Monday, October 20, 2014

Duh, Paparan Logam Paling Sering Bikin Sperma 'Mati Lemas'

Konon pria masih bisa 'perkasa' walaupun usianya sudah di kepala 5 atau 6. Namun di sisi lain, sperma pria juga dikatakan sangat rentan mengalami perubahan bilamana menghadapi faktor-faktor tertentu, salah satunya lingkungan.

Baru-baru ini tim peneliti gabungan dari Inggris dan Prancis pun menemukan pria jadi mandul atau susah punya keturunan bila sering-sering terpapar logam aluminium.

Peneliti dari University of Lyon dan University of Saint-Etienne, Prancis serta University of Keele, Inggris menemukan hal ini setelah mengamati kondisi sperma dari 62 pria. Ternyata sebagian besar dari air mani dan sperma mereka mengandung aluminium, walaupun jumlahnya berbeda-beda.

Akan tetapi makin banyak aluminium yang terdapat di dalam cairan mani partisipan, peneliti mendapati jumlah sperma yang dimiliki partisipan justru makin kecil. Begitu juga sebaliknya. Padahal jumlah sperma yang dimiliki seorang pria berpengaruh besar terhadap kemampuannya untuk mempunyai keturunan.

"Mungkin ini sebabnya tingkat kesuburan para pria, terutama di negara maju cenderung menurun. Apalagi paparan logam seperti aluminium di negara-negara maju meningkat secara signifikan," ungkap ketua tim peneliti Prof Christopher Exley.

Prof Exlet yakin paparan aluminium inilah yang mencemari cairan mani para pria, termasuk mengganggu kinerja kelenjar endokrin yang mengatur fungsi sebagian besar fungsi tubuh, tak terkecuali fungsi reproduksi.

Di samping aluminium, logam berat yang dituding menurunkan kualitas dan kuantitas sperma antara lain timah dan timbal. Begitu pula dengan bahan kimia seperti bisphenol-A (BPA) yang banyak terkandung dalam plastik dan kaleng makanan, serta bahan kimia industri semisal benzena, herbisida dan pestisida.

Jangankan logam berat dan paparan bahan kimia, alat kelamin pria yang kepanasan pun bisa bikin mereka mandul. Untuk itulah dr Andri Wanananda, MS mengatakan pria baiknya tidur dengan mengenakan celana dalam longgar atau tanpa celana dalam sekalian.

"Celana dalam yang longgar bertujuan untuk menciptakan suhu yang nyaman bagi buah zakar. Kalau suhu pada testis terlalu panas, proses produksi sperma akan terganggu, begitu juga dengan kualitas spermanya," terang dr Andri.

Thursday, October 16, 2014

Suami Alami Disfungsi Ereksi? Begini Sebaiknya Istri Bersikap

Disfungsi ereksi pastinya membuat performa pria di ranjang menurun drastis. Tak ayal, hubungan suami istri pun menjadi tidak harmonis karena terhambatnya proses bercinta. Meski begitu, bukan berarti istri harus menunjukkan kekecewaannya pada sang suami.

Hal ini dikarenakan, banyak pria merasa sangat khawatir dengan kinerja seksualnya, maka dari itu, sebelum Anda membicarakan masalah ereksi yang dialami suami, tingkatkan dulu ego si dia, demikian dikatakan terapis seks di New York, Amber Madison, MA.

"Katakan bahwa Anda bisa menikmati momen-momen kebersamaan tak hanya lewat bercinta. Jika masalah ereksi yang dialami adalah disfungsi ereksi, Anda tak perlu langsung mengatakannya. Bagaimanapun pria tanggap akan kondisi ini," papar Madison.

Dikatakan Madison, ketika mengalami masalah ereksi, yang dibutuhkan para suami adalah pengertian dan dukungan dari Anda. Meskipun, menurut pakar seks Ian Kerner PhD, disfungsi ereksi kerap berkaitan dengan kondisi mental pria.

"Banyak pria tidak percaya diri akan performanya di ranjang. Akibatnya mereka justru mengalami disfungsi ereksi walaupun disfungsi ereksi juga bisa disebabkan karena penyakit lain atau ketidakbugaran tubuh pria," tutur Kerner.

Sementara itu, bagi pria muda, dikatakan seksolog dr Andri Wanananda MS mereka bisa mengalami kemampuan ereksi tidak optimal sehingga sulit mempertahankan ereksi. Kondisi ini bisa disebabkan karena prostatitis yakni infeksi atau peradangan di kelenjar prostat.

"Meskipun kondisi ini jarang dijumpai di pria dengan usia relatif muda. Kemungkinan lainnya adalah disfungsi ereksi temporer akibat menurunnya kebugaran fisik dan psikis misalnya karena stres," tutur dr Andri.

Tuesday, October 14, 2014

Latihan Simpel untuk Menjaga Kekencangan Miss V

Semua wanita pasti ingin menjaga kesehatan organ vitalnya. Diharapkan, meski bertambahnya usia, vagina mereka masih kencang sehingga performa dan kepercayaan diri saat di ranjang pun tidak menurun.

Dikatakan Louann Brizendine, MD, untuk mempertahankan kekencangan miss V ada terapi fisik yang bisa dilakukan yakni membuat otot dasar panggul, termasuk vagina lebih tegang. Brizendine menuturkan, di Perancis banyak klinik yang menyediakan praktik seperti itu,

"Di sana disebut reedukasi perineum. Cara kerjanya, otot vagina akan dikencangkan sehingga saluran sempit pada vagina akan terasa lebih sensitif, setelah sebelumnya lebih tebal dan tak terlalu sensitif karena usia atau melahirkan," terang Brizendine.

Sebab, Brizendine menekankan semakin bertambah usia wanita, vagina dan otot dasar panggul akan mengendur dan hampir 76% wanita mengeluhkan miss V-nya tidak terlalu sensitif sehingga hubungan ranjang tak terlalu memuaskan.

"Jika Anda ingin yang simpel, lakukan saja kegel selama 2-4 detik sebanyak 5 sampai 10 kali dalam sehari. Lakukan kegel dengan mengencangkan otot vagina seperti Anda sedang menahan kencing atau BAB," lanjut Brizendine.

Menurutnya, otot yang digunakan saat latihan kegel sama dengan yang 'dilatih' saat melakukan latihan otot dasar panggul. Jika latihan kegel sudah dilakukan dengan tepat, salah satu cirinya yakni perineum (area antara vagian dan anus) akan terasa seperti diremas setiap gerakan dimulai.

"Jika Anda sudah terbiasa, tambah durasinya menahan gerakan kontraksi otot vagina dari 2-4 detik, lalu 5-6 detik dan kemudian 10 detik," tutup Brizendine.