Friday, October 10, 2008

Vitamin A, Tak Hanya Untuk Mata

PERAN vitamin A bagi kesehatan mata sudah bukan rahasia lagi. Namun, ternyata vitamin A masih menyimpan banyak kegunaan. Salah satunya, menurunkan angka kematian dan angka kesakitan. Selain itu?

SUMBER VITAMIN A
Seperti vitamin lainnya, vitamin A bisa diperoleh dari mana saja. Menurut Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, ahli gizi dari IPB, sumber termudah yang bisa diperoleh adalah dari sayuran berwarna hijau tua.

"Ini karena di dalamnya banyak mengandung provitamin A (betakaroten)," ungkap guru besar IPB ini. Tubuh akan mengubah pro-vitamin A menjadi vitamin A. "Satu molekul betakaroten dapat diubah menjadi dua molekul vitamin A." Betakaroten banyak terdapat pada bayam, wortel, ubi jalar dan buah-buahan berwarna kuning jingga.

Adapun sumber lain yang berasal dari hewan sering disebut preformed vitamin A. Bentuk preformed vitamin A antara lain hati, ginjal, mentega, margarin yang difortifikasi (penambahan zat tertentu pada makanan misal vitamin A), kuning telur, susu, dan keju.

BUKAN CUMA UNTUK MATA
Vitamin A sangat erat kaitannya dengan mata, ini pasti sudah banyak yang tahu. "Ya, vitamin A sangat penting untuk membantu integritas retina mata." Kekurangan vitamin A akan menyebabkan mata tidak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk ke dalam retina. Sebagai konsekuensi awal, terjadilah buta senja, yaitu mata sulit melihat di kala senja.

Guna lain vitamin A adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan kerangka dan jaringan tubuh. "Sebab vitamin A membantu sintesis protein tubuh dan diferensiasi sel-sel tulang (memperbaiki proses pembuatan tulang)," tegas Ali.Vitamin A juga berfungsi sebagai vitamin anti-infeksi, karena dapat mempertahankan integritas membran mucous (supaya sel-sel di dalam tubuh khususnya mata tidak mudah rapuh).

Karena itu, kekurangan vitamin A juga bisa menyebabkan meningkatnya kerentanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus. Dengan kata lain, tanpa vitamin A, sistem pertahanan tubuh akan hilang, sehingga tubuh akan mudah terserang penyakit.

MASIH KURANG
Saat ini, secara klinis, Indonesia dinyatakan sudah bebas dari masalah vitamin A. "Sedangkan dari sisi konsumsi vitamin A, kita masih dianggap kurang," kata Ali. Karenanya, pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi di posyandu-posyandu merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah kekurangan vitamin A pada anak-anak.

Memang, anak-anak khususnya bayi dan balita merupakan pondasi dari lingkup yang luas, yaitu penduduk. "Padahal, kita punya masalah dengan anak-anak, karena seringkali mereka tidak mau makan sayuran, sehingga rentan terhadap kekurangan vitamin A," keluh Ali. Untuk menangani hal tersebut, orang tua bisa memberikan vitamin A hewani. "Perlu diketahui, konsumsi sayuran memberikan manfaat vitamin A sepertiga dibandingkan konsumsi pangan hewani," jelas Ali.

Saran Ali, jangan ragu-ragu memasak sumber vitamin A. "Vitamin A ataupun betakaroten termasuk vitamin yang relatif tahan panas, tidak seperti vitamin C atau B. Karena itu, sekalipun dimasak, kandungan vitamin A-nya tetap tinggi," himbau Ali.

Vegetarian, Selamatkan Dunia dan Tubuh

MENJADI vegetarian adalah solusi yang paling mudah, murah, serta beradab untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan, pemanasan global, serta dan demi kesehatan tubuh. Hal tersulit untuk bervegetarian adalah mengenyahkan sugesti bahwa makan daging itu perlu.

Sugesti paling kuat-dan memprihatinkan-yang telanjur menancap di benak masyarakat adalah bahwa t ubuh akan lemas kalau tidak menyantap daging. Ini seakan mengingkari fakta bahwa daginglah penyebab banyak penyakit yang menurunkan kesehatan tubuh.

"Sudah sangat banyak paparan dari organisasi resmi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan paparan dari ahli medis yang intinya menjelaskan bahaya makan daging," ucap Prasasto Satwiko, Koordinator Bidang Teknologi Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Selasa (7/10).

Namun lanjut dia, informasi seputar berbahayanya daging ini tak sampai ke masyarakat . Jika manusia bisa jernih berpikir, kalau melihat dampaknya, makan daging sebenarnya tidak perlu. Tetapi, sugesti yang menempatkan daging sebagai santapan penting, sulit diubah.

