Tuesday, June 17, 2008

Seks Instan, Pas Buat yang Sibuk

KESIBUKAN pekerjaan bukan saja dapat menyita waktu, tapi juga kehidupan seksual Anda. Kalau ini yang terjadi, sesekali lakukanlah hubungan seks instan.

Seks merupakan tingkat kepuasan tertinggi dalam hubungan suami istri. Hal itu diyakini Dr Boyke Dian Nugraha, SpOG yang sangat menganjurkan variasi bercinta. "Jika seks dilakukan dengan cara yang itu-itu saja, sama saja dengan mengonsumsi makanan dengan lauk-pauk yang sama. Pasti membosankan dan akibatnya merugikan hubungan cinta kasih antarmereka," katanya.

SPONTAN DAN SINGKAT

Seks instan cocok bagi pasangan sibuk karena sifatnya yang spontan tanpa persiapan, serta waktunya yang singkat, paling lama lima menit. "Namun, tak berarti kala senggang pun orang tak bisa melakukan seks instan. Untuk variasi bisa saja kan?"

Berhubung tanpa rencana, maklum saja kalau adegan percintaan dilakukan dengan pakaian lengkap, juga tidak disertai pemanasan ataupun foreplay. "Supaya tidak menimbulkan rasa sakit pada pasangan karena lubrikasi pada perempuan biasanya memerlukan waktu lama, maka tidak ada salahnya jika istri memakai gel pelicin sehingga hubungan seks bisa dinikmati dengan aman dan nyaman," saran Boyke.

Lokasinya juga tak melulu harus di kamar tidur, tapi bisa di tempat lain, seperti dapur, kamar mandi, bahkan taman. Inilah yang kerap membuat deg-degan, khawatir aktivitasnya diketahui orang lain. "Namun, justru itulah keunikan dan keindahan seks instan. Ketergesa-gesaan dan sensasi yang ditimbulkan dari sebuah hubungan singkat bisa menjadi pengalaman indah."

Hanya saja, dalam hubungan seperti ini biasanya hanya pihak suami yang mengalami orgasme, sementara istri perlu waktu cukup lama. "Maka harus ditekankan, kepuasan dalam hubungan seks instan adalah pada pengalaman indah yang dialami, bukan pada orgasme. Suami jadi lebih sayang pada istrinya. Istri pun merasa puas sudah memberikan pelayanan pada Suami."

PENAMPILAN TIMBULKAN GAIRAH

Timbulnya keinginan untuk melakukan hubungan instan umumnya terjadi saat istri atau suami berpenampilan menarik dan menggairahkan. Saat melihat istri mengenakan baju pesta dengan bahu terbuka atau memakai kebaya yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, suami gampang dibuat bergairah. Sama halnya saat suami memakai pakaian olahraga, yang memperlihatkan dadanya yang bidang, gairah istri pun biasanya memuncak. Saat gairah datang, inilah waktu yang tepat untuk bercinta dalam ketergesaan.

Memang sih, bisa dibayangkan betapa repotnya merapikan kembali dandanan yang kusut setelah itu. Namun, repot sedikit tak apalah. Toh, manfaatnya sungguh luar biasa. Api cinta akan membara dan hubungan suami istri pun kembali menyala.

Bila pasangan menolak karena merasa belum siap, Boyke menyarankan, "Bujuklah dia dengan segenap rayuan. Puji penampilannya, seperti 'Wah, pagi ini kamu cantik sekali.' Demikian juga kepada suami. Lambat laun hatinya pun akan luluh." Ia memberi garansi, jika pasangan sudah pernah melakukan seks ngebut sekali saja dan merasa terkesan biasanya dia tak akan menolak yang kedua kali."

BUKAN SATU-SATUNYA

Meskipun meninggalkan kesan yang dalam, seks instan hanyalah satu dari sekian variasi hubungan seksual. Jangan menjadikannya sebagai satu-satunya model hubungan seks. "Karena jika seks instan ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin pasangan dilanda perasaan bosan."

Menurutnya, keseringan bercinta secara tergesa-gesa juga bisa membuat pria mengalami masalah ejakulasi dini. "Ingat, yang dimaksud ejakulasi dini jika pria hanya bisa melakukan hubungan seks tidak lebih dari 3 menit."

Dengan kata lain, seks instan dan hubungan seks yang normal dan terencana pun sama pentingnya. Masing-masing saling menguatkan dan memperkaya kehidupan seksual suami istri. "Lakukan paling tidak satu kali dalam seminggu. Tua ataupun muda cocok saja melakukannya."

Monday, June 16, 2008

Ngeseks dengan Daun Muda Bikin Perkasa?

SEORANG pria, sebut saja X gemar merupakan eksekutif yang kerap pergi ke luar kota untuk urusan dinas. Usai konferensi atau seminar teman-temannya suka memberi 'hadiah kejutan', seorang wanita muda yang selalu tampil aduhai dan menggiurkan hasrat kelakiannya.

X, karena merasa tidak perlu dan takut tertular penyakit menular seks hanya mengajak si perempuan seksi ini mengobrol saja. Begitu seterusnya setiap kali teman-temannya menyuguhkan hal ini saat keluar kota. Dalam obrolan sesama lelaki, ternyata sering disinggung soal 'daun muda' yang konon sangat bermanfaat untuk menjaga keperkasaan dan membuat awet muda pula.

