Sunday, January 24, 2010

Pria Berkuasa Rentan Selingkuh?

Bill Clinton dan Silvio Berlusconi merupakan sedikit dari deretan nama-nama politisi yang skandal perselingkuhannya terkuak di media. Ternyata bukan kebetulan jika mereka adalah para pria, kaya raya dan memegang posisi penting di bidangnya.

Sebagai pria dengan rekening bernilai miliaran, tentu tidak sulit bagi mereka untuk memikat para gadis. Akan tetapi menurut penelitian Joris Lammers, asisten profesor bidang psikologi, kepiawaian para pria dalam menggaet wanita ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kekuasaan. "Makin tinggi kekuasaan dan jabatan seseorang, makin besar kemungkinan mereka berselingkuh," katanya.

Tentu saja jabatan tinggi dan status sosial sebagai orang-orang yang punya andil menentukan sebuah kebijakan membuat kekuasaan ada dalam genggaman.

Dalam penelitiannya, Lammers melakukan survei di internet kepada 1.561 pembaca majalah bisnis di Belanda. Sekitar 58 persen responden memiliki posisi non-manajerial rendah, 22 persen memiliki tanggung jawab manajemen, 14 persen adalah manajer menengah dan 6 persen berada dalam level eksekutif perusahaan.

Semakin tinggi jabatan seseorang dalam hirarki, baik pria atau wanita, makin tinggi peluang orang itu untuk berselingkuh. Yang menarik, ternyata mereka bersikap tidak setia bukan karena adanya kesempatan, seperti karena sering melakukan perjalanan dinas, tetapi karena jabatan yang tinggi meningkatkan rasa percaya diri.

"Penelitian kami menunjukkan kekuasaan yang dimiliki seseorang berpengaruh besar pada kepercayaan diri. Kekuasaan juga memberi rasa Anda bisa mendapatkan semuanya dan berani mengambil risiko," kata Lammers yang ulasan risetnya dimuat dalam jurnal Psychological Science.

Ia menambahkan, keyakinan bisa memperoleh segala hal itu bukan cuma menyebabkan penyalahgunaan dalam hal kesetiaan perkawinan tapi juga kesetiaan pada kode etik pekerjaan.

Sayangnya hasil penelitian ini tidak memberi jawaban apakah para pria mengincar sebuah kekuasaan untuk mendapatkan wanita, sehingga bisa menjelaskan perbedaan gender dalam skandal seks. Penelitian ini juga terbatas pada sampling di internet.

Di lain pihak, Christopher Ryan, psikolog dan penulis buku Sex at Dawn: The Prehistoric Origins of Modern Sexuality, mengatakan, berbeda dengan pria, bagi wanita hal yang membuat mereka merasa berkuasa dan percaya diri adalah kecantikan fisik.

Tuesday, December 01, 2009

Biar Sperma Sehat

Bernie Zilbergeld, PhD, sex therapist dan pengarang buku The New Male Sexuality menyebutkan, sering kali kegagalan mendapatkan buah hati bukan karena kesalahan si wanita atau prianya yang kurang pandai bercinta, melainkan karena kondisi sperma yang kurang sehat. Karena itu, meski agak sulit untuk mengetahui apakah sperma sehat atau tidak, setidaknya beberapa hal berikut ini bisa membantu kita untuk menjaga agar sperma tetap berkualitas.

1. Berhentilah merokok

2. Berhentilah minum alkohol berlebihan

3. Jangan menggunakan celana dalam terlalu ketat. Carilah yang sedikit longgar dan hindari mandi dengan air terlalu panas supaya testikel Anda tetap dingin.

4. Tetap asup multivitamin sebagai antioksidan misalnya vitamin C, E, dan betakaroten. Bisa juga dengan banyak mengasup buah dan sayuran. Baik juga bila Anda minum multivitamin yang mengandung zinc sebanyak 20 mg setiap hari.

5. Hindari stres yang berkepanjangan. Sisihkan waktu Anda untuk bermeditasi, menyendiri, dan menikmati hidup Anda sendiri tanpa ada gangguan apa pun, entah itu musik, film, televisi, dan lain-lain.

6. Yakinkan diri bahwa minuman yang Anda asup aman terhadap berbagai bahan kimia yang bisa meracuni tubuh. Batasi asupan minuman ringan.

7. Batasi makanan berlemak. Jangan berlebihan mengasupnya tanpa imbangan serat.

Sunday, November 01, 2009

Mengenal Gangguan Seksual

Fungsi seksual, menurut pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis. Kalau kedua faktor ini baik, fungsi seksual juga baik.

Yang dimaksud dengan faktor fisik adalah ada tidaknya penyakit, pola hidup sehat, atau ada tidaknya pengobatan yang didapat untuk mendukung fungsi organ tubuh. Sementara itu, faktor psikis misalnya stres, kejenuhan, dan suasana hubungan pribadi dengan pasangan.

Nah, apa saja gangguan seksual yang kerap terjadi?

1. Pada wanita:
- Gangguan dorongan seksual, misalnya dorongan seksual hipoaktif dan ketidaksenangan terhadap aktivitas seksual.

- Gangguan bangkitan seksual, yaitu pelendiran vagina yang kurang meskipun sudah dalam keadaan cukup terangsang.

- Tidak bisa atau sulit untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual.

- Rasa sakit atau tidak nyaman di kelamin dan sekitarnya setiap kali berhubungan seksual.

2. Pada pria:
- Gangguan dorongan seksual, misalnya akibat penyakit fisik atau psikis.

- Disfungsi ereksi, misalnya karena menderita diabetes melitus.

- Gangguan ejakulasi, yaitu ejakulasi dini atau justru ejakulasi yang terhambat.

- Gangguan orgasme, yaitu tidak bisa merasakan orgasme.

Berikut beberapa kiat mencegah gangguan fungsi seksual yang ditawarkan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And:

1. Selalu ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama pasangan.

2. Bersikap dan bicaralah secara terbuka apa adanya.

3. Jaga kesehatan tubuh dan jiwa.

4. Hindari gaya hidup tak sehat, misalnya rokok, stres, kurang tidur, pola makan tidak baik, dan tidak berolahraga.

5. Jangan tergoda untuk menggunakan obat/ramuan yang tidak jelas isi dan indikasinya.

6. Jagalah keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi.

7. Selalu usahakan untuk memiliki waktu khusus hanya berdua bersama pasangan.

8. Jangan melakukan hubungan seksual sebagai hal yang rutin.