1. Seberapa banyak ibu hamil boleh minum kopi, teh, atau minuman bersoda?
Kopi dan teh mengandung xantin, kafein, teofilin dan teobromid. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat wanita hamil lebih sering berkemih, selain juga dapat menembus plasenta dan mencapai janin. Dosis maksimum kafein yang boleh dikonsumsi wanita hamil adalah 400 mg kafein per hari. Jadi, kopi hanya boleh diminum maksimum 3 cangkir per hari (+300 mg kafein; 100 mg kafein sama dengan 3 sendok kecil kopi). Sedangkan teh hanya boleh diminum maksimum 8 cangkir per hari (+ 300 mg kafein).
Satu gelas minuman bersoda (soft drink) mengandung sekitar 250 kalori ditambah gula fruktosa yang tak baik dikonsumsi ibu hamil. Fruktosa pada soft drinkmerupakan gula sintetik yang diekstrak secara kimiawi dari jagung, dan memiliki kalori sangat tinggi sehingga akan meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat. Risikonya, timbul diabetes melitus selama kehamilan dan janin mengalami kelebihan berat badan. Maka itu, minuman ini harus dihindari sejak awal kehamilan sampai melahirkan
2. Bolehkah ibu hamil ngemil cokelat?
Memang, bagi calon ibu yang di usia awal kehamilannya merasa mual muntah adakalanya menyiasati dengan camilan cokelat. Sebetulnya, cokelat juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah kecil. Konsumsi cokelat selama kehamilan dapat mem-bantu menciptakan perasaan lebih tenang bagi ibu hamil. Kandungan gula di dalam per-men cokelat terkadang dapat membantu mengatasi penurunan gula darah saat mual-mual di awal kehamilan. Hanya saja, bila ibu hamil dengan kenaikan berat badan yang terlampau banyak, maka perlu mengendalikan asupan karbohidrat yang dikonsumsi. Konsumsi permen cokelat pada ibu hamil yang gemuk terkadang berisiko menyebabkan diabetes melitus dalam kehamilan.
3. Selama hamil bolehkan makan makanan pedas atau yang amat berbumbu?
Makanan yangmengandung banyak bumbu seperti cabai atau merica terkadang dapat menimbulkan gangguan pada lambung dan gangguan pencernaan lain seperti diare. Makanan seperti ini tak menimbulkan bahaya terhadap janin. Jika timbul diare setelah mengonsumsi makanan pedas, cukup dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut, dan mengganti elektrolit yang hilang dengan minum oralit. Diare akan berhenti spontan tanpa harus minum obat tertentu.
4. Bolehkah ibu hamil melakukan perawatan dengan sauna?
Mandi sauna (atau mandi dalam bak berombak/whirl pool) atau mandi uap akan meningkatkan suhu tubuh sampai suatu keadaan yang disebut sebagai hipertermia. Kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan janin terutama jika dilakukan pada usia kehamilan trimester pertama (1-3 bulan). Sementara kalau sekadar lulur misalnya yang berguna untuk mencerahkan dan membersihkan kulit, tidak membahayakan janin.
5. Bolehkah ibu hamil menggendong anak batita?
Anak batita (usia 1-3 tahun) biasanya ingin digendong ibu. Dengan alasan dapat mengganggu keseimbangan ibu hamil, maka ibu hamil tak dianjurkan membawa benda lebih dari 12,5 kg. Sehingga mengendong anak dengan berat badan 12,5 kg atau lebih tak dianjurkan dilakukan oleh ibu hamil. Pengertian terhadap anak perlu diberikan secara bertahap dan sabar.
6. Vaksinasi apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan pada ibu hamil?
Imunisasi yang rutin diberikan kepada ibu hamil di Indonesia saat ini adalah imunisasi tetanus toxoid; bermanfaat mencegah terjadinya infeksi kuman tetanuspada bayi yang baru lahir (neonatus). Imunisasi lainnya yaitu hepatitis namun belum menjadi program di Indonesia.
Sedangkan imunisasi yang terlarang dilakukan pada ibu hamil adalah imunisasi terhadap rubella, campak, gondong (parotitis), dan cacar air.
7. Bagaimana posisi tidur yang paling dianjurkan bagi ibu hamil?
Posisi tidur yang paling baik selama hamil adalah miring ke kiri karena dapat membantu melancarkan aliran darah dari ibu ke janinnya. Posisi terbaik kedua adalah miring ke kanan.