Kata X, ada beberapa teman yang sangat mempercayai hal itu, dengan segala argumentasinya. Malah ada satu teman yang tidak mau menikah, karena merasa tidak butuh, berhubung sudah kadung enak bisa mendapatkan 'darah segar' kapan pun dia mau, dengan status bujangan kaya dan tampan pula. Benarkah, melakukan hubungan seks dengan daun muda atau perempuan/perjaka yang masih muda membuat seseorang menjadi perkasa secara seksual?

Mitos
Memang luas beredar di masyarakat anggapan bahwa hubungan seksual dengan wanita muda, yang kerap disebut “daun muda”, dapat membuat orang menjadi lebih perkasa dan awet muda.

Namun menurut Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And, sebenarnya tidak ada dasar ilmiah yang membenarkan bahwa hubungan seksual dengan anak muda akan menyebabkan awet muda. Anggapan ini jelas salah dan hanya merupakan suatu mitos.

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang sehingga menjadi sehat dan awet muda. Faktor itu antara lain keteraturan irama hidup, ada tidaknya gangguan atau penyakit, ada tidaknya gangguan psikik, dan faktor genetik.

Irama hidup yang tidak teratur akan berpengaruh terhadap pola makan, waktu kerja, dan waktu istirahat. Keadaan ini akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga menjadi tidak sehat dan tampak lebih tua dari usianya.

Demikian juga bila terdapat gangguan fisik dan psikik, tubuh menjadi tidak sehat dan penampilan cenderung tampak lebih tua. Pengaruh faktor genetik juga sangat menentukan bagi penampilan fisik seseorang.

Berdasarkan faktor tersebut, seksolog dan androlog dari Universitas Udayana Bali ini mengatakan, tidak tampak pengaruh hubungan seksual dengan orang muda terhadap kesehatan dan penampilan yang awet muda. Bahkan kalau hubungan seksual itu berisiko tinggi, khususnya berupa penularan Penyakit Menular Seksual, justru penyakitlah yang didapat.

Tetapi mitos itu memang telah beredar luas, dan diyakini oleh banyak orang, karena pengetahuan seksual yang kurang. Bahkan tidak sedikit pekerja seks yang membujuk anak jalanan agar terangsang dan mau melakukan hubungan seksual sebagai "obat awet muda" walaupun belum muncul istilah "batang muda".

Tentu saja fenomena ini sangat merugikan bahkan membahayakan bagi anak-anak jalanan itu. Kemungkinan tertular Penyakit Menular Seksual (penyakit kelamin) sangat besar. Kalau penyakit yang menularinya adalah penyakit yang “biasa” dan mudah disembuhkan, mungkin bukan suatu masalah besar. Tetapi bagaimana kalau anak-anak itu tertular HIV/AIDS?

Sunday, June 15, 2008

Sering Ngeseks Bikin Awet Muda?

SELAIN mitos tentang berhubungan seks dengan gadis muda atau perjaka membuat seseorang perkasa, juga beredar luas di masyarakat bahwa sering berhubungan seks dapat membuat kita awet muda. Di tengah masyarakat yang pengetahuan seksualnya rendah, mitos tentang seks ini dapat tumbuh subur dan diyakini sebagai suatu kebenaran. Demikian kata Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And.

Guru besar seksologi dan andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali ini menyatakan salah satu mitos lain tentang seks ialah hubungan seksual yang dilakukan seringkali dapat membuat orang awet muda dan panjang umur. Sama seperti mitos hubungan seksual dengan “daun muda”, maka mitos inipun tidak punya dasar ilmiah sehingga tidak seharusnya dipercaya.

Frekuensi hubungan seksual ditentukan oleh dorongan seksual, keadaan kesehatan tubuh, faktor psikik, dan pengalaman seksual sebelumnya. Tentu saja faktor tersebut juga berlaku bagi pasangannya. Karena itu frekuensi hubungan seksual tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung kepada kemauan dan kemampuan setiap pasangan.

Panjang dan tidaknya usia seseorang tidak ditentukan oleh seringnya melakukan hubungan seksual. Jadi bukan berarti semakin sering melakukan hubungan seksual, usia menjadi semakin panjang sehingga menjadi panjang umur. Justru sebaliknya yang mungkin terjadi. Karena faktor di atas mendukung, termasuk kesehatan tubuh, maka hubungan seksual sering dilakukan. Tetapi bila seseorang memaksa diri melakukan hubungan seksual yang sering padahal mengalami gangguan fisik tertentu, tentu bukan panjang umur yang dirasakan.

Beberapa faktor yang menentukan usia harapan hidup seseorang, menurut Wimpie adalah keadaan kesehatan tubuh dan jiwa, keadaan sosial ekonomi, keadaan gizi, dan faktor lingkungan khususnya yang berkaitan dengan kesehatan. Kalau faktor tersebut mendukung, maka usia harapan hidup menjadi lebih panjang. Sebagai contoh, karena keadaan kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat lebih baik, maka usia harapan hidup manusia Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pada masa awal kemerdekaan.