Friday, April 04, 2008

Buat para penghisap puting payudara

Hati-hati Mengisap Puting Payudara Isteri
--------------------------------------------

Radang payudara, walaupun tak seberbahaya dibandingkan kanker payudara, wajib juga mewaspadainya. Apalagi bila suami Anda perokok atau tak peduli dengan kesehatan mulut.

Meskipun kalah populer dengan kanker payudara, mastitis payudara juga wajib dikenali untuk upaya pencegahan karena jika sudah akut, bisa berakibat pengangkatan peyudara. Istilah mastitis payudara berarti radang pada payudara. Gejalanya bermacam termasuk adanya benjolan di payudara. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya radang ini termasuk keberadaan kuman.

Bila diumpamakan, payudara itu bagaikan pohon yang memiliki batang, dahan, dan ranting. Bayangkan saja betapa rumit jaringan pengikat, saluran, dan kelenjar penyusunnya. Oleh sebab itu baik pria atau wanita wajib menjaga bagian tubuh yang satu ini dengan baik untuk menghindari kemungkinan terjadinya mastitis.

Tak hanya Anda pemilik payudara yang harus menjaga kebersihan, pasangan Anda pun mesti menjaga kesehatan mulut, jika ia terbiasa menghisap puting payudara saat berhubungan seks.

Tiga jenis, tiga penyebab
-----------------------------
Ada tiga jenis mastitis yaitu mastitis periductal, mastitis pueperalis, dan mastitis supurativa. Ketiga jenis mastitis ini muncul akibat penyebab yang berbeda dan muncul dalam kondisi yang juga berbeda.

Mastitis periductal biasanya muncul pada wanita di usia menjelang menopause, penyebab utamanya tidak jelas diketahui. Keadaan ini dikenal juga dengan sebutan mamary duct ectasia, yang berarti pelebaran saluran karena adanya penyumbatan pada saluran di payudara.

Menurut dr. Samuel J. Haryono, SpB K Onk dari RS Kanker Dharmais, pada wanita usia 45 tahun ke atas atau pada usia memasuki menopause, beberapa pemicu reaksi peradangan ialah perubahan hormonal dan aktivitas menyusui di masa lalu. Faktor penyebab penyumbatan yang utama ialah jaringan yang mati dan air susu itu sendiri.

Tumpukan jaringan mati dan air susu di saluran payudara ini menyebabkan buntunya saluran dan pada akhirnya malah melebarkan saluran di belakangnya, yang biasanya terletak di belakang puting payudara. Hasil akhirnya ialah reaksi peradangan yang disebut mastitis periductal.

Jenis kedua ialah mastitis pueperalis atau disebut juga lactational mastitis, jenis ini banyak diidap wanita hamil atau menyusui. Menurut dr. Samuel, sekitar 90 persen penyebab utama mastitis jenis ini ialah akibat kuman yang menginfeksi payudara ibu. Hal ini dikarenakan air susu merupakan media yang subur bagi pengembang biakan berbagai jenis kuman.

Jenis kuman yang paling umum ditemui pada mastitis jenis ini ialah Staphylococcus aureus, yang bisa ditransmisi ke puting ibu melalui kontak langsung. Ibu yang sedang menyusui, bisa mendapatkan kuman ini dari kontak dengan mulut bayi, tapi bisa juga dilakukan penularan sebaliknya, dari ibu ke bayi melalui plasenta.

"Asal kuman pastinya dari kontak langsung antara puting dengan dunia luar, baik itu dari mulut bayi atau mulut suaminya, apalagi pada orang dengan kesehatan mulut rendah seperti mulut dari pengisap rokok," tutur dokter spesialis bedah onkologi ini.

Jenis terakhir ialah mastitis supurativa. Mastitis jenis ini ialah yang paling sering ditemui. Mirip dengan jenis sebelumnya, mastitis jenis ini juga disebabkan kuman staphylococcus. Selain itu bisa juga disebabkan oleh jamur, kuman TBC, bahkan sifilis.