Tidur telentang tak dianjurkan, terutama setelah kehamilan memasuki usia kehamilan tri-mester ketiga. Sebab, rahim akan menekan pembuluh aorta dan pembuluh vena di tulang belakang sehingga mengurangi aliran darah dari ibu ke janin. Sementara kalau tidur telungkup pada umumnya hanya bisa dilakukan ketika rahim belum terlampau besar (kurang dari 4 bulan).
8. Bila ibu hamil mengalami sulit tidur, bolehkan mengonsumsi obat tidur?
Ibu hamil memang memerlukan istirahat yang cukup. Sering kali ibu hamil sukar tidur di malam hari, namun mengantuk dan tertidur di siang hari. Kondisi kurang tidur tak akan mengganggu janinnya, namun dapat memengaruhi daya tahan (stamina) ibu hamil. Umumnya, wanita hamil sulit tidur di waktu malamdikarenakan kram tungkai bawah, sering berkemih, janin terlampau aktif, cemas mengenai kondisi kehamilan dan cara persalinan, dan sebagainya. Namun, untuk mengatasi sulit tidur ini, tak dianjurkan minum obat tidur. Membaca, mendengarkanmusik lembut, menjahit atau menonton televisi dapat membuat ibu hamil lebih santai.
9. Bolehkah ibu hamil berlama-lama di depan komputer?
Radiasi monitor komputer hampir tidak ada atau hanya sedikit sekali, sehingga komputer tak akan menimbulkan kondisi buruk bagi janin. Akan tetapi, selama kehamilan tak dianjurkan duduk terlalu lama di depan komputer karena dapat meng- akibatkan gangguan aliran darah, terutama di daerah tungkai. Selain itu, penggunaan komputer yang terlalu lama juga sering menimbulkan kelelahan pada mata.
10. Bagaimana pula dengan penggunaan obat-obatan pada ibu hamil yang sakit?
*Jika menderita demam, ibu hamil diperbolehkan minum parasetamol (asetaminofen). Walaupun obat ini dapat menembus plasenta, namun selama dosisnya kecil, tak akan menyebabkan kelainan pada janin.
+ Ibuprofen tak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil karena obat ini berpotensi menimbulkan kecacatan pada janin, terutama jika diberikan pada trimester ke-3.
+ Jika ibu hamil menderita flu, maka pemberian antihistamin harus secara hati-hati dan dengan indikasi yang sangat selektif.
*Antidepresan dilarang diberikan kepada wanita hamil karena terbukti dapat menimbulkan kecacatan terhadap janin dalam kandungan.
* Pemberian antibiotika kepada wanita hamil harus sangat hati-hati:
- Golongan penisilin dan makrolid dapat diberikan kepada wanita hamil.
- Golongan kloramfenikol dan aminoglikosida dapat diberikan dengan sangat hati-hati.
- Golongan tetrasiklin tidak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil, karena dapat menimbulkan kecacatan pada janin dalam kandungan.
11.Perlukah ibu hamil minum susu khusus hamil?
Susu merupakan sumber protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin yang baik untuk ibu hamil. Guna memperoleh sumber nutrien ini, ibu hamil tidaklah harus memperoleh dalam bentuk susu namun dapat pula dalam bentuk hasil olahannya seperti keju, mentega dan es krim. Saat ini telah diproduksi susu ibu hamil dalam bentuk susu bubuk instan yang ditambahkan beberapa unsur vitamin dan mineral. Tidak semua ibu hamil merasa nyaman mengonsumsi susu jenis ini. Terkadang mereka merasa mual dan bahkan sampai timbul diare. Sebenarnya, ibu hamil dapat saja mengonsumsi susu selain susu yang khusus dibuat untuk ibu hamil.
12. Baikkah konsumsi kerang bagi ibu hamil?
Kerang merupakan sumber nutrisi yang baik bagi ibu hamil, karena mengandung protein bermutu baik, merupakan sumber asam lemak omega 3 dan mengandung lemak jenuh yang rendah. Namun perlu diperhatikan, kerang juga sering kali tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis. Sayangnya, untuk mengetahui kerang telah tercemar atau belum, tak ada ciri khusus yang dapat membedakannya. Namun begitu, kita dapat mencegah mengon-sumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yakni dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri (baik limbah cair maupun limbah yang berasal dari asap pabrik).
