Wednesday, June 18, 2008

Masturbasi, Justru Disarankan!

MESKI tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa masturbasi membuat fisik dan mental kita tidak sehat, tetap saja banyak orang menganggap bahkan yakin bahwa hal ini membahayakan. Tidak jelas apanya yang membuatnya bahaya. Mungkin hanya sekedar takut saja.

Ada yang menganggap masturbasi menyebabkan kegilaan, epilepsi,memunculkan akne, kebutaan, kehidupan seks yang amburadul, sakit kepala, perdarahan hidung, bahkan dianggap egois..

Masturbasi sebenarnya merupakan ekspresi seksual yang alamiah. Banyak orang dengan berbagai latar budaya melakukan masturbasi. Bahkan banyak juga spesies binatang melakukannya. Namun, beberapa orang ragu untuk melakukannya.

Padahal sebenarnya masturbasi merupakan bonus tambahan yang semestinya bisa diberikan oleh pasangan masing-masing. Para ahli di bidang seksologi justru menyarankan teknik saling memberi masturbasi untuk pasangan masing-masing demi menghangatkan ranjang. Sehingga pada akhirnya masturbasi bisa dikatakan sebagai kegiatan yang saling menguntungkan satu sama lain.

Masturbasi sebenarnya dapat menjadi alat yang sangat baik untuk bisa mengenal tubuh kita sendiri, bahkan juga menjadi cara kita untuk bisa berkomunikasi dengan pasangan. Banyak wanita mengalami orgasme pertama kalinya gara-gara masturbasi. Karena itu, masturbasi bisa dikatakan sebagai aktivitas yang supportif atau mendukung demi meningkatkan keharmonisan kehidupan seksual Anda dan pasangan.

Dengan demikian salah bila masturbasi dikatakan aktivitas yang antisosial, kurang dewasa dan egois. Ini sesuatu yang wajar dan semestinya bila dilakukan terutama oleh mereka yang sudah lepas dari usia remaja. Aktivitas ini bahkan dapat melipatgandakan kemampuan seksual kita.

Banyak orang memberi perhatian soal masturbasi ini terutama bila hal ini dirasa berlebihan. Sebenarnya tidak masalah karena masturbasi tidak membuat kita menjadi sakit. Pada dasarnya seperti orang minum, bila kita merasa kekenyangan biasanya kita akan berhenti dan saat lapar lagi kita akan makan lagi. Hal yang terjadi pada masturbasi ya juga seperti itu.

Ada banyak sarana yang bisa digunakan orang untuk membantu mencapai masturbasi seperti internet atau film dewasa. Dan yang jelas, masturbasi menyelamatkan mereka yang jauh dari pasangan untuk berbuat selingkuh. Juga menyelamatkan para remaja untuk melakukan hubungan seksual yang semestinya tidak mereka lakukan lebih dahulu sebelum resmi sebagai suami istri.

Tuesday, June 17, 2008

Seks Instan, Pas Buat yang Sibuk

KESIBUKAN pekerjaan bukan saja dapat menyita waktu, tapi juga kehidupan seksual Anda. Kalau ini yang terjadi, sesekali lakukanlah hubungan seks instan.

Seks merupakan tingkat kepuasan tertinggi dalam hubungan suami istri. Hal itu diyakini Dr Boyke Dian Nugraha, SpOG yang sangat menganjurkan variasi bercinta. "Jika seks dilakukan dengan cara yang itu-itu saja, sama saja dengan mengonsumsi makanan dengan lauk-pauk yang sama. Pasti membosankan dan akibatnya merugikan hubungan cinta kasih antarmereka," katanya.

SPONTAN DAN SINGKAT

Seks instan cocok bagi pasangan sibuk karena sifatnya yang spontan tanpa persiapan, serta waktunya yang singkat, paling lama lima menit. "Namun, tak berarti kala senggang pun orang tak bisa melakukan seks instan. Untuk variasi bisa saja kan?"

Berhubung tanpa rencana, maklum saja kalau adegan percintaan dilakukan dengan pakaian lengkap, juga tidak disertai pemanasan ataupun foreplay. "Supaya tidak menimbulkan rasa sakit pada pasangan karena lubrikasi pada perempuan biasanya memerlukan waktu lama, maka tidak ada salahnya jika istri memakai gel pelicin sehingga hubungan seks bisa dinikmati dengan aman dan nyaman," saran Boyke.

Lokasinya juga tak melulu harus di kamar tidur, tapi bisa di tempat lain, seperti dapur, kamar mandi, bahkan taman. Inilah yang kerap membuat deg-degan, khawatir aktivitasnya diketahui orang lain. "Namun, justru itulah keunikan dan keindahan seks instan. Ketergesa-gesaan dan sensasi yang ditimbulkan dari sebuah hubungan singkat bisa menjadi pengalaman indah."

Hanya saja, dalam hubungan seperti ini biasanya hanya pihak suami yang mengalami orgasme, sementara istri perlu waktu cukup lama. "Maka harus ditekankan, kepuasan dalam hubungan seks instan adalah pada pengalaman indah yang dialami, bukan pada orgasme. Suami jadi lebih sayang pada istrinya. Istri pun merasa puas sudah memberikan pelayanan pada Suami."