Infeksi kuman TBC memerlukan penanganan yang ekstra intensif. Bila penanganan tidak tuntas, bukan mustahil langkah mastektomi/pengangkatan payudara harus dilakukan. "Kelainan di kelenjar dan saluran payudara bisa menyebar tak terkendali dan bahkan bisa berulang kejadiannya bila penanganan tidak tuntas," tegas dokter kelahiran Yogyakarta ini.

Beda dengan kanker
------------------------
Pada dasarnya gejala yang timbul akibat mastitis ialah timbulnya benjolan di payudara. Benjolan/penebalan ini berwarna merah, juga terasa panas dan nyeri. Nyeri yang timbul ialah berupa rasa 'nyut-nyut' di daerah payudara, apalagi bila benjolan ini sebagai bisul yang pecah, maka penampilannya jadi mengerikan selain nyeri yang menyertainya.

Rasa nyeri inilah yang merupakan perbedaan mendasar antara mastitis dan kanker payudara. Pada kanker payudara, pada awalnya pengidap tidak akan merasa nyeri sama sekali, melainkan hanya timbul benjolan.

Benjolan yang ada pada mastitis bukan seperti kanker yang bentuknya keras, melainkan berupa penebalan yang berisi cairan. Radang biasanya menyerang salah satu payudara saja, tapi tidak menutup kemungkinan bisa menyebar hingga kedua payudara terinfeksi.

Pada beberapa kondisi, mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan dari daerah puting, cairan ini berwarna putih kekuningan serupa nanah. Lain dengan kanker payudara dimana cairan yang keluar dari puting biasanya merah atau kuning kecoklatan seperti noda darah. Terkadang perasaan seperti puting tertarik juga dialami pengidap.

"Orang terkadang over estimate terhadap mastitis, padahal ini merupakan kasus jinak yang bisa diatasi, justru bila tidak dirasa nyeri itulah yang wajib diwaspadai," ujar dokter yang hobi melukis ini.

Dilihat dari penyebabnya, mastitis tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan, melainkan lebih kepada faktor hormonal dan infeksi. Lain dengan kanker payudara yang dipengaruhi faktor hormonal bahkan faktor keturunan.

Pada mastitis yang disebabkan infeksi kuman, terkadang berkembang menjadi suatu abses/ kumpulan nanah dalam rongga baru di jaringan kelenjar payudara. Nanah ini terbentuk dari kumpulan bakteri, jaringan, dan leukosit baik yang mati ataupun yang hidup. Bahayanya, nanah ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan rasa meriang/demam tinggi dan menggigil, keringat banyak, turunnya daya tahan tubuh, bahkan hingga menurunnya kesadaran.

Kalau sudah begini, mau tak mau harus dilakukan penanganan dokter secara seksama. Setelah dilakukan diagnosa, dokter bisa menentukan langkah penyembuhan yang tepat, baik dengan pemberian antibiotik saja atau harus dilakukan tindakan operasi.

Bila ditemukan gejala menetesnya cairan dari putting, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang disebut duktografi. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukan bahan kontras, dimana akan dilakukan foto di saluran payudara, dengan demikian dapat diketahui adanya sumbatan atau polip pada saluran tersebut. Dalam kasus mastitis periductal, terkadang dilakukan juga langkah biopsi bila disertai massa tumor, minimal untuk menyingkirkan kemungkinan tumor atau kanker.

Sedangkan bila ternyata ditemukan benjolan tersebut diduga suatu abses, apalagi yang mengandung nanah, maka harus dilakukan operasi berupa insisi dan drainase, yaitu operasi penyayatan dan penyaluran nanah. Perlu diingat bahwa operasi pengeluaran nanah ini harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu pada saat benjolan tersebut melunak / matang agar mudah dikeluarkan.

