Tuesday, June 10, 2008

Suami Selingkuh Lagi, Tapi Belum Siap Cerai

"Aduh, Bu, suami saya ketahuan selingkuh lagi. Padahal, dua tahun lalu dia sudah berjanji tidak akan selingkuh lagi kalau saya mau menerima anaknya dari selingkuhannya yang lalu. Memang benar, setelah saya ambil anaknya, dia menceraikan selingkuhannya tersebut. Demi keutuhan rumah tangga saya dan kesadaran anaknya tidak bersalah, dengan jiwa besar dan keterbukaan hati yang tulus saya terima usulnya mengambil anaknya dari selingkuhannya dan saya besarkan bersama dua anak kandung saya.

Kedua anak kandung saya pun menerima kehadiran "adiknya" itu dengan senang hati. Nyatanya dia tidak menepati janji dan sumpah yang diutarakan sewaktu saya bersedia menerima anaknya dua tahun lalu. Ibu, apa yang harus saya lakukan? Untuk bercerai saya belum siap, tetapi menerima kenyataan ini benar-benar menyakitkan. Saya juga bertanya kepada suami saya, apa sih kekurangan saya selama ini? Apakah saya kurang melayani kebutuhannya? Atau dia menginginkan hal lain dari apa yang dia peroleh dari saya? Jawabnya selalu, "Enggak, kamu enggak kurang apa-apa, sudah sempurna, ini sih saya saja yang tidak baik."

Kalau memang saya tidak kurang suatu apa pun, kok tega sekali dia berkhianat lagi. Padahal, saya kerja untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga, rumah pun selalu saya usahakan bersih dan rapi. Kecuali itu, dalam masalah seksual pun saya selalu siap, selelah apa pun kondisi saya. Sebetulnya, apa sih maunya laki-laki suami itu, Bu?" Demikian N (40), karyawati PNS, dengan air mata berlinang.

Kasus seperti ini hanyalah salah satu contoh dari banyak kasus perselingkuhan ganda/ beruntun dalam rumah tangga. Tentu saja kejadian seperti apa yang dialami N sangat memukul perasaan N dan bisa dipahami bila kejadian tersebut membuat dirinya bingung tujuh keliling, apa lagi yang harus dilakukan demi keutuhan rumah tangganya. Untuk terus-menerus diduakan pun, N merasa tidak sanggup. N tidak ingin kehidupannya dilanda kecurigaan, kecemburuan berlanjut.

Kesetiaan dan komitmen
Kehidupan rumah tangga baruakan mulus dan langgeng bila di antara pasangan yang menjalin kehidupan perkawinan bertekad saling setia satu sama lain dan mempunyai komitmen tinggi terhadap perkawinannya. Kesetiaan dan komitmenlah yang menjaga kepercayaan dan keterpercayaan satu sama lain yang melandasi relasi cinta kasih antara keduanya.

Kesetiaan, komitmen, kepercayaan-keterpercayaan (basic trust), dan cinta kasih merupakan empat faktor penting yang menjadi tonggak keutuhan rumah tangga secara fisik dan mental. Perselingkuhan, apakah itu dilakukan suami atau istri, akan langsung meruntuhkan keempat tonggak kehidupan rumah tangga. Kehancuran esensi kehidupan rumah tangga pun akan bertahap terjadi, apa pun yang diupayakan oleh kedua pasangan.

Pada kasus N, mengambil anak dari hasil perselingkuhan suami ternyata juga tidak menjamin terjaganya keutuhan tonggak rumah tangga. Masalahnya bukan terletak pada perannya sebagai istri yang baik atau suami yang "pernah baik" dan "menjadi pengkhianat lagi", tetapi terletak pada kurang terbinanya kesetiaan dan komitmen suami
Ny N terhadap perkawinan sehingga basic trust dan cinta kasih pun meluntur.

Mengapa basic trust meluntur?
Pengalaman Ny N dikhianati suami melukai batin secara mendalam dan tidak akan dapat tersembuhkan sampai akhir zaman pada sisi Ny N. Kiranya perlu juga disimak, melunturnya basic trust juga mengikis cinta kasih yang sebelumnya terbina.

Luka batin tersebut tanpa disadari akan selalu mewarnai setiap perilaku dan ungkapan verbal Ny N, terutama dalam relasinya dengan suami. Tanpa disadari, kenyinyiran, sindiran, dan kegamangan akan kepercayaan terhadap kesetiaan suami akan sesekali, bahkan mungkin saja secara berlanjut, muncul sehingga dapat dipastikan suaminya akan merasa tidak pernah nyaman bila berada di rumah.

Suami Ny N merasa terus-menerus terteror oleh ungkapan negatif yang kurang disadari Ny N. Sementara itu, teror berlanjut yang dirasakan suami Ny N tanpa disadari pasti mengikis cinta kasih suami terhadap Ny N. Jadi, walaupun peningkatan pelayanan Ny N secara fisik benar-benar diupayakan, seperti kesediaannya mengasuh anak suami dari selingkuhan terdahulu, menata rumah, meningkatkan pelayanan seksual sekalipun, ternyata tidak menyebabkan kenyamanan relasi di antara suami-istri kembali terbina seperti semula. Ketidaknyamanan berlanjut ini bisa saja menjadi salah satu pemicu utama perselingkuhan suaminya untuk kedua, ketiga, dan selanjutnya.

