Monday, August 04, 2008

Agar Si Dia Liar di Tempat Tidur (5)

8. Cium ‘Bagian Bawahnya’ dengan Lembut
Menurut para wanita, ‘terlalu kasar’ merupakan kesalahan terbesar pria saat melakukan seks oral. “Para pria menganggap bahwa mereka memasukkan dan menggoyangkan lidahnya dengan membabi buta di situ,” kata Ian Kerner, PhD, terapis seks di New York dan pengarang buku She Comes First, “Namun, yang wanita inginkan adalah gerakan yang konstan dari lidah Anda, dengan tekanan-tekanan tertentu sehingga dia dapat mengatur ritme dan tempo.”

Trik lain: Minta dia untuk memberikan contoh gerakan dan tekanan yang ia mau dengan menjilat lubang telinga Anda, lalu ikuti keinginannya setiap kali Anda melakukan seks oral padanya. Dan satu hal lagi yang perlu Anda hindari, “Jangan pernah mengisap bagian klitoris wanita terlalu kuat karena hal ini justru akan membuat wanita kesakitan, bukan merasa keenakan.”

Kata si dia
Alannys: Pria yang terlalu kasar di tempat tidur, saya rasa punya kelainan.
Imelda: Ada juga pria yang berlaku kasar di tempat tidur karena ingin memuaskan imajinasinya. Tapi tidak semua wanita bisa diperlakukan seperti ini tanpa merasa terintimidasi.
Nonny: Sebagian pria senang mencoba-coba gaya yang kasar, ada pula yang terlalu bernafsu di tempat tidur sehingga terasa terlalu kasar bagi wanita. Sepertinya hal ini perlu dibicarakan berdua.

Hasil Survei
Hal apa yang paling dapat membuat Anda orgasme?
Seks vaginal: wanita (29 persen), pria (54 persen)
Stimulasi bersama: wanita (41 persen), pria (18 persen)
Seks oral: wanita (24 persen), pria (26 persen)


9. Buat Ledakan Dahsyat
Berikan si dia ejakulasi terhebat Anda sebagai penghargaan atas seks terpanas yang ia berikan malam ini. Untuk melakukannya, Anda perlu membawa diri Anda ke ambang orgasme dan menahannya beberapa saat sebelum akhirnya dilepaskan. Dengan begitu, Anda perlu menunda ejakulasi Anda beberapa saat agar ‘ledakannya’ menjadi lebih dahsyat.

Mengalihkan pikiran Anda ke pertandingan bola atau cuaca justru akan membuat Anda kehilangan gairah seketika. Lebih baik, hentikan fokus rangsangan pada diri Anda dengan mulai menstimulasi dirinya. Pijat bagian klitorisnya dengan jari-jari Anda. Atau, ketika Anda sedang melakukan penetrasi, tekan bagian abdomen Anda yang terletak di atas penis untuk mengurangi gesekannya. Atau berhentilah sesaat dan berikan dia seks oral untuk sementara waktu.

“Jika Anda melakukannya dengan ‘mulus’, maka Dia tidak akan menyadari bahwa Anda sebenarnya hendak mengatur ejakulasi,” kata Mustanski, “Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah membuat sistem tubuh Anda siap sedia untuk mencapai puncak kenikmatan.”

“Tapi perlu diingat juga, terlalu lama juga tidak menyenangkan,” kata Mariska. “Kebanyakan pria berpikir, semakin lama maka semakin hebat dirinya. Ini salah besar! Semakin lama justru semakin sakit dan membosankan.”

Kata si dia
Alannys: Pria yang pengertian dengan pasangannya seharusnya membiarkan pasangannya orgasme terlebih dahulu sebelum dia.
Imelda: Lebih baik lagi bila pria mau menunggu untuk orgasme bersama. Biar impas! Jika mereka orgasme duluan, berarti ia egois.
Nonny: Kapan orang bisa bertahan orgasme tergantung pada kondisi kesehatan tubuh masing-masing. Faktor psikis dan fisik sangat memengaruhi. Apalagi tubuh pria sangat berbeda dengan wanita. Jadi, butuh pengertian kedua belah pihak untuk masalah ini.

