Tuesday, September 16, 2014

Tak Tunda Kehamilan Tapi Suami Selalu Pakai Kondom? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Pemakaian kondom selama ini berkaitan untuk menunda kehamilan atau mencegah penyakit menular seksual (PMS). Tapi jangan salah, meski tak bermasalah dengan PMS atau sedang tidak menunda momongan, bisa jadi pria tetap menggunakan kondom saat bercinta.

Dikatakan seksolog dr Andri Wanananda MS, bahkan ketika tengah merencanakan kehamilan, suami bisa saja selalu menggunakan kondom dengan ujung kondom digunting agar terbuka sehingga sperma bisa masuk ke vagina.

"Itu kemungkinan untuk mengurangi rangsangan pada batang penisnya yang peka. Atau bisa juga karena dampak psikologis akibat trauma pada alat vitalnya yang dialaminya ketika masa kecil atau masa lalu," kata dr Andri .

"Hingga dia merasa aman bila penisnya 'bermantel' kondom ketika penetrasi vagina. Yang jelas hal ini sama sekali tidak membahayakan untuk alat vital wanita," imbuh pria yang juga mengajar di Universitas Tarumanegara ini.

Hal lain yang kerap dihawatirkan kaum hawa terkait pemakaian kondom yakni minyak pada kondom. Menanggapi hal ini, dr Andri mengatakan minyak pada kondom berguna agar saat penetrasi penis ke dalam vagina, kedua pasangan tidak merasa nyeri.

Selama tidak menimbulkan reaksi alergi misalnya gatal setelah berhubungan intim, maka kondom tidak berbahaya. dr Andri menyarankan, sebaiknya pilih kondom yang sudah mendapat izin edar dari Dirjen Pengawasan Obat & Makanan, Kementerian Kesehatan RI.

"Perlu diingat pula rasa nyaman harus tercipta saat berlangsungnya hubungan intim dan sesudahnya. Jelasnya, bila salah satu pasangan merasa pedih, nyeri pada organ vitalnya, petunjuk kondom tersebut tidak nyaman," kata dr Andri.

Sunday, September 07, 2014

Wow! Penelitian Terbaru Klaim Ukuran Testis Bisa Dilihat dari Jari Tangan

Sudah menikah namun belum juga punya momongan? Cek jari manis di tangan kanan Anda. Pasalnya, penelitian terbaru mengungkap panjang jari manis di tangan kanan berhubungan dengan ukuran testis Anda!

Testis diketahui sebagai tempat pembuat sel sperma yang digunakan untuk membuahi sel telur dalam rahim, sehingga menghasilkan embrio yang akan berkembang menjadi janin. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa salah satu faktor kesuburan pria adalah ukuran testisnya. Semakin besar testis, semakin banyak pula sel sperma yang diproduksi.

Nah, menindaklanjuti penelitian tersebut, beberapa peneliti dari Departemen Urologi di Gachon University Gil Hospital di Incheon dan Seoul National University Hospital melakukan penelitian untuk melihat adakah hubungan antara jari manis dengan ukuran testis pria. Mereka melakukan penelitian kepada 172 pria Korea dengan rentang umur 20 hingga 69 tahun.

Para partisipan diukur panjang jari manis tangan kanannya oleh tim peneliti. Setelah itu, ahli urologi akan memerika ukuran testis mereka secara terpisah. Peneliti juga mengukur panjang jari-jari lainnya seperti jari telunjuk, jari kelingking serta jari tengah.

Hasilnya, pria yang jari manis di tangan kanannya lebih besar daripada jari telunjuk mempunyai testis yang lebih besar daripada pria yang jari telunjuknya lebih panjang daripada jari manis.

Selain itu ditemukan juga hubungan antara gen bernama Hox yang dipercaya membentuk tubuh manusia ketika masih dalam status embrio. Gen inilah yang membuat ukuran testis dan jari manis pada tangan kanan pria menjadi saling terkait.

"Kami tidak dapat menjelaskan mengapa jari manis pada tangan kanan dapat membuat testis menjadi lebih besar, atau sebaliknya. hanya saja memang penelitian kami membuktikan hal tersebut," tutur peneliti J.K Oh dikutip dari Journal Wiley.