Apabila uraian di atas disimpulkan, kita akan memahami pepatah lama yang mengungkap "sekali lancung ke ujian seumur hidup tak terpercaya" benar-benar teruji kebenarannya.Untuk itu, berpikirlah dua-tiga kali untuk melanjutkan hubungan dengan lawan jenis setelah menikah bila hubungan tersebut mengarah pada keadaan nyarisselingkuh.

Kiat Seks ketika Gairah Turun

SIAPA bilang mood pria tidak bisa turun saat sedang di atas tempat tidur? Hubungan seks melibatkan fisik dan emosi, jadi, apa pun yang mengganggu kedua hal itu –kerjaan kantor yang menumpuk, mertua yang senang meneror– pasti bisa membuat pria kehilangan mood-nya untuk berhubungan seks.

Tunggu dulu, bukan berarti Anda bisa lepas tangan. Bila seks sudah sangat mendesak bagi si Dia, Anda harus berusaha untuk tetap memuaskannya –seperti Anda selalu menuntut si Dia untuk memuaskan Anda. Berikut ini cara menyiasatinya.

Perut Anda Terlalu Kenyang
Ajak si Dia menonton film sebelum berhubungan seks. Saat film selesai, seharusnya makanan yang telah Anda telan sudah dicerna. Atau, cobalah minum obat pencahar agar Anda dapat membuang kelebihan beban. Jika perut Anda masih membengkak, gunakan vibrator sebagai pemanasan.

Anda Mabuk
Cobalah untuk jalan memutari blok rumah Anda sebanyak dua kali. Atau lakukan sedikit latihan seperti pushup, dan minumlah air putih yang banyak. Saat berhubungan seks, gunakan jari tangan atau vibrator unruk menstimulasinya. Fokuskan pikiran Anda pada wanita seksi agar Anda bisa cepat mencapai klimaks.

Anda Kurang Tidur Malam Sebelumnya
Kopi tidak akan membantu banyak, karena kafein justru dapat membuat ereksi berkurang, malah membuatnya lemas kembali. Jadi, minumlah air putih, karena air putih juga dapat membuat diri Anda terjaga. Lupakan pula penetrasi, dan cobalah melakukan seks quickie untuk mempersingkat waktu.

Anda Kelelahan Karena Aktivitas Fisik
Teguklah minuman berenergi untuk mendongkrak stamina Anda. Cari tahu, mana minuman berenergi yang memberikan dampak paling maksimal untuk tubuh Anda. Begitu Anda di atas tempat tidur, ucapkan sesuatu yang manja di telinganya, dan katakan kalau Anda dalam kekuasaannya. Biarkan Dia yang beraksi –women on top, oral seks– jadi Anda tak perlu repot-repot.

6 Kiat Tingkatkan Kualitas Sperma

Anda ingin meningkatkan peluang memiliki anak atau hanya sekadar ingin ejakulasi dengan tingkat sperma dan air mani yang tinggi? Sperma yang banyak merupakan satu tanda sistem reproduksi yang sehat.

Tidak diragukan memiliki air mani dan sperma yang lebih banyak menghasilkan orgasme lebih lama, termasuk meningkatnya hasrat seks. Jika Anda ingin menyirami pasangan dengan cinta sekaligus menjadi seorang calon ayah, inilah beberapa tips untuk memperbaiki dan meningkatkan jumlah sperma:

Berhenti merokok
Jika Anda seorang perokok saat ini, berhentilah. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Penelitian menujukan perokok memiliki jumlah sperma lebih kecil dibanding pria yang tidak merokok.

Hindari memakai celana ketat dan panas
Testis perlu memiliki suhu lebih sejuk dibanding bagian tubuh lain karena itu memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitarnya panas. Sedapat mungkin usahakan tidak mengenakan celana dalam sewaktu tidur untuk menjaga suhu tetap sejuk.

Mulailah makanan makanan yang tepat
Diyakini atau tidak, pola makan akan memengaruhi produksi sperma. Cobalah makan makanan rendah lemak, berprotein tinggi, sayuran dan seluruh jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

Kurangi hubungan intim dan masturbasi
Banyak pria mengeluhkan air mani mereka sedikit dan encer. Semakin banyak ejakulasi, semakin berkurang kekentalalan air mani tersebut. Jika Anda melakukan hubungan intim setiap hari atau lebih buruk lagi masturbasi akan berpengaruh pada jumlah sperma dan kekentalan air mani itu sendiri.

Kurangi alkohol
Alkohol dapat memengaruhi fungsi liver yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Sebaiknya hentikan minum alkohol mulai saat ini apabila Anda tidak ingin kehilangan jumlah produksi sperma.

Mencoba suplemen alami
Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma, sementara suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma, seperti L-carnitine yang ditemukan dalam daging merah. Selain itu, susu merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan produksi sperma.

Folic acid atau asam folat ketika digabung dengan seng dapat meningkatkan produksi sperma, L-arginine yang ditemukan dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen juga memiliki khasiat yang sama, termasuk vitamin E dan selenium yang dapat memperbaiki kecepatan dan konsentrasi sperma.