Thursday, September 22, 2011

Mengatur Makan Agar Anak Tak Kegemukan

TANYA :

Dear Ibu Sari, saya ingin menanyakan masalah pembatasan makanan dan jumlah kalori untuk anak-anak. Apakah benar anak yang mengalami kegemukan harus dibatasi asupan makanannya terutama makanan manis dan berlemak? Masalahnya, anak saya saat ini yang berusia 7 tahun mengalami kegemukan. Dia memang kurang banyak bergerak dan sulit sekali dirayu supaya makan sayur dan buah. Kegemarannya hanya daging, roti dan makanan manis. Bagaimana caranya agar anak saya bisa menurukan berat badan, haruskah saya membatasi makanannya?

(Emmi, 32, Tangerang)

JAWAB :


Ibu Emmi yang baik,

Kebutuhan energi perhari yang dibutuhkan anak usia 7-9 tahun adalah 1.800 kkal, dengan indikator berat badan normal untuk usia tersebut adalah 25 kg dengan tinggi badan 120 cm.

Penyebab kegemukan ada beberapa faktor. Tetapi utamanya adalah bila kita makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh dan kurang gerak. Kelebihan makanan ini akan diubah dan disimpan menjadi lemak dalam tubuh kita.

Mengenai makanan berlemak dan makanan manis mengapa harus dibatasi? Makanan berlemak tinggi nilai kalorinya. Sebagai catatan, 1 gram minyak atau lemak /margarin menghasilkan energi 9 kkal. Misalnya dalam 1 potong pisang yang digoreng energinya kurang lebih 190 kkal dengan perincian Pisang : 100 kkal dan minyak untuk menggoreng 1 sdm (10 gram) energinya 90 kkal, sehingga makanan digoreng energinya lebih tinggi dibanding makanan yang tidak digoreng.

Sementara itu makanan manis juga tinggi kalorinya. Gula pasir seberat 1 gram menghasilkan energi 4 kkal. Misalnya, teh manis dengan 1 sendok makan (10 gram) gula pasir mengandung energi 40 kkal. Contoh lain, 2 keping biskuit energinya kurang lebih 100 kkal. Makanan manis biasanya juga kandungan lemakya tinggi, selain itu tidak mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan anak seperti protein, vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan menjalankan aktivitas yang sehat.

Beberapa akibat yang dikhawatirkan terjadi pada anak berkaitan dengan kelebihan berat badan jangka pendek adalah :

• Masalah fisik: menurunnya kemampuan untuk ikut serta dalam kegiatan teman sebayanya, sulit bergerak.
• Isolasi sosial: Kesulitan menjalin persahabatan, diejek dan dikucilkan teman sebaya
• Dampak psikologis: pencapain yang lebih rendah daripada yang seharusnya, kurang percaya diri
• Masalah kesehatan: muncul lebih dini (diabetes tipe 2, hipertensi, masalh ortopedik)

Penanganan secara dini lebih baik agar memungkinkan anak untuk tumbuh mencapai berat badan yang sesuai dengan usianya. Saran saya untuk mengatasi kegemukan pada anak adalah menerapkan prinsip diet seimbang atau makan bervariasi makanan dengan porsi sesuai kebutuhan tubuh.

Selain itu, perlu diperhatikan cara menurunkan atau mengurangi asupan energi dengan beberapa cara berikut ini:

• Memilih makanan yang mengenyangkan (pilih makanan lengkap: nasi/roti beserta lauk pauk dan sayuran. Catatan lauk pauk (protein) dan sayuran mempunyai efek mengenyangkan lebih lama sehingga anak tidak mudah lapar)
• Makan secara teratur sesuai jadwal
• Kurangi makanan yang digoreng, sisihkan lemak atau gajih pada daging dan kulit ayam karena tinggi lemak, kurangi penggunaan margarin untuk olesan roti, pilih susu low fat
• Kurangi makanan siap saji atau fast food karena biasanya tinggi lemak dan kalori
• Mengurangi kudapan atau snack yang memiliki energi tinggi tapi nutrisi rendah (donat, kentang goreng, keripik kentang/singkong)
• Mengikutsertakan anak dalam memilh dan menyiapkan makanan

Orang tua juga perlu membantu anak meningkatkan keluaran energi dengan cara :
• Meningkatkan gerak badan: ikut kegiatan sport di sekolah
• Mengurangi aktivitas santai : kurangi nonton TV dan main game
• Melibatkan keluarga dalam aktivitas – berenang, bersepeda dan jalan pagi bersama keluarga

Untuk membantu memudahkan penerapan diet, berikut saya susun contoh menu 1.800 kkal untuk kebutuhan anak usia 7-9 tahun :

Makan Pagi ;

Roti isi omelet telur dan susu low fat = 300 kkal
• Roti 2 lembar = 200 kkal
• Telur 1 butir = 80 kkal
• Margarin 1 sdt untuk membuat omelet = 20 kkal
• Susu low fat 1 gelas = 100 kkal