Hasil Suvei
Untuk masalah durasi seks:
Para pria mengatakan, “Saya ingin bisa bertahan lebih lama ketika melakukan intercourse” (82 persen)
Para wanita mengatakan, “Saya berharap para pria dapat bertahan 5 hingga 20 menit lebih lama” (29 persen)

Bentuk eksperimen seksual apa yang ingin Anda coba?
Alat bantu seks: wanita (37 persen), pria (42 persen)
Seks di tempat umum: wanita (41 persen), pria (63 persen)
Nonton film porno: wanita (48 persen), pria (77 persen)
Spanky (pukul bokong): wanita (33 persen), pria (57 persen)
Memakai ikatan: wanita (49 persen), pria (63 persen)
Bermain peran: wanita (42 persen), pria (58 persen)
Direkam kamera: wanita (36 persen), pria (74 persen)
Seks anal: wanita (22 persen), pria (53 persen)
Threesome: wanita (12 persen), pria (43 persen)

Agar Si Dia Liar di Tempat Tidur (6)

10. Bebaskan Sisi Liarnya
“Dasar seksualitas pria dan wanita sangat berbeda. Seorang pria dasar seksualitasnya lebih banyak bersifat biologis, sedang wanita lebih didasari proses belajar,” kata dr. Arman, “Bersama pasangannya, wanita akan belajar untuk makin menikmati teknik-teknik seks yang diberikan, sehingga makin pandai dan makin bisa menikmati seks tersebut.”

Jadi, jangan pernah mengajaknya melakukan eksperimen seks, dan berharap Dia pernah melakukannya sebelum bertemu dengan Anda. Untuk membuat dirinya mau melakukannya membutuhkan waktu, taktik, dan kepercayaan.

Berdasarkan survei yang kami lakukan, 48 persen wanita Indonesia menyatakan kalau mereka sebenarnya mau melakukkan beberapa ekseperimen seks suatu hari nanti saat berhubungan seks dengan pasangannya. Bagaimana mempercepat hal ini?

“Buat Dia merasa kalau dirinya tidak akan dihakimi,” kata Candida Royalle, seorang produser film erotis dan pengarang buku Tell a Naked Man What To Do. Berikut ini adalah tiga tahap untuk membangkitkan sisi liarnya.

1. Picu imajinasinya. “Wanita sebenarnya menyukai bagian cerita dari film porno,” kata Patti Britton Ph.D., seorang penulis buku The Art of Sex Coaching. “Namun kadang kala film porno dapat dapat mengejutkan mereka.” Jadi, jangan harap ia mau berinisiatif untuk memutar dan menonton film tersebut. Lakukan cara yang lebih halus untuk memenuhi imajinasinya: Sisipkan pembatas buku di beberapa adegan-adegan seksi dari sebuah novel klasik agar ia dapat membacanya –seperti The Garden of Eden karangan Ernest Hemingway, atau sesuatu yang kontemporer seperti Jakarta Under Cover karangan Moamar Emka.

2. Buat Dia Terbiasa. Perkenalkan padanya beberapa ide –secara tidak langsung. Anda butuh media pembantu (seperti film panas –tapi tidak yang terlalu porno). Film cukup nyaman untuk ditonton wanita adalah In the Cut, The thomas Crown Affair (yang terbaru). Gunakan adegan seks dalam film tersebut sebagai sarana untuk berkomunikasi. Atau referensikan hal-hal seksi yang Anda lihat di majalah (seperti artikel ini), saran Royalle, “Katakan padanya: ‘Pernahkah kamu berpikir untuk melakukan adegan seperti itu?’, jangan mengatakannya secara langsung seperti: ‘Inilah teknik yang saya inginkan’.” Dengan demikian, Anda dapat membuatnya berpikir untuk mencobanya.

