Thursday, October 30, 2014

Terlalu Sering Bercinta dan Sulit Hamil, Adakah Hubungannya?

Saya ingin sekali hamil. Saya sudah berhubungan seks saat masa subur ataupun tidak subur tapi tanda tanda kehamilan tak kunjung datang. Apakah terlalu sering berhubungan seks ada hbungannya dengan sulit hamil? Apa yang harus saya lakukan jika ingin cepat hamil? Terimakasih.

Widari (Perempuan menikah, 25 tahun)
dayumas_sriwidariXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 50 kg

Jawaban

Terjadinya kehamilan bila sel jantan (spermatozoa) yang sehat 'berjumpa' dengan sel telur (ovum) yang subur dalam rahim saat masa subur wanita, yaitu sekitar hari ke 12 sampai dengan 15.

Bila setelah menikah 6 bulan, Anda dan suami teratur bercinta saat masa subur Anda, tidak terjadi kehamilan, perlu segera konsultasi ke Klinik Fertilitas.

Kelak akan diperiksa kualitas sperma suami dan kualitas hormon reproduksi Anda. Terlalu sering bercinta bukan penyebab sulitnya terjadi kehamilan.

Dr. Andri Wanananda MS

Kondisi Rambut Kemaluan Pengaruhi Penampilan Wanita di Mata Pria, Benarkah?

Beberapa wanita ada yang rajin mencukur rambut kemaluannya dengan alasan kebersihan, kesehatan, dan keindahan organ vital. Sebaliknya, ada pula wanita yang cenderung cuek dan malas mencukur rambut kemaluan. Nah, kondisi ini kerap dikaitkan dengan pandangan pria terhadap performa sang istri ketika di ranjang.

Menanggapi hal ini, terapis seks di New York, Amber Madison, MA mengatakan pandangan pria soal kondisi rambut kemaluan terhadap performa wanita di ranjang tergantung dari bagaimana si suami memandang istrinya dan juga bagaimana sifat dia.

"Jika dia sendiri cuek, bisa jadi dia tidak terlalu peduli dengan keadaan rambut kemaluan si istri. Begitu pun ketika suami termasuk orang yang peduli kebersihan dan kesehatan, bisa jadi ia akan lebih suka rambut kemaluan yang rapi," terang Madison.

"Pandangan tersebut sangat relatif. Namun hal yang patut Anda ingat adalah ketika suami sudah bisa bergairah hanya karena sang istri, dia tidak akan terlalu peduli dengan kondisi organ vital Anda serta keadaan lain, misalnya saja perut yang menggemuk atau kulit yang menghitam," lanjutnya.

Ia menambahkan, dalam survei yang pernah digelar di Inggris, dari 1.870 wanita, sebanyak 51% mengaku pasangannya tidak terlalu mempedulikan kondisi area genitalnya, termasuk rambut kemaluan. Sementara 45% mengatakan pasangannya meminta mereka untuk merawat rambut kemaluan dan 62% pria lebih menyukai tampilan alami area genital pasangannya.

"Tetapi bisa dipastikan ketika ada masalah kesehatan misalnya timbul jamur, keputihan berlebih hingga timbul bau tak sedap sudah pasti ada respons tertentu yang diungkapkan pria kepada pasangannya," lanjut Madison.

Terkait pencukuran rambut kemaluan, dr Dani Djuanda SpKK menuturkan untuk area di 'bawah sana' ingin dibiarkan 'gondrong' atau 'gundul' terserah tergantung pada si pemilik karena bisa jadi ini soal selera.

"Bulu kemaluan tidak perlu dicukur, yang penting dijaga kebersihannya. Kan fungsinya sebagai peredam saat melakukan hubungan seksual. Jika area ini dibiarkan jorok, maka kuman bisa masuk, kutu di bulu kemaluan juga bisa bersemayam,' papar dr Dani beberapa waktu lalu.

Wednesday, October 29, 2014

Tahukah Anda? Ini Dampak Diet Vegetarian Bagi Sperma

Gaya hidup vegetarian memang dipercaya dapat memperpanjang umur dan membuat hidup lebih sehat. Namun ternyata, penelitiant terbaru menemukan efek negatif menjadi vegetarian pada kualitas kesuburan sperma.

Empat tahun lalu para peneliti dari Loma Linda University Medical School memulai sebuah proyek untuk mengetahui bagaimana diet yang dilakukan para vegetarian dapat mempengaruhi kualitas sperma. Ternyata, penelitian tersebut membuktikan bahwa tak makan daging dapat menurunkan kualitas sperma.

"Kami menemukan bahwa diet atau pola makan secara signifikan mempengaruhi kualitas sperma. Para vegetarian ternyata memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dari pada diet yang dilakukan para non-vegetarian," ujar Dr Eliza Orzylowska seperti dikutip Telegraph dan ditulis Minggu (26/10/2014).

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa para vegetarian memiliki jumlah sperma lebih rendah dibanding dengan non-vegetarian. Mereka memiliki jumlah sperma lebih sedikit yaitu hanya 50 juta sperma per ml dibanding non-vegetarian yang lebih banyak sekitar 70 juta sperma per ml.

Selain itu para vegetarian juga memiliki motilitas (kemampuan gerak) sperma yang lebih rendah. Pada non-vegetarian, sperma yang aktif berada di angka sekitar 60 persen dari total sperma yang dikeluarkan. Namun pada vegetarian, hanya satu per tiganya yang aktif.

Hanya saja, para vegetarian tak usah risau dengan gaya hidupnya. Para peneliti percaya bahwa kekurangan vitamin kesuburan yang dialami vegetarian dapat digantikan dengan cara mengonsumsi kedelai.

Salah satu faktor mengapa kedelai dapat menggantikan kandungan vitamin selain daging, karena kedelai mengandung phyto-estrogen yang sifatnya mirip dengan hormon estrogen pada wanita. Sehingga kandungan nutrisi yang diperoleh dari daging dapat digantikan dengan kandungan kedelai.

 "Sebuah teori baru telah ditemukan bahwa para vegetarian dapat mengganti nutrisi daging dengan kedelai, karena kedelai mengandung phytooestrogens yang dapat mempengaruhi kesuburan seseorang," ucap Dr Orzylowska yang merupakan seorang dokter kandungan di Loma Linda University Medical Centre.

Selain kedelai, buah anggur, jeruk dan buah persik dapat menjadi solusi para vegetarian untuk meningkatkan kualitas sperma. Dalam sebuah studi yang dilakukan University of Texas Medical Branch buah-buahan yang mengandung vitamin C terbukti dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma.

"Di satu sisi, buah dan sayuran mungkin memiliki efek positif pada kesuburan, terutama buah-buahan yang sangat tinggi antioksidan." ujar Jorge Chavarro dari Harvard University.

Selain mengonsumsi kedelai dan buah-buahan para vegetarian juga dapat mengonsumsin oatmeal atau bahan makanan yang mengandung gandum utuh. Para peneliti mengatakan bahwa oatmeal yang kaya akan L-arginine, salah satu jenis asam amino yang bekerjasama dengan nitric oxide (NO) dapat mengurangi kekakuan pembuluh darah.

Asam amino yang terkandung pada oatmeal juga telah lama digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi karena mampu membantu otot-otot pembuluh darah disekitar penis menjadi rileks. Dengan begitu ketika pembuluhnya melebar, aliran darah akan meningkat sehingga para vegetarian dapat mempertahankan ereksi lebih lama.