanasan hubungan seks. Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu berereksi dan cenderung membuat kita berpikir bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.

Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD yang terkenal dengan bukunya “Secrets of Better Sex”. Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Joel mengungkapkan, biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.

Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks. Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.

Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya
2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.
3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).
4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubungan seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.
5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.

Thursday, June 19, 2008

4 Teknik Perlambat Orgasme

SETIAP pria atau wanita pasti menghendaki munculnya orgasme saat melakukan hubungan seksual. Karena kondisi ini merupakan puncak rasa dimana kenikmatan betul-betul membuat kita semua yang pernah melakukan ingin mengulanginya terus.

Tentu saja, tidak mudah untuk mencapai kondisi orgasme yang betul-betul rasanya nikmat luar biasa. Dalam hal ini foreplay sangat mempengaruhi. Namun di samping itu kebiasaan memperlambat orgasme bisa jadi merupakan strategi tersendiri supaya orgasme yang kita rasakan benar-benar nikmat tiada tara.

Berikut ini empat petunjuk bagaimana memperlambat orgasme menurut Joel. D. Block, PhD.:
1. Variasikan pola gerakan. Selang seling gerakan Anda saat melakukan penetrasi. Kadang cepat, kadang lambat. Bisa juga dengan mengubah posisi penis yang dimasukkan, kadang dalam, kadang hanya ujung saja yang masuk vagina. Bisa juga secara berkala, hentikan gerakan saat penetrasi selama beberapa detik. Rasailah nikmat yang luar biasa itu dalam-dalam.

2. Lakukan tekanan pada perineum. Perineum adalah daerah antara skrotum dan anus. Sebelum ejakulasi, gunakan tiga jari Anda untuk menekan daerah tersebut. Mintalah pasangan Anda melakukannya. Teknik ini sederhana dan sudah dipraktekkan selama lima ribu tahun di negeri China.

3. Kencangkan otot sekitar kemaluan. Saat penetrasi berlangsung, sekali-sekali tarik penis sehingga hanya ujungnya saja yang berada dalam vagina. Berhentilah sebentar, kemudian kencangkan otot sekitar kemaluan dan dubur selama beberapa detik. Lakukan langkah ini beberapa kali.

4. Mengubah-ubah rangsangan. Pada saat Anda sangat terangsang, usahakan agar tidak langsung menuruti hasrat tersebut. Tahan untuk tidak segera melakukan penetrasi. Lakukan gerakan lain yang kira-kira membuat Anda merasa benar-benar mengasyikan.

Agar Mandi Menyenangkan Buat Bayi

"JADIKANLAH mandi sebagai momentum yang dapat dinikmati oleh ibu dan bayinya. Yang terpenting, ibu harus merasa senang mengerjakannya dan tidak tegang. Juga, tidak terburu-buru saat memandikan," jelas Soraya Richard, direktur PT Lembanindo Tirta Anugrah yang memproduksi produk-produk Le Monde.

Selain bermanfaat untuk menjaga kebersihan tubuh si bayi, sebetulnya memandikan bayi bermakna kasih sayang pula. Karena di sana ada sentuhan ibu. Ibu juga bisa sambil bersandung atau mengajaknya bermain. Suasana tersebut sangat menyenangkan buat si bayi. "Meski bayi belum bisa mengutarakannya, namun akan terpancar dari keceriaan di wajahnya," terang Soraya.

Itulah sebabnya, si bayi, terutama yang sudah bisa duduk, akan senang sekali berada di bak mandinya dan tak mau diangkat. Apalagi, jika sudah suka sesuatu, anak kecil akan marah dan menangis jika merasa terganggu. Ibu harus mengerti, jika sudah mandi bersih, biarkan ia main air sebentar. Tentu saja tak berlama-lama karena si kecil bisa kedinginan dan sakit.

Sepanjang tak kelewat lama, tak perlu cemas ia masuk angin. "Itu lebih tergantung dari faktor air, kondisi udara, dan keadaan si anak sendiri. Apakah ia sehat atau sedang sakit. Kalau ia sehat, air tak kelewat dingin, udara cerah, tak masalah jika anak mandi agak sedikit lama dalam bak mandinya."

