Monday, September 22, 2008

Kenali Lebih Dekat Tamu Bulanan Anda

PENGALAMAN kaum wanita tak selalu sama dalam menghadapi menstruasi. Ada yang harus istirahat di rumah karena kesakitan, ada pula yang tidak mengalami apa-apa. Kapan perempuan harus waspada dengan gejala-gejala menstruasi yang sedang dialaminya? Mari kita cermati kuis berikut ini.

Benar atau Salah:
1. Menstruasi yang jarang, sakit, atau banjir adalah hal yang wajar.
2. Stres adalah penyebab pokok semua masalah menstruasi.
3. Mungkin dokter akan menyarankan Anda menaikkan berat badan untuk mendapatkan menstruasi.
4. Minum pil KB dapat membantu meringankan sakit menstruasi.
5. Suplemen asam folat membantu mengatasi masalah menstruasi.

Jawaban:
1. Benar. Ini adalah tiga kategori utama masalah menstruasi. Menstruasi yang jarang adalah amenorrhea. Dimenorrhea adalah istilah untuk menstruasi yang sakit dan menorrhagia adalah banjir saat menstruasi.
2. Benar. Stres dapat menyebabkan menstruasi jadi jarang. Menstruasi sakit dapat disebabkan endometriosis, sejenis infeksi, atau ada sesuatu yang tumbuh di rahim seperti fibroid. Banjir saat menstruasi dapat juga disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau juga penggunaan IUD untuk mengatur kelahiran.
3. Benar. Jika Anda kekurangan berat badan, dokter mungkin akan menyarankan Anda menaikkan berat badan dan memeliharanya. Perempuan yang kekurangan berat badan atau menderita kelainan makan seperti bulimia seringkali berhenti mendapatkan menstruasi. Pengobatan lain untuk mendapatkan kembali menstruasi adalah mengurangi stres dan mencari penyebab permasalahannya. Juga cari tahu siapa tahu Anda berhenti menstruasi karena sedang hamil atau mendekati masa menopause.
4. Benar. Dokter Anda mungkin akan meresepkan pil KB atau progesteron saja untuk menyeimbangkan hormon dan meredakan nyeri. Pilihan pengobatan lain adalah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin atau asetaminofen.
5. Salah. Suplemen asam folat bukanlah penyembuh menstruasi yang banyak. Dokter akan merekomendasikan asam folat dan besi untuk wanita yang mengalami masalah ini, tapi juga untuk mengobati atau mencegah anemia yang disebabkan oleh kekurangan darah, terkait dengan banyaknya darah yang keluar saat menstruasi. Dokter akan meresepkan obat untuk memperbaiki keseimbangan hormon. Anda mungkin juga diminta untuk mengurangi aktivitas fisik untuk sementara waktu.

Sunday, September 21, 2008

Sel Punca Kelinci Lebih Menjanjikan

sel punca atau sel induk merupakan salah satu teknologi kedokteran yang saat ini marak dikembangkan. Pengembangan sel punca telah memberi harapan bagi penyembuhan berbagai penyakit yang belum bisa terobati sampai saat ini.

Walaupun masih berbenturan dengan problem etika dan beragam teknologi pengembangannya, terapi sel punca telah banyak dilakukan termasuk di Indonesia. Sejauh ini, ada beberapa sumber sel punca yang dikembangkan untuk terapi, baik yang berasal dari manusia seperti sel punca embrionik, sel punca dewasa dan sel punca tali pusat, dan sel punca yang berasal dari hewan (sel punca xeno).

Menurut Sekjen Perhimpunan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia (PERKAPI), Dr Suharto, SpKO, DPH, para ahli kini telah berhasil mengembangkan transplantasi sel punca xeno dari janin kelinci. Sel punca yang berasal dari kelinci ini dikembangkan oleh ahli transplantasi sel Prof Dr Michael Molnar dan diproduksi Bio Cellular Research Organization (BCRO) di Swiss sejak 1998.

Prof Molnar telah menemukan metode membuat 200 macam sel untuk keperluan klinis yang dapat ditanamkan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Sel punca ini, kata Suharto, relatif lebih aman dan sama efektifnya dibandingkan transplantasi stem sel dari janin manusia. Sel punca ini juga tidak menimbulkan efek penolakan dari tubuh sehingga pada pelaksanaan terapi pasien tidak membutuhkan penekan zat imun atau imunospresan.

Sel induk yang diproduksi BCRO ini, kata Suharto, juga dihasilkan dari kelinci pilihan yang telah dikembangkan selama 30 generasi, jadi dipastikan tidak dapat menularkan penyakit kepada manusia.

Penggunaan sel punca dari kelinci ini diyakini Suharto memiliki prospek menjanjikan di masa depan mengingat superioritas sel punca hewan (xeno) terhadap manusia dibandingkan sel manusia seperti sel punca embrionik. Sel punca dari kelinci juga lebih mudah diterima oleh kalangan pemuka agama, karena sebelumnya penah muncul perdebatan di Indonesia tentang penggunaan sel punca dari hewan babi.

Sementara itu pakar anti-penuaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Waluyo Soerjodibroto, menilai penggunaan sel punca kelinci yang dikembangkan Prof Molnar relatif lebih aman karena sel yang digunakan bukanlah sel punca embrionik atau pun sel punca dari darah di tali pusar.

Menurut Waluyo, sel punca embrionik yang diperoleh dari sel-sel pada tahap blastosit (5-7 hari pascapembuahan) berpotensi menjadi untuk berubah menjadi segala macam jaringan termasuk kanker. Sedangkan sel punca dari kelinci ini diperoleh pada tahap lebih lanjut di mana janin sudah mulai membentukan organ.

Saturday, September 20, 2008

Bebas Keputihan di Bulan Puasa

BULAN puasa merupakan bulan hikmah untuk beribadah bagi kaum Muslim. Namun, kenyamanan puasa bisa terganggu karena penyakit tertentu, misalnya keputihan. Padahal, sebetulnya penyakit ini dapat diatasi karena ada cara-cara pencegahan dan solusinya.

Keputihan merupakan penyakit umum yang sering diderita perempuan dan salah satu pencetusnya adalah pola makan yang tidak sehat. Pada bulan puasa umumnya perempuan tidak memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi saat berbuka sehingga dapat memengaruhi risiko keputihan akibat infeksi jamur.

Ahli gizi Universitas Indonesia (UI) Dr Elvina Karyadi mengatakan, keputihan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan genitalia dan pola makan yang sehat, menghindari faktor risiko infeksi seperti berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan ginekologi secara teratur termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker satu tahun sekali bagi yang pernah melakukan hubungan seksual.

"Keputihan dapat dicegah dengan makan-makanan sehat dan rajin olahraga," kata Elvina.

Lebih lanjut, Elvina menuturkan, banyak hal yang perlu diperhatikan selama bulan puasa agar terhindar dari risiko keputihan. Antara lain, cukup asupan cairan minimal 8 gelas per hari, cukup asupan serat dari buah dan sayuran, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung tepung dan gula. Dari segi terapi obat, keputihan dapat diobati dengan obat oral dosis tunggal dengan sekali konsumsi dan resep dokter.