Sunday, June 15, 2008

Sering Ngeseks Bikin Awet Muda?

SELAIN mitos tentang berhubungan seks dengan gadis muda atau perjaka membuat seseorang perkasa, juga beredar luas di masyarakat bahwa sering berhubungan seks dapat membuat kita awet muda. Di tengah masyarakat yang pengetahuan seksualnya rendah, mitos tentang seks ini dapat tumbuh subur dan diyakini sebagai suatu kebenaran. Demikian kata Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And.

Guru besar seksologi dan andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali ini menyatakan salah satu mitos lain tentang seks ialah hubungan seksual yang dilakukan seringkali dapat membuat orang awet muda dan panjang umur. Sama seperti mitos hubungan seksual dengan “daun muda”, maka mitos inipun tidak punya dasar ilmiah sehingga tidak seharusnya dipercaya.

Frekuensi hubungan seksual ditentukan oleh dorongan seksual, keadaan kesehatan tubuh, faktor psikik, dan pengalaman seksual sebelumnya. Tentu saja faktor tersebut juga berlaku bagi pasangannya. Karena itu frekuensi hubungan seksual tidak dapat ditentukan dengan pasti karena tergantung kepada kemauan dan kemampuan setiap pasangan.

Panjang dan tidaknya usia seseorang tidak ditentukan oleh seringnya melakukan hubungan seksual. Jadi bukan berarti semakin sering melakukan hubungan seksual, usia menjadi semakin panjang sehingga menjadi panjang umur. Justru sebaliknya yang mungkin terjadi. Karena faktor di atas mendukung, termasuk kesehatan tubuh, maka hubungan seksual sering dilakukan. Tetapi bila seseorang memaksa diri melakukan hubungan seksual yang sering padahal mengalami gangguan fisik tertentu, tentu bukan panjang umur yang dirasakan.

Beberapa faktor yang menentukan usia harapan hidup seseorang, menurut Wimpie adalah keadaan kesehatan tubuh dan jiwa, keadaan sosial ekonomi, keadaan gizi, dan faktor lingkungan khususnya yang berkaitan dengan kesehatan. Kalau faktor tersebut mendukung, maka usia harapan hidup menjadi lebih panjang. Sebagai contoh, karena keadaan kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat lebih baik, maka usia harapan hidup manusia Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pada masa awal kemerdekaan.

Saturday, June 14, 2008

Kondom Manjakani, Seks Lebih Hot

KHASIAT buah Manjakani sebagai herbal yang dapat membantu elastisitas organ intim kewanitaaan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dengan pemanfaatan teknologi, khasiat Manjakani sekarang bukan saja dapat dirasakan oleh kaum Hawa, tetapi secara tidak langsung juga membantu kepuasan pria dan wanita saat behubungan intim.

Ya, faedah manjakani kini telah diaplikasikan dalam karet pengaman atau kondom yang dipakai pria saat berhubungan intim. Penggunaan ekstrak Manjakani dalam bentuk kondom pria ini memang sebuah terobosan baru. Selama ini, tanaman yang memiliki nama asli Mecca Manjakani hanya dipakai sebagai obat tradisional oleh orang Arab, Iran, Cina, India, dan Melayu.

Berkat teknologi, buah manjakani diambil ekstraknya kemudian diformulasikan dalam pelumas kondom. Dengan cara ini, ekstrak manjakani dapat diserap langsung oleh organ intim wanita saat berhubungan yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan kepuasan dan keintiman.

"Dengan penggunaan kondom manjakani, kedua belah pihak diharapkan sama-sama memperoleh kepuasan saat berhubungan. Ekstrak manjakani tidak hanya dikenal dapat membantu mengencangkan otot vagina, mengurangi keputihan dan mengurangi cairan, namun juga dapat membantu vagina yang kering," ungkap pakar herbal Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma, di Jakarta, Jumat (6/6).

Menurut Hembing, penggunaan manjakani di zaman dulu biasanya dihaluskan lalu disaring sebelum dioleskan di organ kewanitaan. Ada pula yang meminum jamu manjakani untuk meningkatkan elastisitas otot area V. Namun begitu, lanjut Hembing, manjakani tak bisa dipakai begitu saja, karena harus diformulasikan dulu, dicampur dengan herbal lain sesuai dengan tujuan pengobatannya.