Saturday, September 06, 2014

Lebih Kompleks, 5 Fakta Perbedaan Masturbasi Wanita dengan Pria

Wanita tidak selalu terbuka membicarakan topik masturbasi. Oleh karena itu kegiatan yang juga dikenal dengan istilah onani ini lebih populer di kalangan pria. Padahal, bukan berarti wanita tidak melakukannya baik pada wanita yang masih perawan atau sudah menikah.

Masturbasi pada wanita tentunya berbeda dengan masturbasi yang dilakukan pria. Pada wanita, masturbasi merupakan masalah yang kompleks sehingga pelaksanaannya butuh perhatian lebih. Dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (5/9/2014), berikut adalah fakta masturbasi pada wanita:

1. Lebih cepat tanpa pria


Untuk mencapai orgasme pada wanita, masturbasi merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan berhubungan intim bersama pasangan. Hal ini bisa jadi karena dengan masturbasi seorang wanita bisa lebih fokus pada kenikmatan sendiri. Jika dibandingkan dengan hubungan seks bersama pasangan, fokus pikiran wanita bisa menjadi terbagi untuk memikirkan kepuasan pasangan.

"Banyak wanita bisa orgasme dalam 2 sampai 3 menit jika mereka masturbasi sendiri. Akan tetapi bersama pasangan waktu yang dihabiskan untuk orgasme bisa mencapai 10 menit atau bahkan tidak orgasme sama sekali," kata pakar seks Carlyle Jansen, penulis buku tentang masturbasi wanita berjudul Sex Yourself.

2. Jarang dilakukan


Menurut survei dari National Survey of Sexual Health and Behavior, Amerika Serikat, 25 persen pria melakukan masturbasi minimal tiga kali per minggu dan setidaknya 55 kali dalam sebulan. Tapi bagi perempuan, angka statistik masturbasi jauh lebih rendah. Hanya 10 persen wanita melaporkan masturbasi tiga kali per minggu dan 38 persen ke bawah melakukannya sebulan sekali.

Kenapa jumlah masturbasi yang dilakukan wanita lebih sedikit bisa jadi karena cap buruk masturbasi pada wanita dari masyarakat.

3. Butuh persiapan


"Pria bisa berada di toilet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kotor dan tetap melakukan masturbasi," kata Sadie Allison, PhD, penulis buku The Mystery of the Undercover Clitoris: Orgasmic Fingertip Touching Every Woman Craves.

Tidak seperti pria, bagi wanita kondisi lingkungan merupakan faktor yang penting. Banyak wanita membutuhkan fokus mereka, dan jika ada gangguan apapun hal tersebut dapat mematikan gairahnya.

4 Gerakan tangan lebih halus


Saat pria masturbasi, tangannya menggenggam dengan mantap dan bergerak kasar. Pada wanita di lain sisi gerakannya lebih halus dan perlahan.

"Pikirkan seperti ada bulu mata tersangkut di dalam mata. Anda menarik kelopak mata anda dengan lembut dan menggunakan ujung jari untuk menggosok perlahan. Itulah cara lembut yang harus dilakukan saat menyentuh klitoris wanita," kata Allison.

Klitoris memiliki ujung saraf dua kali lebih banyak dari kepala penis sehingga sangat sensitif bahkan terhadap sentuhan lembut. Beberapa wanita mungkin suka gerakan yang kasar tapi sebagian besar wanita butuh pemanasan dengan gerakan lembut sebelum menerima kontak fisik yang lebih intensif di klitorisnya.

5. Banyak Cara Masturbasi


Jika pada pria masturbasi hanya dapat dilakukan dengan menstimulasi satu bagian tubuh saja, pada wanita ia dapat merangsang beberapa bagian tubuhnya. Seorang wanita mungkin tidak akan langsung merangsang bagian kewanitaannya saat masturbasi, melainkan dimulai dari pijatan halus pada payudara dan paha bagian dalam.

"Wanita cenderung untuk merangsang seluruh tubuhnya seperti leher, payudara, lengan, dan labia. Pria umumnya hanya fokus saja dengan bagian awal, tengah, dan akhir pada penis," terang Jansen.