Snack pagi (bekal sekolah)
• Irisan buah (Apel/papaya/ mangga)1 mangkuk sedang = 50 kkal
• Roti Keju: 250 kkal

Makan Siang
Nasi + Daging semur + stup wortel dan brokoli+jeruk manis = 715 kkal
• Nasi putih 12 sdm = 300 kkal
• Daging Sapi 1 potong sedang 100 gr= 200 kkal
• Stup brokoli 1 mangkuk sedang: 50 kkal
• Jeruk manis ukuran sedang 75 kkal
• Minyak untuk menumis bumbu 1 sdm 10 gr = 90 kkal

Snack Sore:
• Bubur kacang ijo (santan diganti susu low fat) 1 mangkuk sedang = 150 kkal

Makan malam:
Nasi + sup ayam sayuran = 350 kkal
• Nasi putih 8 sdm = 200 kkal
• Sup ayam + wortel dan buncis muda = 150 kkal
• ayam 1 potong sedang 50 gr
• Wortel dan buncis 1 mangkuk sedang

Semoga bermanfaat,
Salam Sehat dan Sejahtera

Saturday, September 17, 2011

Sosis Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas?

Kembalilah kepada konsumsi makanan alami karena kebiasaan mengasup daging yang sudah diproses seperti sosis akan meningkatkan risiko kanker pankreas. Demikian disampaikan para pakar. Kendati risikonya kanker terbilang kecil namun mengurangi konsumsi daging yang diproses dari menu makanan adalah sebuah langkah sehat.

Berdasarkan analisa terhadap tujuh penelitian yang sudah dipublikasikan, para peneliti di Swedia menemukan peningkatan risiko kanker pankreas sampai 19 persen pada mereka yang mengonsumsi 4 ons daging yang diproses setiap hari.

"Dalam hidup, risiko seseorang terkena kanker pankreas adalah 1,4 persen. Jika kita terbiasa mengonsumsi daging yang diproses seperti sosis atau bacon, risikonya naik menjadi 1,7 persen," kata Dr.Richard Besser.

Menurut data The National Cancer Institute, kanker pankreas diderita 1 dari 65 orang di Amerika. Sebenarnya jika dideteksi dini peluang harapan hidup pasien tinggi, namun kanker ini sulit dideteksi pada stadium awal. Di stadium lanjut, usia harapan hidup pasien dalam 5 tahun hanyalah 5,5 persen.

Seperti halnya jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker pankreas masih belum jelas. Namun kanker ini banyak ditemukan pada mereka yang merokok, menderita diabetes atau obesitas. Faktor lain yang terus digali adalah kebiasaan mengonsumsi daging yang diproses.

Menurut Besser, daging yang diproses juga dikaitkan dengan kanker kolon dan saluran kemih. Daging yang diproses diketahui mengandung garam dan lemak yang tinggi sehingga bisa mengundang gangguan kesehatan lainnya.

Kaitannya dengan kanker, para pakar curiga pada nitrit, bahan kimia pengawet yang dipecah di perut dan terbawa ke pankreas melalui peredaran darah. "Untuk amannya, Anda bisa mencari produk yang tidak mengandung nitrit," kata Besser.

The American Meat Institute Foundation (AMIF) sendiri mengatakan daging merah dan juga daging yang diproses merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat. Merekea berpendapat satu studi kecil tidak bisa dipakai sebagai dasar kesimpulan.

"Agar tetap sehat, yang harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang, berat badan ideal, serta gaya hidup yang sehat," kata James Hodges, presiden AMIF.

Sunday, September 11, 2011

Agar Orgasme Beberapa Kali

TANYA :

Prof, saya pernah mendengar dan memeroleh informasi bahwa seorang wanita dapat mengalami orgasme lebih dari sekali saat berhubungan intim. Apakah benar demikian? Bagaimana cara agar perempuan bisa mengalami multiorgasme? Apakah ada cara atau teknik tertentu yang harus dilakukan oleh saya atau suami, dan apakah karena hormon seksual perempuan saat itu lebih tinggi? Terus terang selama 10 tahun menikah, saya blum pernah merasakan orgasme lebih dari sekali saat berhubungan intim. Mohon petunjuknya dok. Terimakasih.

(Widya, 32, Malang)

JAWAB :

Benar, perempuan dapat mencapai orgasme beberapa kali dalam satu kali hubungan seksual. Ini dapat dialami bila perempuan itu tetap menerima rangsangan yang efektif seperti ketika mencapai orgasme yang pertama.

Tetapi ternyata tidak semua perempuan dapat tetap menerima rangsangan yang efektif setelah mencapai orgasme yang pertama. Penyebabnya, karena pasangannya sudah tidak mampu lagi melanjutkan hubungan seksualnya karena telah kehilangan ereksinya setelah mencapai orgasme dan ejakulasi.

Kalau Anda ingin merasakan orgasme beberapa kali, maka suami harus mampu mengendalikan agar tidak cepat orgasme dan ejakulasi. Dengan demikian, hubungan seksual dapat tetap dilakukan walaupun Anda sudah mencapai orgasme yang pertama.