Langkah operasi diawali dengan pembiusan pasien. Biasanya dilakukan bius lokal saja, tapi bila mastitis disebabkan infeksi kuman, maka dilakukan bius umum pada pasien. Berikutnya, daerah payudara dibersihkan dahulu dengan cairan desinfektan khusus. Setelah itu baru bisa dilakukan penyayatan pada daerah benjolan, pada tahap ini dokter akan mencoba membersihkan radang tersebut secara mekanik debridement .

Kemudian dokter akan melakukan drainase yaitu memberikan saluran khusus yang digunakan untuk mengalirkan nanah yang ada. Bila langkah ini selesai dilakukan, maka operasi yang memakan waktu sekitar ½ -1 jam akan ditutup dengan melakukan penjahitan luka secara situasional.

"Bila radang masih termasuk tahap awal dan belum timbul nanah, maka tidak perlu dilakukan tindakan operasi, cukup dengan pemberian antibiotik saja," simpul dokter yang pernah bermukim di Amsterdam - Belanda ini.

Pemberian antibiotik dilakukan sesuai dosis. Dosis dan cara pemberian antibiotik ditentukan berdasarkan berat
ringannya infeksi dan berat badan seseorang. Perlu diingat, ibu yang sedang menyusui dan dalam masa
pengobatan dianjurkan tidak menyusui bayinya.

Pria bisa terkena
---------------------
Menurut dr. Samuel, mastitis payudara bisa menimpa siapa saja, tidak hanya kaum perempuan. Infeksi payudara juga bisa terjadi pada pria, misalnya pada pria yang terkena infeksi kuman karena melakukan
tindik di daerah puting. Selain itu pria dengan pembengkakan payudara atau yang dikenal dengan sebutan ginekomasti juga rentan terkena mastitis meskipun kecil sekali kemungkinan berkembang jadi kanker payudara.

Bayi dan anak-anak juga tak luput dari bahaya. Bayi bisa tertular radang dari ibunya melalui plasenta. Anak-anak bisa tertular kuman penyebab radang ini misalnya melalui gigitan serangga di daerah payudara, seperti contoh salah satu pasien dr. Samuel.

Peringatan juga ditujukan bagi perempuan yang melakukan suntik silikon atau injeksi kolagen untuk memperindah bentuk payudara. "Reaksi tubuh terhadap benda asing seperti implant silikon dan kolagen bisa beragam diantaranya mengakibatkan pengerasan jaringan payudara akibat reaksi jaringan ikatnya atau peradangan di payudara bila terinfeksi kuman " jelas dr. Samuel.

Kunci pencegahan yang utama ialah dengan menjaga kesehatan payudara dan memelihara payudara yang 'cantik dan sehat'. Jadi, mulailah perhatikan kesehatan payudara Anda, jangan semata-mata hanya mengutamakan penampilan/ keindahannya saja.

Mau perkasa di ranjang ?? Pijat testis kuncinya

Pernahkah Anda mendengar mitos bahwa bila ingin ereksi bertahan lama, organ intim pria sebaiknya direndam di air teh basi? Apakah kemudian organ intim pria akan menjadi 'lebih perkasa' kala perendaman itu dilakukan terus menerus, sampai sekarang belum ada bukti yang mendukung hal tersebut.

Ternyata mitos-mitos tentang kesehatan reproduksi pria tak hanya di Indonesia saja. Di Jepang tulisan tentang bagaimana membuat organ intim pria lebih perkasa juga banyak ditemukan. Tulisan berikut ini ditulis oleh Tachikawa Tomoo, seorang pria Jepang mengkonsentrasikan diri pada penelitian terhadap kesehatan, kiat-kiat agar panjang umur, dan meningkatkan gairah hidup.