3. Mulai Jinak. Jangan langsung naik ke atas tempat tidur dalam keadaan tanpa celana, bila Anda tak ingin tidur sendirian malam ini. Cobalah ‘bermain’ mencukur rambut kemaluan sebagai permulaan. Kebanyakan wanita senang melakukannya. “Cara ini membantu dirinya untuk lebih berani dan menganggap eksperimen seks menjadi lebih menyenangkan,” kata Royalle, “biarkan si Dia mencukur habis rambut kemaluan Anda.” Selain penis Anda akan tampak lebih panjang, si Dia akan mulai ‘akrab’ dengan ‘adik’ kecil Anda.

Kata si Dia
Alannys : Jika harus melakukan eksperimen seks baru bersama pasangan, kenapa tidak?
Imelda : Kalau hubungannya sudah terikat sih, boleh saja. Lebih enak melakukannya karena cinta.
Nonny : Kebanyakan wanita Indonesia masih mematuhi budaya dan tidak ingin melakukan hal yang aneh-aneh. Kecuali bila mereka sudah menjadi suami-istri.

Hasil Survey
Peringkat Fantasi Anda

Wanita Ranking Pria
Dia adalah seorang siswi dan 1 Anda seorang pasien dan
Anda adalah seorang profesor Dia adalah seorang suster

Dia dalam bahaya dan 2 Anda seorang siswa, dan
Anda adalah seorang polisi. Dia adalah seorang Profesor

Dia adalah seorang pasien, dan 3 Anda seorang pemilik rumah,
Anda adalah seorang dokter dan Dia seorang pelayan

Dia terjebak di sebuah 4 Anda seorang profesor
gedung yang terbakar dan Dia adalah seorang siswi
dan Anda adalah seorang
pemdam kebakaran


Apakah Anda selalu mencapai orgasme setiap kali berhubungan seks?
73% wanita mengatakan tidak, 76% pria mengatakan ya.

Apakah Dia pernah berpura-pura orgasme?
57% pria mengatakan tidak, 62% wanita mengatakan ya.

Ingin seks yang liar? Dia pun begitu.
71% pria mengatakan: “Saya menggap bahwa pasangan saya kurang berani bereksperimen soal seks.”
48% wanita mengatakan: “Saya mau melakukan eksperimen seks bila pasangan saya mengajak.”


11. Perhatikan dan Pelajari
Masturbasi tidak hanya dapat menghilangkan ketegangannya, namun juga merupakan pelajaran seks bagi Anda –jika si Dia membiarkan Anda melihatnya. “Walau ini adalah kegiatan yang sangat intim, namun sangatlah penting baginya untuk berbagi apa yang Dia sukai,” Melinda Gallagher, salah satu pendiri The Women’s Sexual Empowerment Group Cake dan salah satu penulis buku A Piece of Cake: Recipes for Female Sexual Pleasure.

Redam kecemasannya dengan memintanya untuk membimbing tangan-tangan Anda ke arah vaginanya. Jika ia tidak keberatan, biasanya Dia akan lebih berani dan terbuka di hadapan Anda, kata Gallagher, mungkin Dia akan langsung mengambil mainan alat bantu seks miliknya yang selama ini ia sembunyikan dari Anda.

Kata si Dia
Alannys: Wanita sih mau saja bila pasangannya memintanya melakukan masturbasi. Tapi, semua itu tergantung mood-nya saat itu.
Imelda: Kalau saya sendiri sebenarnya tidak siap untuk hal ini. Tapi seharusnya wanita mau melayani pasangannya.
Nonny: Tidak semua wanita menyukai hal ini. Saya khawatir hal ini bisa membuat wanita terbiasa untuk melakukannya sendiri, sehingga akhirnya tidak membutuhkan pria lagi.

Hasil Survey
“Paling tidak sekali seminggu saya melakukan masturbasi.”
Wanita : 24% Pria: 67%


12. Penuhi Seluruh Fantasinya
Seorang pria yang memiliki banyak ide tentang fantasi adalah orang yang sangat inovatif dan tidak mau terjebak dalam rutinitas. Jadi, jangan pernah ragu untuk mencurahkan semua fantasi yang ada dalam pikiran Anda. Salah satunya, cobalah ‘bermain peran’. Ciptakan peran yang unik, jangan cuma peran cheerleader yang standar.