13. Bagaimana dengan konsumsi daging sapi dan unggas, mengingat keamanan pangannya terkadang masih disangsikan?
Daging sapi, ayam atau unggas lainnya merupakan sumber protein hewani yang diperlukan ibu hamil karena bermanfaat untuk pertumbuhan sel, meningkatkan sistem imunitas (kekebalan tubuh terhadap penyakit), menambahsel darah merah, memperbaiki sistem enzim, dan sebagainya. Disamping itu, daging hewan ini juga merupakan sumber lemak hewani. Namun perlu diingat, daging hewan ini sangat rawan terkontaminasi terhadap beberapa virus, bakteri, dan parasit tertentu, seperti toksoplasma dan flu burung. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan sebuah instansi pengawas makanan dan minuman yang mampu melin- dungi dan memberikan jaminan tentang kebersihan dan kesehatan daging hewan yang dikonsumsi masyarakat. Upaya lain, mengganti sumber hewani ini dengan sumber dari ikan (ikan air laut atau ikan air tawar yangsehat dan bersih) atau sumber nabati seperti kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, minyak kelapa dan sebagainya.
14. Amankah ibu hamil mencat rambutnya?
Cat rambut memang dapat menembus kulit kepala dan masuk ke dalam sirkulasi darah ibu hamil. Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menunjukkan cat rambut dapat menimbulkan bahaya bagi janin. Namun demikian ibu hamil harus tetap berhati-hati sebelum memutuskan mencat rambutnya.
15. Benarkah renang merupakan olahraga yang paling aman buat ibu hamil?
Ya, renang merupakan olahraga terbaik bagi wanita hamil karena dapat memperkuat otot-otot tubuh secara merata tanpa menimbulkan peningkatan risiko trauma pada persendian atau otot wanita hamil; memperkuat kerja otot jantung; meningkatkan kebugaran; dan memperkuat otot-otot dasar panggul.
Renang merupakan olahraga aerobik, dapat dilakukan setiap saat selama kehamilan, dan di setiap usia kehamilan. Renang selama kehamilan tidak menyebabkan keguguran ataupun infeksi jalan lahir. Namun, renang tidak dianjurkan dilakukan oleh wanita hamil dengan riwayat keguguran lebih dari 3 kali, selaput ketuban yang telah pecah, kehamilan ganda, dan kelainan jantung.
16. Bagaimana dengan yoga, apakah juga aman bagi ibu hamil?
Yoga dapat dilakukan sepanjang kehamilan. Selama tak ada peregangan otot perut, yoga sangat bermanfaat untuk membuat ibu hamil lebih santai. Gerakan yoga yang tak dianjurkan selama hamil adalah menekuk tubuh ke arah belakang dan berdiri dengan satu kaki. Sebab, dapat menyebabkan peregangan berlebih terhadap otot dinding perut sehingga berisiko terjadi trauma pada otot dinding perut. Selain itu, juga tak dianjurkan dengan posisi kepala di bawah dankaki di atas, karena akan mengganggu sirkulasi darah sehingga aliran darah ke janin akan berkurang.
17. Benarkah ibu hamil tak boleh menyusui?
Isapan pada puting susu ibu hamil dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, sehingga wanita hamil yang cenderung mengalami persalinan prematur dianjurkan menghentikan menyusui anaknya.
Kesehatan Solusi Tips Alternatif Seksologi Medis Spesialis Konsultasi Kebugaran Kesegaran Hidup Sehat Bersih Keluarga Harmonis Penyembuhan Spesialis Dokter Gigi Syaraf Kulit Mata THT Tenggorokan Hidung Telinga Ibu Anak Internist Pencernakan Diet Tubuh Rongga Mulut Biologi Penyakit Tips Kedokteran Artikel Kiat Obat Khasiat Makanan Buah-buahan Tumbuhan Sayuran Higiene Resep Seimbang Aman | Kesehatan.blogspot.com - Informasi Kesehatan Pengobatan Lengkap
Friday, December 28, 2007
BahayaTato Untuk Kesehatan
Buat kalangan tertentu, seni merajah tubuh (tato) memang masih dianggap tabu. Di mata mereka, paling tidak tato dipandang bercitra buruk: sarat kekerasan dan cenderung dekat dengan dunia kejahatan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini tato juga dipandang bagian dari ‘produk' kecantikan. Kaum penggemarnya pun makin meluas hingga ke kalangan selebriti, olahragawan, eksekutif muda, remaja, dan ibu-ibu rumah tangga.