Sama seperti halnya mitos yang di atas, tulisan Tachikawa ini belum ada bukti empirisnya. Bahkan, Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, seorang Androlog dari Universitas Udaya – Bali saat diminta konfermasinya tentang fakta-fakta yang diungkapkan oleh Tachikawa, mengatakan bahwa dalam ilmu Andrologi, pemijatan pada testis dan sekitarnya tidak dikenal. “Bagaimana mungkin hanya dengan dipijat kesuburan menjadi baik, padahal penyebabnya bermacam-macam. Bahkan pemijatan dapat berbahaya bila ada infeksi pada testis, saluran sperma, dan sekitarnya,” ujarnya saat dimintai konfermasi lewat email.

Tachikawa mengatakan bahwa selain faktor usia, ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan menurunnya vitalitas pria. Stres, kurang tidur, pola hidup tidak teratur, makan dan minum alkohol yang berlebihan, merupakan penyebab dari menurunnya kekuatan tubuh. Hal ini pula yang menyebabkan menurunnya vitalitas seorang pria.

Ada tiga faktor yang dapat dilakukan agar seorang pria dapat melakukan seks dengan maksimal dan menyenangkan selama hidupnya. Ketiga faktor itu adalah :

1. Penilaian tentang seks.

Penting adanya penilaian mengenai seks. Bahwa seks bukan lah sekedar hubungan badan. Dalam melakukan hubungan seks, tidak hanya dibutuhkan tenaga dan organ intim semata. Untuk melakukan hubungan seks diperlukan keinginan, ereksi, dan ejakulasi, yang semuanya itu timbul karena adanya perintah dari otak.

Bila otak sering dipakai dan tidak pernah melakukan penyegaran otak, maka lama kelamaan seorang pria akan mengalami kemunduran seksual.

2. Asupan gizi makanan

Bila asupan mineral yang berguna dalam seks, misalnya zinc, selenium, dan lain-lain tidak mencukupi, maka vitalitas tubuh akan menurun. Jika selama ini ada mitos bahwa makanan-makanan tertentu bisa meningkatkan vitalitas pria, bukan berarti bahwa makanan yang mengandung beragam gizi harus ditinggalkan.

Tetaplah mengonsumsi makanan dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang sehingga semua organ tubuh, termasuk organ intim dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan fungsinya.

3. Perawatan testis

Mungkin poin ketiga ini merupakan langkah yang dapat dirasakan hasilnya secara langsung, yaitu memberikan pijatan ringan pada testis. Testis merupakan sumber dari stamina seorang pria. Sehingga bila fungsi dari testis ini meningkat, maka dengan sendirinya daya vitalitas pun juga meningkat.

Suhu testis adalah sekitar 4 – 5 ºC lebih rendah dari suhu tubuh. Sebaiknya suhu testis ini antara 31 – 32 ºC. Di atas dan di bawah kisaran suhu tersebut dapat dikatakan kurang baik. Namun demikian, pada saat musim kemarau, suhu udara tinggi sehingga sewajarnya bila suhu di dalam celana pun juga tinggi. Pada kondisi seperti ini fungsi kemampuan testis dapat menurun.

Dibandingkan dengan penis, keberadaan testis ini cenderung tidak begitu dipedulikan. Sehingga perawatannya pun kurang diperhatikan. Tidak menggunakan celana ketat merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan testis. Selain itu juga menggunakan celana dalam yang menyerap keringat pada saat musim kemarau juga merupakan sebuah saran yang patut dipertimbangkan.

Perawatan testis

Berbagai hal dalam kehidupan dan aktivitas yang dilakukan oleh pria dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan testis. Dengan demikian tanpa disadari, hal ini akan menyebabkan menurunnya vitalitas dirinya.

Lima langkah berikut direkomendasikan oleh Tachikawa untuk mengembalikan dan mempertahankan kondisi testis agar tetap sehat.

#1. Cek kesehatan testis
Anda dapat mengecek sehat tidaknya testis dengan cara menggenggam testis dengan telapak tangan. Testis yang sehat terasa elastis dan berisi saat disentuh. Sedangkan testis yang tidak sehat terasa lembek dan ringan.