PENAMPILAN TIMBULKAN GAIRAH

Timbulnya keinginan untuk melakukan hubungan instan umumnya terjadi saat istri atau suami berpenampilan menarik dan menggairahkan. Saat melihat istri mengenakan baju pesta dengan bahu terbuka atau memakai kebaya yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, suami gampang dibuat bergairah. Sama halnya saat suami memakai pakaian olahraga, yang memperlihatkan dadanya yang bidang, gairah istri pun biasanya memuncak. Saat gairah datang, inilah waktu yang tepat untuk bercinta dalam ketergesaan.

Memang sih, bisa dibayangkan betapa repotnya merapikan kembali dandanan yang kusut setelah itu. Namun, repot sedikit tak apalah. Toh, manfaatnya sungguh luar biasa. Api cinta akan membara dan hubungan suami istri pun kembali menyala.

Bila pasangan menolak karena merasa belum siap, Boyke menyarankan, "Bujuklah dia dengan segenap rayuan. Puji penampilannya, seperti 'Wah, pagi ini kamu cantik sekali.' Demikian juga kepada suami. Lambat laun hatinya pun akan luluh." Ia memberi garansi, jika pasangan sudah pernah melakukan seks ngebut sekali saja dan merasa terkesan biasanya dia tak akan menolak yang kedua kali."

BUKAN SATU-SATUNYA

Meskipun meninggalkan kesan yang dalam, seks instan hanyalah satu dari sekian variasi hubungan seksual. Jangan menjadikannya sebagai satu-satunya model hubungan seks. "Karena jika seks instan ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin pasangan dilanda perasaan bosan."

Menurutnya, keseringan bercinta secara tergesa-gesa juga bisa membuat pria mengalami masalah ejakulasi dini. "Ingat, yang dimaksud ejakulasi dini jika pria hanya bisa melakukan hubungan seks tidak lebih dari 3 menit."

Dengan kata lain, seks instan dan hubungan seks yang normal dan terencana pun sama pentingnya. Masing-masing saling menguatkan dan memperkaya kehidupan seksual suami istri. "Lakukan paling tidak satu kali dalam seminggu. Tua ataupun muda cocok saja melakukannya."

Monday, June 16, 2008

Ngeseks dengan Daun Muda Bikin Perkasa?

SEORANG pria, sebut saja X gemar merupakan eksekutif yang kerap pergi ke luar kota untuk urusan dinas. Usai konferensi atau seminar teman-temannya suka memberi 'hadiah kejutan', seorang wanita muda yang selalu tampil aduhai dan menggiurkan hasrat kelakiannya.

X, karena merasa tidak perlu dan takut tertular penyakit menular seks hanya mengajak si perempuan seksi ini mengobrol saja. Begitu seterusnya setiap kali teman-temannya menyuguhkan hal ini saat keluar kota. Dalam obrolan sesama lelaki, ternyata sering disinggung soal 'daun muda' yang konon sangat bermanfaat untuk menjaga keperkasaan dan membuat awet muda pula.

Kata X, ada beberapa teman yang sangat mempercayai hal itu, dengan segala argumentasinya. Malah ada satu teman yang tidak mau menikah, karena merasa tidak butuh, berhubung sudah kadung enak bisa mendapatkan 'darah segar' kapan pun dia mau, dengan status bujangan kaya dan tampan pula. Benarkah, melakukan hubungan seks dengan daun muda atau perempuan/perjaka yang masih muda membuat seseorang menjadi perkasa secara seksual?

Mitos
Memang luas beredar di masyarakat anggapan bahwa hubungan seksual dengan wanita muda, yang kerap disebut “daun muda”, dapat membuat orang menjadi lebih perkasa dan awet muda.

Namun menurut Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And, sebenarnya tidak ada dasar ilmiah yang membenarkan bahwa hubungan seksual dengan anak muda akan menyebabkan awet muda. Anggapan ini jelas salah dan hanya merupakan suatu mitos.

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang sehingga menjadi sehat dan awet muda. Faktor itu antara lain keteraturan irama hidup, ada tidaknya gangguan atau penyakit, ada tidaknya gangguan psikik, dan faktor genetik.

Irama hidup yang tidak teratur akan berpengaruh terhadap pola makan, waktu kerja, dan waktu istirahat. Keadaan ini akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga menjadi tidak sehat dan tampak lebih tua dari usianya.

Demikian juga bila terdapat gangguan fisik dan psikik, tubuh menjadi tidak sehat dan penampilan cenderung tampak lebih tua. Pengaruh faktor genetik juga sangat menentukan bagi penampilan fisik seseorang.

Berdasarkan faktor tersebut, seksolog dan androlog dari Universitas Udayana Bali ini mengatakan, tidak tampak pengaruh hubungan seksual dengan orang muda terhadap kesehatan dan penampilan yang awet muda. Bahkan kalau hubungan seksual itu berisiko tinggi, khususnya berupa penularan Penyakit Menular Seksual, justru penyakitlah yang didapat.

Tetapi mitos itu memang telah beredar luas, dan diyakini oleh banyak orang, karena pengetahuan seksual yang kurang. Bahkan tidak sedikit pekerja seks yang membujuk anak jalanan agar terangsang dan mau melakukan hubungan seksual sebagai "obat awet muda" walaupun belum muncul istilah "batang muda".

Tentu saja fenomena ini sangat merugikan bahkan membahayakan bagi anak-anak jalanan itu. Kemungkinan tertular Penyakit Menular Seksual (penyakit kelamin) sangat besar. Kalau penyakit yang menularinya adalah penyakit yang “biasa” dan mudah disembuhkan, mungkin bukan suatu masalah besar. Tetapi bagaimana kalau anak-anak itu tertular HIV/AIDS?