Terutama bagi kalangan remaja, perkembangannya begitu pesat. Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat yang dilakukan dua tahun lalu, sekitar 36% remaja (usia 14 tahun) di negeri itu, hampir dipastikan di tubuhnya ada rajahan tokoh-tokoh idola, bunga, serta berbagai ornamen lainnya.
Namun, di sisi lain, ada fenomena yang berbeda. Alih-alih populasi penggemarnya terus meningkat, arus balik dari kaum bertato pun tak kalah derasnya. Untuk soal yang terakhir itu, bisa disimak dari hasil survei terbaru pada akhir tahun lalu. Dalam survei tersebut diungkapkan bahwa dari sekitar 10 juta orang yang bertato, 50% di antaranya ternyata malah berniat menghilangkan rajahan itu. Banyak alasan yang dikemukakan mereka. Mulai dari sulit mencari pekerjaan hingga merasa bosan. Bahkan tak sedikit di antaranya yang menyatakan menyesal.
Jika dicermati lebih jauh, dari mereka yang menyesal, ternyata ada motif yang menarik. Kata mereka, tato juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satu contohnya, seperti yang dialami oleh Karl Fredrik Ljungberg, pesepak bola hebat yang kini bermain di Arsenal. Sudah sembilan tahun pria yang kini berusia 30 tahun ini bergabung di klub papan atas Liga Inggris itu. Tapi, kehebatannya mengocek bola di lapangan, nyaris tak pernah terlihat lagi, paling tidak, selama tiga tahun terakhir. Pasalnya, sejak saat itu, ia lebih sering duduk di bangku cadangan.
Ternyata sang pelatih Arsenal mempunyai alasan kuat untuk mengistirahatkan Ljungberg selama itu. Gara-garanya, pemain berkebangsaan Swedia ini kerap terserang sakit kepala (migren) secara tiba-tiba dan tanpa sebab. Celakanya pula, pusing di kepalanya itu bisa berlangsung selama dua minggu.
Tak kurang dari tim dokter yang menanganinya pun dibuat puyeng. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk melacak penyakit sang idola. Semula, tim dokter menyangka bahwa pusing di kepala Ljungberg karena kanker. Tapi, setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, akhirnya (pada Mei 2005) ketahuan juga biang keroknya: karena racun yang berasal dari tinta tato di tubuhnya.
Layaknya kebanyakan selebriti dunia, begitu pula yang dilakukan Ljungberg. Ia merajah tubuhnya dengan dua gambar panther (macan kumbang), masing-masing di sisi kanan perut dan punggungnya. Menurut dokter yang memeriksanya, Ljungberg ternyata alergi dengan tinta tato. Dan alergi ini menimbulkan reaksi pada jaringan getah bening yang ada di pinggang, sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan saraf. Saraf yang terganggu inilah yang ditenggarai memicu migren.
Kasus hampir serupa juga dialami oleh seorang remaja yang tinggal di Burlington, Vermont, Amerika. Bahkan efek buruk yang dirasakan oleh pemuda berusia 19 tahun ini lebih hebat lagi. Gara-gara rajahan di tubuhnya, ia divonis mengidap penyakit amat berbahaya dan belum ada obatnya, yakni systemic lupus erythematosus (Lupus). Menurut dokter yang menanganinya, ia bisa terjangkit Lupus karena tercemar virus yang berasal dari jarum tato.
Sejatinya pula, mereka yang gemar merajah tubuh memang berisiko tinggi terserang berbagai penyakit. Soalnya, merajah juga berarti melukai badan. "Dari luka inilah lazimnya banyak bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh," ujar Dr. Irma Bernadette Simbolon, dermatovenereulogist (dokter ahli kulit) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Bahkan rasa sakit itu telah dirasakan sejak awal, ketika jarum tato mulai menusuk-nusuk bagian tubuh yang dirajah. Kerap, luka yang ditimbulkannya pun mengakibatkan iritasi sehingga berpeluang terinfeksi. Jika begitu kejadiannya, si ‘korban' akan mengalami demam dengan suhu tinggi. Dengan kondisi selemah itu, niscaya tubuh semakin rentan terserang bibit penyakit.
