Sunday, December 28, 2008

Alkohol: Merangsang Gairah, tapi Bikin Loyo

KEBIASAAN minum minuman keras atau menelan sejumlah besar bir atau anggur ternyata dapat menghilangkan tenaga. Padahal, sering terdengar, minuman beralkohol digunakan sebagai pembangkit gairah sebelum melakukan hubungan seks. Banyak iklan di pelbagai media cetak mengiklankan produk minuman keras dapat menimbulkan kesan hangat, penuh cinta, dan seksi.

Menurut Dr Eugene Schoenfeld dari San Fransisco dan penulis pada kolom Dr Hippocrates di berbagai surat kabar Amerika, alkohol memang merupakan contoh obat yang begitu luas digunakan, tapi jangan dianggap semata sebagai obat. “Dalam dosis yang lebih besar, terjadi depresi dan perlambatan refleks. Stimulasi akibat alkohol sebenarnya disebabkan pelepasan hambatan-hambatan yang ada,” tulisnya seperti dikutip dari buku Nutrisi Seksual (Sexual Nutirition) yang ditulis oleh DR Morton Walker.

Dr Eugene Schoenfeld mengatakan, kebiasaan minum minuman beralkhohol menyebabkan hati menghasilkan sejumlah besar enzim yang dapat menghancurkan testosteron, hormon pembangkit libido pria. Sebuah riset dari universitas di California menunjukkan bahwa kebanyakan pria tidak bisa ereksi setelah meminum tiga kali minuman keras yang masing-masing dosisnya 1 ons. Karena alkohol mengurangi produksi testosteron, kebiasaan minum yang berat dapat menyebabkan impotensi permanen, bahkan kecenderungan mandul pada pria.

Kendati demikian, beberapa orang dengan karakter pribadi yang kuat masih bisa ereksi meskipun dalam keadaan mabuk berat. Ahli riset seksual, dr CW Sheppard dan dr GR Gay, menyimpulkan, dengan mempertimbangkan adanya keraguan dalam manfaat dari penggunaan yang berlebihan, tidak masuk akal juga untuk menggunakan stimulan dari bahan-bahan yang mengandung alkohol.

“Seseorang yang tak dapat bereaksi terhadap stimulasi psikoseksual biasa seharusnya mencari bantuan profesional. Pada umumnya, minuman keras hanya memberikan kekecewaan, bukan pada perbaikan seksual,” tulis Sheppard dan Gray dalam laporannya yang dimuat dalam Journal of Abnormal Psychology.

Masih dalam laporan yang ditulis Shepperd dan Gray, dikatakan bahwa orang yang minum alkohol, semangatnya dapat naik, tapi penisnya hanya naik sementara saja, ereksinya pun hanya setengah keras. Dampak sebenarnya dari alkohol dalam segala bentuknya, wiski, anggur, dan bir, dapat menjadikan penis lembek alias loyo. Semakin mabuk, semakin lembek.”

Bagaimana dengan wanita? Beberapa wanita mengatakan, efek minuman keras dapat membuat gairah menjadi naik. Menurut penelitian psikolog dr G T Wilson dan dr D M Lawson, para wanita itu lebih cepat mabuk dan mabuk lebih lama dibandingkan dengan pria. Wanita lebih cepat menyerap alkohol dan lebih dulu menahannya dalam darah daripada pria. Akibatnya, dapat membahayakan janin.

Percobaan yang disebut Fetal Alcohol Syndrome (FAS), sindroma alkohol janin yang dilakukan para ahli di University of North Carolina, mengatakan, gangguan pada janin sudah dapat terjadi pada tiga minggu kehamilan, jauh sebelum wanitanya sendiri sadar dirinya hamil.

Hamil, Hindari Setengah Matang

MEMASUKI masa kehamilan merupakan periode paling rentan bagi seorang wanita. Pasalnya, segala aktivitas yang dilakukan bakal berdampak bagi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, saat hamil wanita tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat dan harus banyak istirahat.

Selain itu, dokter spesialis kandungan Boyke Dian Nugraha menyarankan, wanita hamil harus menjaga pola hidup yang sehat, yakni dengan memperbanyak makan buah dan sayuran. Ini penting untuk mendukung perkembangan janin.

Namun, pastikan juga makanan yang dikonsumsi harus benar-benar sehat. "Jangan makan-makanan setengah matang," kata Boyke. Pasalnya, pada makanan setengah matang seringkali masih terdapat virus yang bisa membahayakan janin.

Meski sebaiknya tidak melakukan banyak aktivitas, ibu hamil juga harus tetap berolahraga. Namun, cukup olahraga ringan, misalnya senam ibu hamil.

Di samping itu, ibu hamil juga harus intensif memeriksakan kesehatan dan kandungannya sebulan sekali, ia harus periksa ke bidan atau ahli kandungan. "Ini wajib, tidak boleh dilupakan," tandas Boyke.

4 Kunci Perkembangan Otak Anak

PERKEMBANGAN otak akan memengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari. Hal yang memengaruhi perkembangan otak anak hingga usia 3 tahun antara lain faktor gen, asupan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

Demikian dikatakan Dr Soedjatmiko dalam roadshow seminar "Memaksimalkan Kecerdasan Anak dengan Floor Time" di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (24/1).

Menurut Soedjatmiko, faktor gen dari orangtua memang sudah tak bisa diubah. "Ini sudah tak bisa diganggu gugat, misal orang tua cerdas, maka faktor gen akan menurun ke anak," jelasnya.

Adapun penambahan nutrisi terhadap bayi akan memberi efek positif bila diberikan sedini mungkin, yakni sekitar 6-12 bulan. "Perkembangan otak bayi setelah dilahirkan lebih penting dalam menentukan IQ anak di kemudian hari dibanding saat di dalam kandungan," tuturnya.

Nutrisi yang terbaik untuk bayi, dikatakan Soedjatmiko, air susu ibu (ASI) mengandung banyak zat yang diperlukan seperti protein dan asam amino, AA-DHA, Gangliosida (GA), kolin, dan zat gizi mikronutrien lainnya.

Di samping nutrisi, stimulasi juga memegang peranan penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. "Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang karena bila tak distimulasi, sinaps yang jarang atau tak terpakai akan musnah," ucapnya.

Stimulasi ini dapat diterapkan sejak dini, yakni sejak janin masih dalam kandungan hingga umur 2-3 tahun yang dikenal dengan masa keemasan perkembangan otak anak (golden age).
Stimulasi, menurut Soedjatmiko, dapat dilakukan dengan bermain aktif dengan penuh kasih sayang, gembira, dan bebas.

"Faktor kasih sayang ini juga penting karena kedekatan emosional saat orangtua dan anak itu bermain dapat menstimulasi anak untuk berpikir kreatif," jelasnya.