Sunday, November 01, 2009

Mengenal Gangguan Seksual

Fungsi seksual, menurut pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis. Kalau kedua faktor ini baik, fungsi seksual juga baik.

Yang dimaksud dengan faktor fisik adalah ada tidaknya penyakit, pola hidup sehat, atau ada tidaknya pengobatan yang didapat untuk mendukung fungsi organ tubuh. Sementara itu, faktor psikis misalnya stres, kejenuhan, dan suasana hubungan pribadi dengan pasangan.

Nah, apa saja gangguan seksual yang kerap terjadi?

1. Pada wanita:
- Gangguan dorongan seksual, misalnya dorongan seksual hipoaktif dan ketidaksenangan terhadap aktivitas seksual.

- Gangguan bangkitan seksual, yaitu pelendiran vagina yang kurang meskipun sudah dalam keadaan cukup terangsang.

- Tidak bisa atau sulit untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual.

- Rasa sakit atau tidak nyaman di kelamin dan sekitarnya setiap kali berhubungan seksual.

2. Pada pria:
- Gangguan dorongan seksual, misalnya akibat penyakit fisik atau psikis.

- Disfungsi ereksi, misalnya karena menderita diabetes melitus.

- Gangguan ejakulasi, yaitu ejakulasi dini atau justru ejakulasi yang terhambat.

- Gangguan orgasme, yaitu tidak bisa merasakan orgasme.

Berikut beberapa kiat mencegah gangguan fungsi seksual yang ditawarkan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And:

1. Selalu ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama pasangan.

2. Bersikap dan bicaralah secara terbuka apa adanya.

3. Jaga kesehatan tubuh dan jiwa.

4. Hindari gaya hidup tak sehat, misalnya rokok, stres, kurang tidur, pola makan tidak baik, dan tidak berolahraga.

5. Jangan tergoda untuk menggunakan obat/ramuan yang tidak jelas isi dan indikasinya.

6. Jagalah keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi.

7. Selalu usahakan untuk memiliki waktu khusus hanya berdua bersama pasangan.

8. Jangan melakukan hubungan seksual sebagai hal yang rutin.

Thursday, October 01, 2009

Seks Hot di Pagi Hari

Pagi hari sering kali jadi puncak tertinggi gairah pria. Maklum saja, pria sering mengalami nocturnal penile tumescence (NPT) yang membuat pria dengan kondisi organ genital sehat mengalami ereksi tiga hingga lima kali dalam tidurnya. NPT atau sering juga disebut "morning glory" ini kerap kali berlanjut hingga pagi. Tak heran bila pagi menjadi waktu paling "panas" untuk pria.

Sayangnya, kebanyakan wanita justru kehilangan mood untuk berintim-intim saat baru membuka mata. Nah, agar istri ikut "terbakar" gairah Anda yang sedang membara, simak tips berikut ini:

Siapkan malam sebelumnya
Supaya Anda siap tempur saat bangun, siapkan segala sesuatunya malam sebelumnya. Tujuannya agar waktu yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk menggoda pasangan. Misalnya, menyiapkan penyegar napas di samping tempat tidur agar Anda cukup percaya diri merayunya dengan aroma napas bau mint.

Pasang alarm
Aturlah alarm agar Anda berdua bisa bangun beberapa menit lebih awal dari biasanya sehingga Anda berdua bisa menikmati permainan dengan santai tanpa didesak waktu untuk bersiap-siap kerja. Bila perlu, Anda bisa bangun lebih awal untuk merangsang hasratnya. Ingat, Anda mungkin sudah siap memulai permainan, tetapi wanita butuh pemanasan yang lebih lama.

Buatlah ia merasa seksi
Waktu bercinta di pagi hari saja sudah membuat banyak wanita malas-malasan, apalagi jika Anda tanpa tendeng aling-aling langsung meminta "jatah". Daripada harus to the point dan dapat penolakan, goda saja ia dengan kecupan-kecupan lembut mulai dari wajah, leher, hingga bagian tubuhnya yang lain. Lalu dekaplah ia dengan lembut. Buatlah ia merasa seksi dan dicintai. Digoda dengan jurus ini, siapa wanita yang tak akan luluh?

Tuesday, September 01, 2009

Suntikan Testoteron, Alternatif Kontrasepsi Pria

Keterlibatan laki-laki dalam penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia memang masih rendah. Selain kondom, vasektomi (memotong saluran benih untuk menghambat transportasi sperma) merupakan pilihan dari jenis kontrasepsi yang saat ini tersedia untuk pria.

Untuk mencari alternatif kontrasepsi terbaru, kini para ahli kini tengah meneliti kontrasepsi pria yang lebih efektif, yakni suntikan testoteron. Berdasarkan uji coba terhadap 1.045 pria sehat berusia 20 - 45 tahun di Cina, suntikan testoteron terbukti efektif sebagai alat kontrasepsi pria.

Para responden yang memiliki pasangan usia subur tersebut disuntik dengan 500 miligram formula testoteron setiap bulan selama 30 bulan. Hasil penelitian menunjukkan angka kegagalan (terjadinya kehamilan) hanya 1,1 per 100 pria dalam kurun waktu 24 bulan. Para peneliti juga melaporkan tidak ditemukannya efek samping dalam penggunaan suntikan ini.

"Hasil penelitian kami menunjukkan kontrasepsi hormonal untuk pria bisa jadi pilihan yang potensial, ramah, dan efektif untuk pria," kata Dr.Yi-Qun Gu, dari National Research Institute for Family Planning, Beijing, Cina. Hasil studi tersebut akan dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.

Menurut Gu, percobaan ini merupakan uji klinik kontrasepsi hormonal pria yang terbesar. "Selain berorientasi pada hasil, yang lebih penting adalah keamanan dari kontrasepsi hormonal ini. Terutama terhadap pada kesehatan kardiovaskular, prostat, perilaku pemakainya," kata Gu.