Pada kondom manjakani, khasiat ekstraknya diperoleh dalam silicon lubricant yang akan terasa seperti serbuk atau scrub. Menurut Hembing, ekstrak ini kaya akan zat tannin yang berkhasiat sebagai astringent (menyempitkan pori), mengurangi cairan berlebih dan mengencangkan dinding vagina dan menambah kerapatan.

"Ekstrak ini nantinya akan terasa seperti scrub yang merangsang vagina di awal-awal, namun tidak akan menimbulkan iritasi karena akan larut atau hilang dengan sendirinya," ujar Prof Hembing.

Kondom Manjakani ini diproduksi oleh sebuah perusahaan Malaysia, dan akan segera dipasarkan secara luas ke beberapa kota di Indonesia.

Friday, June 13, 2008

Assikalaibineng, Kitab Hubungan Seks Bugis

Jika dalam masyarakat Jawa ada kitab seks Serat Centini dan Serat Nitimani, Kama Sutra pada masyarakat India, dan Ars Amatoria (The Art of Love) pada bangsa Romawi, maka di masyarakat Bugis ada manuskrip atau lontara Assikalaibineng.

Assikalaibineng mencatat pengetahuan yang paling rahasia dan paling erotis dalam hubungan sesksual (suami-istri). Kedudukan naskah Assikalaibineng ini menjadi referensi bagi masyarakat luas dalam rangka pembelajaran hal ikhwal hubungan seks dengan segala aspeknya.

Hal ini diungkapkan Muklis Hadrawi, dari Universitas Hasanuddin, pada Seminar Internasional Peranan Bugis dalam Pengembangan Alam Melayu Raya, Selasa (10/6) di Jakarta. "Substansi manuskrib Assikalaibineng menyajikan pengetahuan tentang hubungan seks mulai konsep filosofi seks, pengetahuan alat reproduksi, tahapan atau prosedur hubungan, doa-doa, mantra-mantra, teknik perangsangan, posisi dan gaya persetubuhan, teknik sentuhan, penentuan jenis kelamin anak, pengendalian kehamilan, waktu baik dan buruk dalam pesetubuhan, tata cara pembersihan tubuh, pengobatan kelamin, serta perlakuan-perlakuan seksual lainnya," ungkapnya.

Assikalaibineng yang diperkirakan manuskrip abad XVII, ketika tasawuf Islam telah berkembang di tengah-tengah masyarakat Bugis-Makassar, secara khusus juga mengajarkan aspek-aspek seksualitas sampai pada hakikat atau derajad pemahaman seksual yang paling tinggi, yakni spiritual seks.

Menurut Hadrawi, seks dalam konteks Assikalaibineng tidak sekadar peristiwa biologis belaka, tetapi telah menjadi bagian dari sistem sosial Bugis yang didasari oleh seperangkat nilai agama Islam. Seluruh rangkaian aktivitas seksual dalam teks Assikalaibineng mulai pada tahap cumbu rayu, tahap inti atau senggama, hingga tahap akhir hubungan seks (pembersihan dan perawatan tubuh), memberikan kedudukan laki-laki sebagai pihak yang mendominasi lakuan seks, sedangkan istri sebagai pihak penerima.

Hadrawi menjelaskan, dengan status seksual laki-laki yang aktif itu, Assikalaibineng mensyaratkan pihak laki-laki harus memiliki pengetahuan yang cukup agar dapat melakukan hubungan seks dengan istrinya secara berkualitas. Di sisi lain, suami disyaratkan untuk bijaksana dalam menjalankan peran seksualitasnya.

Menurut dia, teks Assikalaibineng memaparkan perlakuan fase inti hubungan seks ini misalnya cara menyentuh titik pekan paga vagina empat sisi yaitu kiri, kanan, atas, dan bawah. "Sentuhan terhadap empat dinding tersebut menunjukkan cara dan gaya persetubuhan yang variatif dan seluruh gaya itu dikendalikan oleh pihak laki-laki. Menyentuh empat pintu vagina istri itu menjadi tahap awal sebelum menyentuh daerah terdalam (pintu surga) vagina, yang disebutkan akan memberi puncak kenikmatan seksual terhadap istri," Hadrawi menjelaskan.