#2. Menetralkan suhu testis
Setelah seharian penuh bekerja di luar rumah, terutama di luar ruangan, akan meningkatkan suhu testis. Di atas telah disebutkan bahwa suhu ideal testis adalah 4 – 5 ºC di bawah suhu tubuh. Suhu testis yang terlalu panas ini dapat dinetralkan dengan cara menyemprotnya dengan air shower.

#3. Berikan pijatan ringan
Genggam penis dan testis dengan telapak tangan, berikan pijatan ringan. Pijatan ini merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan produksi sperma dan meningkatkan sekresi testosteron.

#4. Semprot testis dengan air dingin dan hangat
Menyemprotkan air dingin dan air hangat secara bergantian ke testis akan memperlancar peredaran darah. Bila ini dipadukan dengan pemijatan ringan, akan diperoleh khasiat ganda.

#5. Tarik ke atas
Pegang testis dengan kedua tangan, angkat perlahan. Dengan demikian, secara otomatis penis juga akan terangkat. Keadaan ini sama dengan posisi testis pada saat ereksi, penis dan testis mendapatkan rangsangan sehingga dapat memperlancar aliran darah.

Percaya? Sama seperti mitos tentang merendam di teh basi, agaknya fakta yang diungkapkan oleh Tachikawa perlu dibuktikan. Tapi paling tidak, tulisan Tachikawa memberi gambaran dan wawasan pada kita bahwa masalah kesehatan reproduksi pria atau wanita, selalu menarik untuk dibahas.

Pemijatan
----------

Perawatan testis ini dapat dikombinasikan dengan pemberian pijatan pada penis.
#1. Dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan, pijat daerah pangkal penis bagian belakang. Otot yang tedapat di bagian belakang penis ini berfungsi untuk mencegah keluarnya air seni pada saat sedang terjadinya ejakulasi. Selain itu juga berfungsi sebagai munculnya daya tekan saat ejakulasi sehingga air mani dapat memancar dengan kuat.

#2. Pijit penis dengan menggunakan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah tangan kanan. Pada saat ereksi, dapat dilihat ada dua otot di bagian atas penis. Pada kedua otot ini mengalir darah dalam jumlah yang sangat banyak sehingga penis ereksi.

#3. Pijit daerah di sekitar pangkal penis dari atas sampai bagian bawah dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah kedua tangan. Otot-otot pada bagian ini berfungsi unuk mencegah tarjadinya aliran darah berbalik arah pada saat penis dalam keadaan ereksi.


Harus Diperiksa Dulu
--------------------

Untuk mengetahui kesuburan pria, mutlak diperlukan analisis sperma dan pemeriksaan fisik andrologik. Melalui analisis sperma dapat diketahui bagaimana kualitas dan kuantitas spermatozoa, berarti bagaimana keadaan kesuburan pria.

Melalui pemeriksaan fisik andrologik dapat diketahui apakah testis normal atau tidak, penis normal atau tidak, apakah saluran sperma dan pembuluh darah sekitarnya normal atau tidak. Ada alat bantu untuk memeriksa keadaan testis, saluran sperma, dan pembuluh darah sekitarnya. Jadi bukan hanya dilihat begitu saja. Dengan pemeriksaan menggunakan alat bantu, dapat diketahui apakah testis normal atau tidak.

Sperma dipengaruhi oleh banyak faktor, satu di antaranya ialah temperatur testis. Kalau testis lama terpapar temperatur yang tinggi, maka sperma dapat terganggu. Misalnya selalu terpapar api kompor atau mesin mobil di bawah tempat duduk.

Jadi untuk mengatasi gangguan sperma, harus dilakukan pemeriksaan dulu seperti di atas agar dapat diketahui dengan benar bagaimana keadaan sperma dan apa penyebabnya. Tanpa pemeriksaan, dapat dipastikan cara itu tidak benar.

