Wednesday, January 28, 2009

Fe-Folat dan MGM Sama Baiknya untuk Ibu Hamil

Penggunaan Fe-Folat dan Multi Gizi Mikro/MGM sama baiknya untuk ibu hamil, terutama menambah berat badan selama kehamilan. Idealnya Penambahan Berat Badan Hamil/PBBH sebesar 12,5 kg.

Sebagian besar ibu yang mempunyai Berat Badan pra Hamil (BBpH) yang rendah dan PBBH yang tidak adekuat dapat berdampak negatif pada pertumbuhan janinnya, papar Helwiah Umniyati saat mempertahankan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Universitas Indonesia di Depok, Rabu (7/1).

Helwiah yang mempresentasikan disertasi berjudul Pengaruh Suplemen Multi Gizi Mikro terhadap Penambahan Berat Badan Hamil: Sebuah Studi Prospektif di Lombok dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan.

Tujuan utama penelitian yang dilakukan oleh Helwiah ini adalah untuk menilai pengaruh suplementasi MGM terhadap PBBH dibandingkan dengan suplementasi Fe-Folat, yang merupakan program suplementasi pada ibu hamil di Indonesia sampai saat ini.

Studi ini menggunakan data sekunder dari SUMMIT (Supplementation with Multiple Micronutrients Intervention Trial), yaitu studi double blind controlled trial pada ibu hamil di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pada studi SUMMIT suplementasi diberikan kepada ibu hamil sejak enrollment sampai tiga bulan setelah melahirkan dan 50 persen ibu hamil mengonsumsi 85 persen atau lebih suplemen yang diberikan. Perhitungan PBBH dilakukan dengan menggunakan formula yang telah teruji sebelumnya.

Dari 29.5 42 kohort ibu hamil pada data SUMMIT, 7.348 di antaranya diberi Fe Folat sebanyak 3.639 ibu hamil dan MGM diberikan pada 3.718 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi: berat ibu hamil diukur dua kali selama kehamilan dengan jarak minimal 11 minggu, pengu kuran berat pertama dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 24 minggu dan pengukuran kedua saat lebih dari 28 minggu kehamilan.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan PBBH yang bermakna antara ibu yang mengonsumsi MGM dan ibu yang mengonsumsi Fe-Folat.

Studi ini juga tidak dapat menunjukan secara pasti pengaruh suplementasi tersebut terhadap PBBH. Rerata PBBH di Lombok adalah 9,04 kg yang jauh lebih rendah dari pada rerata PBBH yang dianjurkan di negara berkembang yaitu sebesar 12,5 kg, papar Helwiah.

Dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, menurut Helwiah, PBBH di Lombok lebih tinggi dari PBBH di Madura yakni 6,6 kg, dan sedikit lebih tinggi dari PBBH di Purworejo (8,3 kg) dan di Indramayu (8,9 kg).

Sebagian besar (75 persen) ibu hamil di Lombok masih belum mencapai PBBH yang adekuat, terutama pada ibu-ibu yang mempunyai BBpH kurang dari 40 kg, proporsi dari PBBH yang tidak adekuat mencapai 97 persen.

Tuesday, January 27, 2009

Manfaat Buah dalam Terapi Holistik

TERAPI holistik mewajibkan pasien mengasup makanan yang seimbang. Maklum, konsep dasar terapi holistik mengacu pada tata cara hidup yang tak serakah dan sesuai dengan alam.

Wajar saja terapi dengan metode menyeluruh ini mewajibkan pasien menyantap buah saban harinya. Sebab buah mengandung banyak zat yang berguna bagi tubuh. Apel misalnya, mengandung garam mineral, pektin, dan asam oksalik.

Pektin dinyakini mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida yang bisa mengganggu fungsi jantung. Adapun alpukat mengandung kalori, lemak baik yang berguna mengurangi kadar kolesterol, dan menjaga kelenturan otot-otot sendi. Sedangkan pisang yang mempunyai daging lembut bisa melapisi dinding-dinding lambung dan usus sehingga dapat menjadi lapisan antiradang di tubuh.

Sementara kolaborasi pepaya dan mangga memiliki kandungan karbohidrat dan enzim yang tinggi. Jus pepaya dan mangga bermanfaat menanggulangi pembengkakan dan peradangan, gangguan pencernaan, dan demam.

Monday, January 26, 2009

Kebanyakan Kopi Bikin Halusinasi?

Coba perhatikan, kalau ada kawan atau saudara yang mengaku melihat hantu atau mendengar sesuatu yang berbau mistis tanyakan apakah ia pecandu kopi atau bukan. Menurut penelitian di Inggris, orang yang terlalu banyak minum kopi cenderung lebih mudah mengalami efek halusinasi.

Tim peneliti dari Universitas Dunham menyimpulkan, orang yang minum lebih dari tujuh cangkir kopi instan sehari cenderung tiga kali lipat lebih mudah mengalami halusinasi daripada orang yang hanya minum satu cangkir kopi sehari. Kesimpulan tersebut diambil setelah mereka menyurvei 200 mahasiswa mengenai kebiasaan mengonsumsi kopi dan pengalamannya melihat hal-hal mistis.

"Ini merupakan langkah awal untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan halusinasi secara lebih luas," ujar Simon Jones, yang memimpin penelitian tersebut. Ia mengatakan pada penelitian-penelitian sebelumnya, diketahui bahwa tekanan, seperti trauma masa kecil, berhubungan dengan halusinasi.

Menurut James, hubungan antara kopi dan halusinasi mungkin terkait dengan hormon kortisol. Halusinasi sendiri timbul saat tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol. Hormon tersebut dihasilkan saat seseorang mengalami stres. Konsumsi kafein juga memicu produksi hormon tersebut.

Meski demikian, James menekankan bahwa hubungan tersebut bukan sebab akibat. Kalaupun kafein memicu halusinasi, pengaruhnya mungkin tak sebesar faktor psikologis lainnya. Selain itu, bukan hanya kopi yang berpengaruh, melainkan juga teh, kopi, dan minuman yang mengandung kadar kafein tinggi. Penelitian langsung dan percobaan dibutuhkan untuk mengukur hubungan kafein dengan efek halusinasi.