Monday, August 04, 2008

Gangguan Tidur Bisa Mematikan

MENDERITA gangguan tidur efeknya ternyata bisa lebih mengerikan dari pada sekedar kacaunya istirahat Anda pada malam hari. Suatu riset terbaru menunjukkan, seseorang yang mengalami gangguan saat tidur atau sleep apnea berisiko hingga tiga kali lipat meninggal secara prematur, dan risiko ini akan meningkat apabila gangguan tidur dibiarkan tanpa penanganan serius.

Sleep apnea adalah sejenis gangguan tidur yang kerap ditemukan terutama di kalangan pria dengan postur gemuk dan berusia di atas 40 tahun. Gangguan disebabkan karena seseorang menjadi sering terjaga dari tidurnya karena pernafasannya terhenti dan seringkali diikuti dengan kebiasaan mendengkur.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Sleep, peneliti menyimpulkan bahwa risiko mengalami kematian dini tercatat 3,2 kali lipat lebih tinggi di antara penderita sleep apnea parah. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti memantau lebih dari 1.500 orang pria dan wanita berusia 30 hingga 60 tahun. Partisipan ini dipantau selama 18 tahun dan diperiksa sejak penelitian dimulai apakah mereka mengalami gejala sleep apnea.

Selama pemantauan, tercatat 80 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persen di antaranya adalah mereka yang menderita sleep apnea tingkat parah. Sedangkan persentase mereka yang meninggal tanpa mengalami sleep apnea hanya 4% saja.

Para ahli menemukan risiko kematian secara prematur meningkat ketika gangguan tidur atau sleep apnea semakin parah. Hasil temuan ini, kata mereka, mengindikasikan pentingnya dilakukan perlindungan dari risiko kematian melalui pengobatan yang tepat untuk mengatasi sleep apnea, seperti penggunaan alat bantu (CPAP/continuous positive airway pressure) untuk menjaga aliran udara selama tidur tetap lancar dan mencegah terhentinya pernafasan.

Ketika para partisipan yang secara teratur menggunakan CPAP untuk mengatasi sleep apnea tidak lagi dilibatkan dalam analisis studi, risiko kematian dapat meningkat hingga 3,8 kali lipat di antara mereka yang membiarkan sleep apnea tidak tertangani.

Peneliti mencatat, hubungan antara sleep apnea dan kematian akibat serangan jantung begitu kuat. Sekitar 42 persen kematian pada partisipan penderita sleep apnea parah diakibatkan serangan jantung, dan risiko kematian akibat sakit jantung tercatat lima kali lebih tinggi di antara mereka yang gangguan sleep apnea dibiarkan ketimbang partisipan yang tidak mengalami sleep apnea.

Ditemukan Protein Penumbuh Rambut

PERNAHKAH Anda berpikir dan membayangkan bagaimana rambut bisa tumbuh dari bawah kulit dan kemudian memanjang? Mencari jawaban tentang pertumbuhan rambut memang masih menjadi misteri, bahkan bagi para ahli sekalipun.

Pertumbuhan rambut sejauh ini diduga sebagai suatu sistem kompleks melibatkan pengiriman sinyal-sinyal kimia kepada folikel rambut. Sinyal itulah yang akan memerintahkan kapan folikel harus menumbuhkan rambut dan kapan harus berhenti. Tetapi, semua ini pun menjadi teka-teki besar yang belum dapat diuraikan.

Upaya untuk memecahkan misteri ini terus dilakukan para ilmuwan di dunia dengan berbagai riset. Sejumlah peneliti dari Universitas Stanford, Harvard Medical School, Universitas Osaka, dan Universitas Washington misalnya, belum lama ini mengklaim penemuan suatu jenis protein yang mungkin dapat menjadi kunci penting dalam mengurai misteri pertumbuhan rambut.

Dalam riset yang menggunakan tikus di laboratorium, para ahli berhasil menemukan pentingnya peran sejenis molekul yang disebut laminin-511. Protein ini menunjukkan aktivitasnya mengirimkan sinyal kepada sel-sel untuk merangsang pertumbuhan folikel rambut .

“Sekarang kami memiliki sejenis sinyal protein yang dapat mendukung lingkungan mikro untuk perkembangan rambut, dan bahkan mungkin untuk pertumbuhan rambut baru," ungkap pimpinan riset Jing Gao MD seperti dikutip WebMD.

Peneliti yakin bahwa protein pengirim sinyal kimia ini juga memainkan peran penting dalam mengatur bagaimana organ tubuh lainnya seperti ginjal, mata, telinga, hidung, dan wajah untuk tumbuh dan berkembang. Protein ini, kata mereka, mungkin juga menjadi instrumen yang menginstruksikan kepada tubuh bagaimana membentuk tangan atau kaki.