Wanita Lebih Rentan Mandul Dibanding Pria

Mandul! Adalah kata yang paling banyak ditakutkan setiap pasangan suami isteri. Karena bukankah salah satu tujuan berumah tangga adalah meneruskan garis keturunan.

Meski tak semua orang berpendapat sama, tapi secara umum begitulah faktanya. ‘Semoga cepat diberi momongan,’ begitu selalu yang didoakan tiap orang pada sepasang pengantin baru.

Banyak mitos dan fakta di seputar kemandulan. Ada yang mengatakan keputihan bisa mengakibatkan kemandulan, soal keturunan ‘anak jarang’ atau lainnya. Ada ratusan bahkan ribuan wanita yang tengah mengalami keputihan juga dilanda kecemasan soal infertilitas atau ketidaksuburan. Bahkan banyak pasangan yang tak habis pikir, mengapa mereka belum juga dikaruniai keturunan, padahal usaha optimal sudah dilakukan.

Dokter R. Muharam, SpOG dari Sub Bagian Imunoendokrinologi Reproduksi Bagian Obstetri dan Ginekologi, FKUI / RSCM, Jakarta, mengungkapkan secara garis besar kesuburan (fertilitas) seseorang dapat dinilai dari kecukupan jumlah dan kualitas sel-sel reproduksi, yaitu sel telur (ovum) pada wanita. Nah, produksi sel-sel tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologi, hormonal dan keturunan (genetik).

“Kesuburan seorang wanita dapat terganggu bila ada gangguan-gangguan dari dalam maupun luar tubuh pun terganggu. Sebut saja kelainan anatomis bawaan (sejak lahir), penyakit infeksi, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga penyakit keputihan yang terjadi pada wanita,” ungkap dr. Muharam. Sehingga kecemasan wanita yang jarang haid atau keputihan cukup beralasan karena ternyata keputihan memang bisa menyebabkan kemandulan atau infertilitas.

Wanita lebih rentan
--------------------------------------------------
Kemandulan dapat terjadi pada pria dan wanita. Berdasarkan hasil survey dari sebuah website wanita, terbukti bahwa gagalnya kehamilan pada pasangan yang sudah menikah selama 12 bulan, 40 % nya disebabkan oleh infertilitas pada pria, 40 % nya lagi karena infertilitas pada wanita dan 20 % lagi adalah kombinasi keduanya.

Meski baik pria dan wanita memiliki risiko sama, tetapi faktor yang menjadikan wanita mandul lebih banyak sehingga wanita lebih gampang mandul. Wanita sangat mudah infertil atau mandul, kata dr. Muharam. Hanya gara-gara infeksi ringan di organ reproduksi saja seorang wanita dapat menjadi mandul. Apalagi faktor yang menyebabkan mandul pada wanita sangat banyak dibanding pria, mulai infeksi bagian reproduksi hingga pengaruh lingkungan kerja.

Kendati faktor pencetus kemandulannya banyak, bukan berarti kemandulan pada wanita tak dapat dihindari dan diobati. Bahkan menurut dokter yang memiliki hobi berenang ini, pemulihan kesuburan pada kaum Hawa ini lebih mudah dibandingkan kaum Adam.


Pada akhir era 90-an, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia melakukan penelitian tentang infertilitas pada wanita yang mengikuti pendidikan di sekolah kepolisian wanita. Dalam penelitian tersebut terungkap, latihan fisik yang berat dan kurangnya waktu istirahat menyebabkan mereka kelelahan dan stres.

Kelelahan dan stres itulah yang mengakibatkan siklus haid para taruni polwan menjadi tidak teratur atau bahkan jarang mendapatkan haid. Terlebih lagi, para taruni kala haid mengalami sakit yang luar biasa. Haid yang tak teratur dan rasa sakit itu merupakan indikasi adanya kelainan dalam organ reproduksi mereka yang dapat berakibat kemandulan.