Menurut Gallagher, “Berperan sebagai orang lain dapat membuat hasrat-hasratnya terpicu.” Artinya: Dia melakukan adegan-adegan panas yang ada dalam fantasinya. Jadi, pria-pria, tunggu apalagi?. Ada kamar ganti yang kosong di sana. Segera pergunakan dan ‘selamatkan’ si Dia.

Kata si Dia
Alannys: Bila perasaan cinta itu sudah kuat, saya rasa pria tak perlu ragu menanyakan fantasi apa yang bisa memuaskan pasangannya. Karena wanita akan mau mengatakannya bila ia merasa nyaman dengan pasangannya.
Imelda: Jika wanita belum sepenuhnya percaya dengan pasangannya, biasanya ia akan menutup diri, termasuk masalah fantasinya. Tapi kalau mereka sudah mulai nyaman, apa pun pasti akan diceritakan. Kalau saya senang berfantasi tentang hal-hal yang romantis.
Nonny: Untuk mengungkapkan fantasinya, kebanyakan wanita merasa tidak percaya diri dan takut pasangan marah. Fantasi yang sering saya pikirkan? ’Bermain’ di kamar mandi, dapur, pantai, dan mengenakan sepatu tumit tinggi atau seragam polisi.

Gangguan Tidur Bisa Mematikan

MENDERITA gangguan tidur efeknya ternyata bisa lebih mengerikan dari pada sekedar kacaunya istirahat Anda pada malam hari. Suatu riset terbaru menunjukkan, seseorang yang mengalami gangguan saat tidur atau sleep apnea berisiko hingga tiga kali lipat meninggal secara prematur, dan risiko ini akan meningkat apabila gangguan tidur dibiarkan tanpa penanganan serius.

Sleep apnea adalah sejenis gangguan tidur yang kerap ditemukan terutama di kalangan pria dengan postur gemuk dan berusia di atas 40 tahun. Gangguan disebabkan karena seseorang menjadi sering terjaga dari tidurnya karena pernafasannya terhenti dan seringkali diikuti dengan kebiasaan mendengkur.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Sleep, peneliti menyimpulkan bahwa risiko mengalami kematian dini tercatat 3,2 kali lipat lebih tinggi di antara penderita sleep apnea parah. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti memantau lebih dari 1.500 orang pria dan wanita berusia 30 hingga 60 tahun. Partisipan ini dipantau selama 18 tahun dan diperiksa sejak penelitian dimulai apakah mereka mengalami gejala sleep apnea.

Selama pemantauan, tercatat 80 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persen di antaranya adalah mereka yang menderita sleep apnea tingkat parah. Sedangkan persentase mereka yang meninggal tanpa mengalami sleep apnea hanya 4% saja.

Para ahli menemukan risiko kematian secara prematur meningkat ketika gangguan tidur atau sleep apnea semakin parah. Hasil temuan ini, kata mereka, mengindikasikan pentingnya dilakukan perlindungan dari risiko kematian melalui pengobatan yang tepat untuk mengatasi sleep apnea, seperti penggunaan alat bantu (CPAP/continuous positive airway pressure) untuk menjaga aliran udara selama tidur tetap lancar dan mencegah terhentinya pernafasan.

Ketika para partisipan yang secara teratur menggunakan CPAP untuk mengatasi sleep apnea tidak lagi dilibatkan dalam analisis studi, risiko kematian dapat meningkat hingga 3,8 kali lipat di antara mereka yang membiarkan sleep apnea tidak tertangani.

Peneliti mencatat, hubungan antara sleep apnea dan kematian akibat serangan jantung begitu kuat. Sekitar 42 persen kematian pada partisipan penderita sleep apnea parah diakibatkan serangan jantung, dan risiko kematian akibat sakit jantung tercatat lima kali lebih tinggi di antara mereka yang gangguan sleep apnea dibiarkan ketimbang partisipan yang tidak mengalami sleep apnea.