Seperti dimuat jurnal Genes & Development edisi 1 Agustus, dalam risetnya para ahli melakukan rekayasa genetik untuk menciptakan embrio-embrio tikus sehingga binatang pengerat ini mengalami kekurangan laminin-511.

Ketika mamalia ini berkembang, para ahli menemukan molekul laminin-511 mampu bertindak sebagai tuan rumah yang baik seperti halnya di sebuah pesta. Molekul ini dapat dianalogikan sebagai tuan rumah yang mampu mempertemukan tamu-tamu sehingga mau berbaur dan berbicara satu sama lain.

Pada kasus ini, kata para peneliti, molekul mampu menyelaraskan dua kompartemen sel kulit. Sel-sel ini saling berkomunikasi dan memicu hadirnya informasi spesifik yang berujung pada tumbuhnya folikel rambut.

"Ada banyak sekali penyabab rontoknya rambut. Riset-riset selanjutnya akan menguji apakah bentuk-bentuk kerontokan rambut juga dipengaruhi oleh laminin-511. Menyuntikan laminin-511 ke dalam kulit, dalam baberapa keadaan tertentu, mungki dapat merangsang pertumbuhan rambut," kata Peter Marinkovich dari Program Epithelial Biology, Universitas Stanford.

Jika mekanisme tersebut berjalan sesuai harapan, Marinkovich menyatakan ada kemungkinan laminin-511 digunakan sebagai obat, dengan cara disuntikan di bawah permukaan kulit tempat pertumbuhan rambut diinginkan. Mekanisme itu juga memungkinkan untuk memblok pertumbuhan rambut dengan cara menyuntikan antibodi yang menghalangi kerja laminin-511.

Manisnya Kismis Sehatkan Gigi

TIDAK semua orang kenal manfaat kismis. Padahal, selain enak, kismis kaya kalori, serat, dan mineral. Makanan yang bisa dijadikan camilan ini, banyak mengandung antioksidan dan serat, serta baik bagi kesehatan mulut dan gigi.

Apakah Anda penggemar roti? Jika ya, Anda pasti kenal kismis. Salah satu variasi roti adalah mengandung kismis di dalamya. Fungsi kismis pada roti adalah sebagai pengawet alami yang dapat memperpanjang masa simpan, menambah rasa manis, serta memperbaiki tekstur dan penampakan (khususnya warna). Kismis juga banyak digunakan sebagai peningkat aroma dan rasa manis pada pembuatan permen, cokelat, es krim, cakes, cookies, yoghurt, dan saus.

Kismis (raisin) dibuat dengan cara mengeringkan buah anggur tidak berbiji, terutama dari jenis Vinifera, seperti Thompson Seedless. Anggur jenis tersebut selain tidak berbiji, juga memiliki kulit tipis, serta aroma dan rasa yang sangat manis. Buah tersebut mudah dikeringkan, serta tidak perlu ditambahkan gula sebagai pengawet. Di California, 95 persen kismis dibuat dari anggur jenis tersebut.

Proses pengeringan buah anggur dapat dilakukan secara alami dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Proses pengeringan dilakukan hingga mencapai kadar air 15–18 g dan kadar gula 68–70 g per 100 g kismis. Kismis yang baik memiliki warna cokelat kehitaman atau keemasan.

Lindungi Jantung
Penelitian Christine D. Wu dari Universitas Illinois di Chicago, AS, menunjukkan bahwa kismis mengandung senyawa yang dapat melawan bakteri penyebab kerusakan gigi dan gusi.
Senyawa yang dimaksud adalah antioksidan alami yang berupa oleanolic acid, oleanolic aldehyde, betulin, betulinic acid, dan 5-(hydroxymethyl)-2-furfural.

Oleanolic acid mampu menghambat pertumbuhan dua spesies bakteri penghuni mulut, yaitu Streptococcus mutans penyebab timbulnya plak dan kerusakan gigi, serta Porphyromonas gingivalis, penyebab penyakit periodontal. Senyawa tersebut efektif melawan bakteri pada konsentrasi 200 hingga 1.000 mikrogram per mililiter.

Anggapan masyarakat yang menyatakan bahwa makanan yang bersifat lengket di gigi adalah merugikan, tidaklah selalu benar. Kismis walaupun mengandung gula dan bersifat lengket di gigi, ternyata memiliki kemampuan untuk menghalau pertumbuhan mikroba perusak gigi dan gusi.

Ditinjau dari sudut pandang tersebut, mengonsumsi kismis jauh lebih baik dibandingkan permen. Belum lagi jika ditinjau dari kandungan gizi kismis yang jauh lebih unggul daripada permen.