Tak hanya polwan atau atlet yang menjalani latihan fisik yang berat, kata dr. Enud, ibu rumah tangga maupun wanita karir dapat mengalami ketidaksuburan karena pola pekerjaan mereka yang berat tiap hari yang menimbulkan kelelahan fisik dan psikologis.

Kedua hal tersebut dapat mempengaruhi otak dan berdampak pada terganggunya sistem hormonal kewanitaannya, seperti menyebabkan kelainan haid, kesulitan bersanggama, penekanan produksi sel telur, penyempitan saluran telur dan gangguan hormon.

Selain tekanan psikologis, kondisi udara ibukota yang tingkat polusinya tinggi dan gaya hidup yang banyak mengonsumsi junk food dapat mempengaruhi kadar hormon esterogen. Apalagi diakui dr.Enud, ada wanita yang nafsu makannya meningkat karena stres, sehingga meningkatkan kadar insulin dan koleterol dalam darah yang tentunya berpengaruh pada kesehatan organ reproduksi dan organ vital lainnya.

Infeksi organ reproduksi
----------------------------------------------
Infeksi organ reproduksi wanita mulai dari vagina hingga rahim juga menjadi sebab kemandulan pada wanita. Pun ketidaksuburan pada wanita juga bisa terjadi akibat adanya penyumbatan atau penyempitan leher rahim, rahim ketekuk ke belakang, penyakit radang panggul, polip, dan peradangan yang menahun, tumor otot rahim, polip, perlekatan rahim dan infeksi, mengakibatkan zygote tidak dapat membenamkan dirinya pada selaput lendir rahim.

Selain itu, dr. Muharan mengungkapkan, wanita yang telah melakukan abortus berulang pun dapat terjangkit infeksi atau bahkan rahimnya robek. Jika rahim robek terjadi pendarahan yang hebat dan tak hanya membuat wanita tidak subur, namun juga mengancam keselamatan jiwanya.

Selaput dara yang menebal sejak lahir membuat haid tidak pernah keluar dan menimbulkan rasa nyari yang luar bisa. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut dapat terjadi infeksi dan membuat kemandulan. “Terkadang beberapa wanita yang anatomi kewanitaannya cacat, seperti misalnya tak mempunyai lubang vagina, walaupun sebenarnya bentuk fisik luarnya sempurna. Sehingga tiap kali berhubungan intim dan suami ejakulasi, sperma tak pernah masuk ke rahim dan tak pernah terjadi pembuahan,” ungkap dr. Muharam.

Ditambahkan juga kemandulan bisa terjadi karena tertutupnya saluran telur karena perlekatan akibat radang usus buntu, TBC, infeksi karena keguguran, pernah dikuret ( terjadi luka ) yang membuat sel telur dan sperma tidak bisa bertemu. Kelainan organ reproduksi pun biasanya terjadi pada wanita yang bekerja di lingkungan yang banyak radiasi radio aktif, seperti operator rongent.

Upaya mengatasi ketidaksuburan
------------------------------------
Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi problem infertilitas, mulai dengan cara sederhana dengan mengatur pola hubungan seksual pada masa subur, hingga cara moderen seperti pembuahan secara inseminasi. Untuk mengatasi ketidaksuburan kaum wanita, menurut dr. Muharam dapat dengan pemberian obat-obatan hormonal maupun non-hormonal atau dengan pembedahan.

“Semua tergantung faktor penyebabnya. Oleh karena itu, pasien harus terbuka dengan dokter, mulai dari gaya hidup, riwayat penyakit yang diderita hingga hal-hal yang mengganggu psikisnya,” jelar dr. Muharam. Bagi mereka yang sudah ditemukan kerusakan atau kelainan yang menjadi penyebab kemandulannya akan diatasi dengan obat-obatan, yang mengandung hormon maupun tidak.

Jika kelainannya diperkirakan masih bisa diperbaiki, misalnya karena rahim yang bertekuk atau perlekatan di saluran telur atau rahim tersebut, maka akan dilakukan tindakan pembedahan. Dengan demikian fungsi alat reproduksi yang tadinya terganggu diharapkan dapat berfungsi lagi.