SARANA PENDUKUNG

Nah, untuk menciptakan suasana mandi yang menyenangkan, siapkan aneka perlengkapan mandinya. Antara lain seperti yang terlihat pada gambar-gambar dibawah ini.

- Alat Bantu Penyangga Tubuh Bayi

Biasanya kala memandikan, ibu menggunakan satu tangan untuk menyangga punggung bayi dan tangan lain bergerak kian kemari: mengambil sabun dan sampo, membasuh, dan membilas badan bayi. Hal yang dikhawatirkan bisa saja terjadi. Karena tangan ibu licin, membuat pegangan bayi terpeleset dan terlepas sehingga tercebur ke dalam bak. Apalagi umumnya ibu yang baru belajar memandikan bayi biasanya tegang.

Untuk antisipasinya, bayi bisa ditaruh pada sandaran mandi yang diletakkan dalam bak mandi. Kedua tangan ibu bisa leluasa dalam bergerak. Posisi bayi pun aman, karena ukuran sandaran dibuat pas sesuai dengan tubuhnya dan tidak bisa bergeser meski si bayi bergerak menendang-nendangkan kakinya. Alat penyangga tubuh bayi ini bisa digunakan dari bayi lahir sampai sekitar usia 3 bulanan.

- Waslap dan Handuk

Waslap sebetulnya tidak terlalu banyak diperlukan, mungkin 2-3 buah sudah cukup. Digunakan untuk memudahkan menggosokkan badan bayi. Masukkan sabun dalam waslap, lalu usap-usapkan ke tubuh bayi.

Handuk diperlukan untuk membungkus tubuh bayi setelah diangkat dari bak mandi. Sesuaikan ukurannya dengna tubuh bayi. Agar ia tak kedinginan, bisa juga dipilih handuk yang dilengkapi penutup kepala.

- Sampo dan Sabun Khusus Bayi

Jangan salah, lo, trauma mandi bisa terjadi karena penggunaan sabun dan sampo. Misalnya sampai terkena pada matanya dan si bayi merasa pedih. Pilih sampo khusus bayi, begitu pula dengan sabun. Kadang ada juga orang tua yang menambahkan baby oil dalam air di bak mandi untuk melembutkan kulit bayi. Setelah mandi dengan bersih, jangan lupa bilas tubuhnya dengan air bersih.

- Bak Mandi

Untuk ibu yang baru melahirkan tentunya akan lebih mudah memandikan bayi dalam posisi berdiri dibandingkan harus berjongkok. Karena itu bisa dipilih bak mandi yang mempunya besi penyangga. Posisi ibu yang nyaman akan membuat ibu tak terburu-buru saat memandikan bayi.

Bila usia bayi sudah agak besar dan sudah bisa duduk, bak mandi bisa ditaruh di lantai tanpa menggunakan besi penyangga. Posisi ibu bisa berjongkok. Hendaknya bak mandi tidak diisi air terlalu penuh untuk menghindari si bayi terpeleset dari tangan ibu dan tenggelam di bak mandi. Pengalaman bayi "tercebur" ini bisa berdampak kelak ia takut air. Selain itu, gunakan air yang tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas.

- Mainan

Banyak sekali macam mainan untuk di air. Ada yang berbentuk binatang, boneka, dengan aneka warna menarik. Umumnya terbuat dari plastik, karet, dan spons. Mainan dari bahan spons ini sebetulnya bisa juga sebagai pengganti waslap, asalkan bahannya halus agar tubuh bayi tak tergores.

Mainan dari bahan spons ini bisa melatih motorik kasar bayi untuk menggenggam. Akan menyenangkan baginya melihat air keluar saat ia memeras spons. Biasanya mainan air digunakan ketika bayi sudah mulai mengerti, yaitu sekitar usia 3 bulanan atau sudah mulai duduk. Sebelumnya, mungkin orang tua hanya mengenalkannya saja dengan memegang dan memperlihatkannya pada si bayi. "Tujuan mainan ini sebetulnya sebagai penunjang agar membuatnya merasa senang saat mandi. Tapi yang lebih penting, tampilkan wajah gembira saat memandikannya. Ajak ia berbicara atau bersenandung."