Penelitian Carl L. Keen dari Universitas California-Davis menunjukkan, konsumsi kismis setiap hari selama 4 minggu meningkatkan kapasitas antioksidan plasma, yang pada gilirannya menurunkan laju oksidasi LDL (kolesterol jahat). Penghambatan laju oksidasi LDL bermanfaat untuk peningkatan kesehatan kardiovaskular dan mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Sementara itu, penelitian Andrew J. Dannenberg dari Weill Medical College-Cornell University pada hewan percobaan menunjukkan, catechin (salah satu jenis fenolik yang bersifat sebagai antioksidan) pada kismis dapat mengurangi terbentuknya tumor hingga 70 persen.

Antioksidan dapat melindungi sel dari kerusakan oksidatif, sehingga menghambat proses penuaan, baik pada tubuh maupun otak. Antioksidan juga penting untuk melindungi kolesterol dan lemak darah dari proses oksidasi.

Lemak teroksidasi yang terdapat di dalam darah akan menumpuk pada dinding arteri menyebabkan penyempitan (aterosklerosis). Penyempitan pembuluh darah tersebut pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi.

Bersihkan Usus
Kadar serat pangan pada 100 g kismis adalah 5,3 g. Penelitian Mary Ellen Camire dari Universitas Maine menunjukkan, serat pangan pada kismis dapat mengikat asam empedu dan membuangnya ke luar tubuh melalui proses buang air besar. Asam empedu adalah hasil akhir dari proses metabolisme kolesterol. Dengan semakin banyaknya asam empedu yang terbuang, semakin banyak pula kolesterol yang akan terurai untuk pembentukan kembali asam empedu.

Mekanisme tersebut dengan sendirinya akan menurunkan kadar kolesterol secara perlahan-lahan. Penurunan kolesterol darah bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung koroner dan kanker. Kismis juga mengandung inulin, yaitu sejenis karbohidrat berserat. Selain pada kismis, inulin juga terdapat pada bawang merah, bawang putih, dan gandum. Inulin tidak dapat dicerna di dalam usus kecil, sehingga menuju ke usus besar (kolon) dalam keadaan utuh.

Di dalam kolon, inulin difermentasi oleh sejumlah mikroflora menghasilkan senyawa yang mendorong pertumbuhan mikroflora baik (seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria) dan menekan pertumbuhan mikroflora “jahat” (seperti Escherichia coli dan Staphylococcus).

Setiap 1/2 cangkir kismis california mengandung 1,5 gram inulin yang berperan sebagai prebiotik (perangsang pertumbuhan bakteri baik), penurun kadar kolesterol, peningkat sistem imun (kekebalan tubuh), serta pemelihara kesehatan usus, terutama usus besar. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa inulin merupakan prebiotik yang baik, yang antara lain memiliki fungsi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan kalsium dan mencegah osteoporosis.

Kombinasi serat pangan dan asam tartarat pada kismis sangat bermanfaat untuk pemeliharaan fungsi dan kesehatan kolon. Asam tartarat banyak terdapat pada kismis, buah anggur, dan buah asam jawa (tamarind).

Penelitian Gene A. Spiller menunjukkan bahwa konsumsi satu cangkir kismis setiap hari dapat meningkatkan keasaman kolon dan menurunkan waktu transit sisa makanan di dalam kolon. Penurunan waktu transit sisa makanan di dalam kolon sangat penting untuk mengurangi kesempatan kontak antara senyawa beracun dengan dinding kolon, sehingga sangat efektif untuk mencegah terjadinya kanker kolon.

Pengawet Makan Alami
Ekstrak kismis dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) seperti Listeria monocytogenes, Escherichia coli 0157:H7, dan Staphylococcus aureus. Dengan demikian, penambahan kismis ke dalam berbagai makanan dapat digunakan sebagai pengawet alami, yaitu menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan perusak makanan.

Itulah sebabnya kismis sering dicampurkan ke dalam roti, selain sebagai pemberi rasa manis juga sebagai pengawet. Penambahan kismis ke dalam makanan berbasiskan daging (kornet dan sosis) dapat mengurangi penggunaan nitrat. Penambahan nitrat ke dalam daging dimaksudkan untuk mempertahankan warna merah, sekaligus sebagai pengawet daging.

Di dalam tubuh, nitrat atau nitrit dapat berikatan dengan senyawa amin (dari protein) membentuk nitrosamin, suatu senyawa yang bersifat karsionogenik (menyebabkan kanker). Penambahan kismis ke dalam berbagai resep makanan, selain memberikan cita rasa yang khas juga bersifat mengawetkan. Alasan tersebut yang menyebabkan belakangan ini banyak resep makanan yang dibuat dengan menambahkan kismis ke dalamnya.