Namun jika kerusakannya tidak bisa diperbaiki lagi atau disembuhkan maka kepada mereka akan diajukan beberapa kemungkinan. Misalnya mengangkat anak, atau mengikuti program yang kini sudah dilakukan di Indonesia yakni, bayi tabung atau Tagit (tandur alih gamet intra tuba).

Sedangkan jika ketidaksuburan tersebut akibat beban psikologi, menurut dr. Muharam, pasien disarankan untuk mengatasinya dengan caranya sendiri. Jika dia tak sanggup mengatasinya, maka akan dirujuk ke psikolog atau psikiater.

Selain itu, kata dokter kelahiran Cimahi 38 tahun silam ini, ada wanita yang nafsu makannya meningkat karena stres sehingga obesitas, bahkan dibarengi penyakit kronis lainnya seperti jantung dan diabetes militus. Hal ini berpengaruh pada organ reproduksinya, sehingga wanita tersebut harus mengganti pola hidup, jika ingin terhindar dari masalah kemandulan ini. Dan yang tak kalah pentingnya adalah banyak olahraga, terutama aerobik. Pasalnya, aerobik dapat memacu mengembalikan siklus hormon kewanitaan menjadi normal.

Wanita yang sulit hamil maupun mengalami keguguran berulang disarankan menjalani pemeriksaan infeksi TORCH, yaitu infeksi multiorganisma parasit Toxoplasma gondii, virus rubella, sitomegalo, herpes simpleks dan bakteri klamidia, serta pemeriksaan kadar antikardiolipin antibodi (ACA) dalam darah. Infeksi TORCH bisa menyebabkan kematian janin maupun cacat bawaan pada bayi. Sementara kadar ACA yang tinggi menyulitkan perlekatan hasil pembuahan sel telur ke dinding rahim, serta mengganggu perkembangan janin sehingga terjadi keguguran.

Hindari pemakaian obat perangsang dan kontrasepsi
Selain akibat infeksi, psikologis dan faktor lingkungan, pemakaian kontrasepsi sering di tuding sebagai salah satu penyebab wanita tidak hamil. Padahal menurut dr. Muharam mitos itu tidak benar, wanita yang memakai kontrasepsi hanya untuk mencegah kehamilan. Kalau pun setelah lepas kontrasepsi susah hamil, umumnya disebabkan terjadi infeksi saat pemasangan atau pelepasan alat kontrasepsi tersebut.

Namun diakuinya, jika menunda kehamilan terlalu lama memang dapat membentuk zat antibodi anti-sperma yang menolak masuknya sperma ke rahim. Sehingga acapkali sperma masuk ke rahim akan ditolak dan tak terjadi pembuahan.

Oleh karena itu, wanita yang ingin hamil sebaiknya menghilangkan antibodi anti-sperma dengan terapi pengobatan. Jika tak dapat dihilangkan, baru disarankan melakukan inseminasi buatan atau bayi tabung.

Dokter Muharam juga menganjurkan bagi wanita baru menikah sebaiknya jangan menunda kehamilan. Kalau tetap ingin menunda kehamilan sebaiknya menggunakan kontrasepsi kondom, hormonal dan IUD. Selain itu, ia mengingatkan agar jangan sembarangan meminum obat-obatan peluntur kandungan dan obat perangsang.

Yang juga penting diketahui adalah efek dari obat peluntur kandungan dan obat perangsang yang bisa dibeli bebas yang terbuat dari bahan hormonal dan non hormonal kerap memicu kemandulan. Pasalnya, obat-obatan perangsang tersebut merangsang produksi androgen, sehingga hormon kewanitaannya menjadi kacau. Sedangkan obat peluntur kandungan dapat membuat rahim kering, bahkan menjadi bocor dan terjadi pendarahan hebat yang mengancam jiwa wanita tersebut