Friday, March 21, 2008

Diare Mendadak dan Penanganannya

Penyakit diare atau berak mencret merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan balita. Apa itu diare? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apa sajakah penyebab diare? Dapatkah diare ini dicegah? Bagaimana penanganan diare yang sebaiknya?

Apa itu Diare?

Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.

Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air masing-masing, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu saja. Dengan kata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau anak anda dari kebiasaan buang air besar mereka.

Penyebab diare :

  • Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.
  • GE ( flu perut) terbanyak karena virus.
  • Bakteri - Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. ----Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
  • Parasite(Giardiasis) - Berak darah+/- dan lendir, sakit perut.------perlu antiparasite
  • Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
  • Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut , biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
  • Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.

Gejala Diare Akut ( Diare Mendadak) :

Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.

Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

- Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.

- Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

- Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar

- Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.

- Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Pengobatan Diare

Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus, maka TIDAK ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan.

Diare akut dapat disembuhkan HANYA dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja.

Yang perlu diingat pengobatan BUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut.

Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari - ( 14 hari) dimana diare makin berisi - dari air ( watery) mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh.

Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi.

Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:

  • Ingat menHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk.
  • Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI
  • Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.
  • Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

Pencegahan Diare:

- Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)

- Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.

- Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.

- Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

Hubungi dokter anda, bila:

  • Diare disertai Darah -----perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika.
  • Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing berkurang atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)
  • Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.
  • Muntah terus menerus - tidak dapat masuk makanan / asi .
  • Adanya sakit perut - kolik ----pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki, keringatan dan gelisah.

Thursday, March 20, 2008

Kurang Tidur Picu Obesitas

Bagi Anda pria yang tidurnya kurang dari lima jam setiap malam sebaiknya berhati-hati. Menurut laporan sebuah penelitian terbaru di Jepang, pria yang kurang tidur berisiko tinggi mengalami obesitas dan memiliki kadar gula darah tinggi sehingga berpotensi menyebabkan diabetes.

Seperti diungkapkan Professor Yoshitaka Kaneita dari Universitas Nihon, kurangnya waktu istirahat pada malam hari dapat memicu sejenis hormon dalam darah yang merangsang nafsu makan.

¨Hal itu dapat meningkatkan perasaan lapar seperti halnya selera mengonsumsi makanan berkalori tinggi,¨ ungkapnya sambil menekankan penting artinya bagi masyarakat untuk memberi perhatian lebih pada waktu istirahat di malam hari.

Dalam risetnya, Profesor Yoshitakaa melibatkan 21.693 pria yang dipantau kondisinya mulai dari tahun 1999 hingga 2006. Pria yang tidak dalam kondisi gemuk atau obes pada 1999 tercatat 1,36 kali memiliki kecenderungan menjadi obes jika mereka tidur kurang dari lima jam setiap malam selama kurun waktu tujuh tahun dibandingkan mereka yang tidurnya rata-rata lebih dari lima jam.

Pria yang tidurnya sebentar juga tercatat 1,27 kali mengalami peningkatan kadar gula dalam darah. Penelitian ini tidak menyediakan data untuk perbandingan pada wanita.

Sudah Jarang Ngeseks, Rentan jadi Korban Pula

SEJUMLAH fakta menarik tentang kehidupan seksual para wanita di Australia terungkap lewat hasil sebuah penelitian baru-baru ini.

Survei menunjukkan bahwa wanita di Negeri Kanguru itu mengalami penurunan frekuensi berhubungan intim, selain juga disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga. Yang lebih parah lagi, mereka sering terancam menjadi sasaran aksi kekerasan seksual.

Fakta-fakta tersebut merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan majalah The Australian Womens Weekly dengan melibatkan 15 ribu wanita. Survei yang diklaim merupakan terbesar ini mencoba memotret kehidupan para wanita di Australia pada akhir dekade tahun 2000-an.

¨Pembaca kami menyatakan bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka mencintai, apa yang mereka pikirkan serta apa yang mereka inginkan,¨ ungkap pimpinan redaksi Deborah Thomas seperti dikutip Sidney Morning Herald, Rabu (26/3).

Menurut hasil survei, aktivitas seksual wanita Australia mengalami penurunan signifkan dibandingkan 30 tahun lalu. Hanya 47 persen wanita yang mengatakan mereka masih melakukan hubungan intim minimal seminggu sekali. Padahal pada awal 1980an, prosentasenya mencapai 57 persen.

Walaupun begitu, para wanita sekarang mungkin lebih jujur dalam hal menikmati hubungan seksual. Ada 32 persen wanita dalam survei yang mengatakan mereka berpura-pura saat orgasme. Angka ini menurun dari 37 persen pada 1980.

Meskipun tidak ada angka yang mendukung asumsi lain pada 1980 - bahwa wanita mungkin lebih rajin melakukan hubungan intim di usia lanjut, riset ini menunjukkan bahwa satu dari empat wanita berusia 65 tahun mengaku melakukan seks sedikitnya sekali dalam seminggu.

Menyoal ketidaksetiaan, sebanyak 15 persen wanita yang memiliki pasangan mengaku bersalah karena melakukan selingkuh, dan enam persen mengaku melakukannya lebih dari sekali. Tetapi ketika ditanya soal kemungkinan suami atau pacar mereka berselingkuh, satu dari empat wanita dlam survei menduga atau pun tahu bahwa mereka telah dicurangi pasangan mereka.

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan membuat pasangan rela bersama hingga mati memisahkan mereka. Tetapi dari survei terungkap ada 27 persen wanita yang menikah mengaku bahwa jika hidup bisa diulang, mereka tidak akan mau menikahi orang yang sama.

Hal ini pula yang mungkin dapat menjelaskan fakta bahwa 49 persen para wanita yang disurvei ini masih melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga. Hanya 46 persen yang mengatakan bahwa pekerjaaan seperti memasak, membersihkan rumah dan berbelanja dibagi rata dengan suami. Sedangkan lima persen wanita mengatakan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah sama sekali.

Hal yang memprihatinkan, kasus kekerasan dalam rumah tangga cenderung meningkat. Ditanya mengenai apakah mereka pernah dipaksa oleh suami atau pacar, 22 persen wanita mengaku pernah mengalaminya atau meningkat 9 persen baik ketimbang survei 1980. Total jumlah wanita yang mengaku pernah diperkosa juga naik angkanya dari 8 persen pada 1980-an menjadi 13 persen .

Kekerasan domestik rupanya masih menjadi persolan, dengan 18 persen mengaku pernah dilecehkan oleh pasanga , sedangkan 35 persen mengatakan mengalami kekerasan emosional saat menjalani hubungan.