Sunday, April 26, 2009

Orgasme, Bikin Wanita Makin Sehat!

Anda, para wanita yang kerap melakukan hubungan seksual, dikatakan lebih sehat atau tidak mudah sakit. Bahkan karier pun bakal menanjak karenanya.

"Ada syaratnya, tentu saja," kata psikolog, Lisa Turner. Anda harus benar-benar mengalami orgasme. Orgasme yang tepat, kata Lisa, akan meningkatkan energi Anda.

Sayang, sebuah penelitian menunjukkan, 28 persen wanita jarang atau bahkan tidak pernah mengalami orgasme (full orgasm). Padahal, lanjut Lisa, orgasme akan membantu meningkatnya kesehatan dan konsentrasi Anda. Akibatnya, performa bekerja menjadi makin baik.

Lisa yakin "Anda akan merasakan makin sehat dan berenergi." Lisa yang juga mengajar tentang perihal "Cinta" mengatakan, setidaknya ada empat tipe orgasme.

Orgasme klitoral
Di masa lalu, kita tidak tahu bahwa wanita butuh stimulasi klitoris agar mencapai orgasme. Sekarang, rangsangan atas organ ini sering kali digunakan agar wanita mencapai orgasme.

Orgasme vaginal
Tipe ini melibatkan area yang disebut G-spot dan bagian-bagian sensitif lainnya yang berada di dalam vagina. Orgasme ini sangat berbeda dan secara fisik bisa terasa makin intens tergantung kemampuan pasangan memainkan perannya. Tapi yang jelas, saat Anda mencapainya, energi Anda bukannya menurun, malahan meningkat.

Orgasme multipel
Saat satu serial hubungan seksual berlangsung Anda mendapatkan dan merasai puncak-puncak kenikmatan (orgasme) beberapa kali seperti untaian mutiara yang berjejer, itulah yang disebut multipel orgasme.

Orgasme seluruh tubuh
Memang sangat jarang dialami sebagian besar wanita. Bukan karena sulit dicapai. Dengan latihan yang tepat, wanita, bahkan pria, dapat merasakannya. Kata Lisa, ini dapat berlangsung hingga 30 menit, meski beberapa menit juga bisa.

Yang penting untuk diingat, kata Lisa, trauma masa lalu dan ketidakmampuan kita untuk melepas segala pikiran tentang pekerjaan, hubungan dengan teman, keluarga, dan masalah lain menjadi hambatan paling berarti untuk mencapai orgasme. Karena itu, lepaskanlah dan nikmatilah hingga Anda betul-betul orgasme.

Makin Tua Usia, Sperma Makin Tak Berkualitas

SETIAP pria bakal infertil saat usianya mencapai 60 jika faktor-faktor penyebabnya tak segera ditangani. Demikian peringatan yang diberikan para ahli.

Dr. Fernando Marina dari Spanyol mengklaim, bahan-bahan kimia buatan manusia seperti pestisida, daging dan plastik sangat berpengaruh atas menurunnya kadar hormon pria. Mereka semua merusak dan menurunkan kualitas hormon.

Sejumlah sperma sehat yang diteliti dikatakan, rata-rata akan menurun kualitasnya dari 63 persen hingga 42 persen dalam tiga puluh tahun. "Ini masalah sangat serius," jelas Marina.

5 Besar Alasan Melewatkan Seks

LELAH merupakan alasan yang kerap muncul bagi seseorang yang melakukan aktivitas hubungan seksual secara cepat bahkan melewatkannya. Demikian sebuah poling baru menyebutkan.

National Research Center Amerika Serikat Januari lalu melakukan poling lewat telepon yang melibatkan 1.000 orang dewasa usia antara 18 dan 75 tahun. Sekitar 52 persen di antaranya wanita. Kebanyakan peserta, 57 persen menikah atau hidup bersama dengan pasangan dan 48 persen anak-anak muda di bawah usia 18 tahun yang tinggal di rumah.

Kebanyakan peserta poling, atau sekitar 81 persen, menyatakan bahwa kadang-kadang mereka menghindari seks tahun lalu. Inilah lima besar alasan kenapa mereka tidak nge-seks dengan catatan ada beberapa dari mereka yang memilih lebih dari satu alasan kenapa tidak melakukan seks.

1. Terlalu lelah atau tidak tidur : 53 persen.
2. Tidak enak badan : 49 persen.
3. Tidak mood : 40 persen.
4. Lebih mendahulukan anak-anak dan/atau hewan peliharaan : 30 persen.
5. Kerja : 29 persen.

Yang menarik, persoalan ekonomi bukanlah alasan untuk tidak nge-seks. dari 595 partisipan yang dilaporkan aktif secara seksual di tahun 2008, 78 persen mengatakan bahwa persoalan ekonomi tidak memengaruhi seberapa sering mereka nge-seks.

Beberapa temuan dalam survei ini :
1. Sebanyak 45 persen peserta yang aktif secara seksual menyatakan bahwa mereka pernah merencanakan waktu tertentu untuk nge-seks dengan pasangannya. Namun, hanya 7 persen yang menulisnya di kalender atau PDA.
2. Sebanyak 56 persen pria mengatakan bahwa mereka berpikir soal seks setiap harinya, dibanding wanita hanya 19 persen.
3. Mereka yang kondisi badannya tidak bagus justru cenderung ingin nge-seks daripada mereka yang sehat, yang hanya senang berfantasi soal seks.
4. Orangtua yang anaknya masih di bawah 18 tahun dilaporkan lebih suka nge-seks dibanding mereka yang tidak tinggal bersama anak-anak di tahun 2008.