Tentu saja, kalau orang tiba-tiba bervegetarian, tubuhnya terasa kurang bertenaga, aneh, dan otak seperti kurang bisa berpikir. "Tapi, keadaan ini kan seperti perokok yang merasa aneh kalau mendadak berhenti merokok. Artinya adalah, itu hanya sugesti," kata Prasasto, profesor yang juga Guru Besar Fakultas Teknik UAJY ini.

Dengan kata lain, meski daging tidak dikategorikan sebagai bahan aditif yang berbahaya, namun efek psikologis (membuat ketagihan) sudah nyata terpapar. Sayangnya, kondisi ini seakan dianggap angin lalu.

Informasi seputar vegetarian masih diterima secara sepenggal-sepenggal, belum secara sistem. Vegetarian hanya dianggap gaya hidup demi kesehatan atau ajaran agama tertentu. Padahal lebih dari itu, pemanasan global, kerusakan lingkungan, hingga kepunahan hewan, banyak berpangkal dari daging, termasuk ikan. Terkait pemanasan global misalnya, tercermin dari borosnya energi untuk menghasilkan sepotong daging.

Mitos bahwa bervegetarian membuat orang bodoh, juga tidak benar. Banyak orang penting yang mengubah dunia dan mereka vegetarian, misalnya Albert Einstein, Socrates, Plato, Leonardo da Vinci, Charles Darwin, hingga RA Kartini, kata Prasasto.

Indra (27), karyawan swasta di Yogyakarta berpendapat, memang sulit untuk bervegetarian. Sangat sulit mengenyahkan daging dari menu di piring. Sulit juga mencari warung makan yang hanya menyediakan sayuran. "Budayanya sudah budaya makan daging", ujarnya.

Bervegetarian masih dilihat Indra sebatas demi menjaga kesehatan. Saya tidak tahu hubungan vegetarian dengan pemanasan global. "Namun saya meyakini bahwa bergetarian itu baik dari segi apa pun," ucapnya.

Thursday, September 25, 2008

Hamil Kurang Makan Bikin Bayi Obesitas

SEBUAH penelitian mengindikasikan, asupan kalori ibu sepanjang masa kehamilan ternyata berperan penting dalam mempengaruhi kecenderungan sel-sel lemak bayi yang tengah dikandungnya.

Riset terbaru Dr Helen Budge, dari Universitas Nottingham menyimpulkan kurangnya asupan kalori semasa hamil ternyata dapat mengubah perilaku sel-sel lemak bayi setelah dilahirkan.

Dengan menggunakan domba sebagai model penelitian, Budge menemukan sel-sel lemak janin domba yang mendapat asupan kalori terlalu sedikit mengalami peradangan yang cukup parah. Peradangan ini diyakini mampu merusak kemampuan tubuh memetabolisme makanan sehingga menempatkan bayi dalam kelompok risiko tinggi mengalami kegemukan atau obesitas.

Dalam risetnya, Budge juga menemukan buruknya kualitas nutrisi selama kehamilan memicu kerusakan sejenis gen lemak disebut FTO, yang dikaitkan dengan 30 persen peningkatan risiko obesitas.

"Sel-sel lemak awalnya dipekirakan sebagai jaringan yang tidak berdaya, tetapi kami sekarang menemukan bahwa mereka melepaskan hormon-hormon penting dalam metabolisme makanan. Jika kadar dari hormon ini terganggu atau jaringan lemak dirusak oleh peradangan, maka terjadilah peningkatan risiko obesitas," ungkap Dr Budge, saat berbicara di hadapan British Association for the Advancement for Science.

Dr Budge dan timnya memakai domba dalam risetnya karena hewan ini adalah model terbaik bagi obesitas pada manusia. Dengan cara merekayasa asupan kalori dan diet para domba semasa kehamilan, para peneliti dapat memantau perubahan yang terjadi dalam bayi domba setelah lahir.

Dr Budge kini tengah berupaya merintis penelitian guna mengurai secara detil jenis makanan apa yang terbaik bagi wanita hamil sekaligus memberikan modal terbaik bagi bayi di kehidupan awal mereka.

"Apa yang dimakan seorang ibu selama hamil dapat memberi dampak besar bagi kesehatan bayi di kemudian hari. Yang menarik adalah kami tak hanya membicarakan bayi yang kekurangan nutrisi semasa kandungan, tetapi juga mereka yang lahir dengan berat rata-rata normal," ujarnya.

Kendati riset Budge lebih menekankan pada sedikitnya jumlah kalori daat kandungan, banyak riset lainnya menunjukkan bahwa terlalu banyak makan selama hamil juga dapat merugikan bayi dan ibu.

"Nasehat terbaik yang dapat kami tawarkan saat ini bagi para ibu hamil adalah makanlah dengan diet yang sehat dan seimbang," ujarnya.