Biaya Menghapusnya Sangat Mahal
Risiko lainnya adalah kemungkinan buruk yang ditimbulkan oleh jarum tato. Karena sering digunakan berkali-kali, sehingga berpeluang terkontaminasi bibit penyakit jadi lebih leluasa menular. Dan penularan jadi lebih efektif karena jarum kerap menusuk hingga ke pembuluh darah serta jaringan saraf. Agar aman, seharusnya setiap jarum dipastikan dalam keadaan steril dan hanya digunakan sekali saja.
Begitu pula halnya dengan tinta tato. Umumnya yang banyak beredar di pasaran, tinta itu dibuat dari bahan kimia yang patut dikelompokkan ke dalam unsur logam berat, seperti arsenik, mercury, perak, emas, dan bismuth, yang berbahaya buat kesehatan. Lain halnya dengan tinta tato yang biasa digunakan oleh sejumlah penduduk asli di pedalaman. Karena dibuat dari ramuan tumbuhan-tumbuhan, tinta itu cenderung lebih aman.
Dalam ilmu kedokteran, merajah tubuh didefinisikan sebagai tindakan sengaja yang berpotensi menimbulkan kelainan pada kulit. Selain karena tato, kelainan pada kulit juga bisa disebabkan oleh sengatan sinar matahari yang berlebihan, pengaruh obat-obatan, dan terkena bahan kimia. Dan prinsipnya, semakin luas permukaan tubuh yang ditato, maka akan semakin besar pula risiko gangguannya. "Jika gambar tatonya sudah mencapai setengah dari permukaan tubuh, besar kemungkinan tubuh orang tersebut sudah keracunan," kata Irma.
Boleh jadi karena didorong oleh kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, menurut Irma, tren kalangan bertato yang berniat menghilangkan rajahan di tubuhnya belakangan ini cukup tinggi. Lihat saja mereka yang datang ke kliniknya. "Dalam sebulan, rata-rata saya menangani tiga pasien yang ingin menghilangkan gambar tatonya," ujar dokter yang juga menjadi staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Prinsipnya, untuk menghilangkan tato, lapisan kulit yang terajah harus dikelupas atau dibakar. Untuk itu, teknik terbaru yang paling diminati adalah dengan sinar laser (Q-switched laser), yang di Indonesia mulai dikenal sejak 1990. Keunggulan dari cara ini tidak akan menimbulkan rasa sakit. Hal itu memungkinkan karena sebelum dilakukan penyinaran, si pasien akan dibius lokal. Selain itu, hasilnya pun bisa maksimal, yakni gambar rajahan bisa dihilangkan secara tuntas.
Kalau saja ada kekurangannya, itu adalah biayanya yang tak sedikit. Untuk ukuran kebanyakan, biaya itu bahkan terbilang amat mahal. Hanya untuk menghilangkan tato seukuran kartu kredit, minimal dibutuhkan Rp 50 juta-masih jauh lebih mahal ketimbang ongkos untuk merajahnya yang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Bayangkan, berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk menghilangkan rajahan yang ada di seluruh tubuh?
Biaya menghapus tato dengan teknik Q-switched bisa jadi mahal karena investasinya memang tergolong tinggi. Hanya untuk pengadaan peralatannya saja dibutuhkan modal sampai Rp 1 miliar.
Dengan tato, karena merasa lebih gagah atau cantik, memang bisa mendorong seseorang jadi tambah percaya diri. Tapi, jika mengingat efek buruknya, kegemaran yang satu ini jadi begitu menakutkan. Boro-boro bisa pamer keindahan, kita malah berisiko terjangkit penyakit berbahaya. Karena itu, masih berminat dirajah?
Terutama bagi kalangan remaja, perkembangannya begitu pesat. Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat yang dilakukan dua tahun lalu, sekitar 36% remaja (usia 14 tahun) di negeri itu, hampir dipastikan di tubuhnya ada rajahan tokoh-tokoh idola, bunga, serta berbagai ornamen lainnya.
Namun, di sisi lain, ada fenomena yang berbeda. Alih-alih populasi penggemarnya terus meningkat, arus balik dari kaum bertato pun tak kalah derasnya. Untuk soal yang terakhir itu, bisa disimak dari hasil survei terbaru pada akhir tahun lalu. Dalam survei tersebut diungkapkan bahwa dari sekitar 10 juta orang yang bertato, 50% di antaranya ternyata malah berniat menghilangkan rajahan itu. Banyak alasan yang dikemukakan mereka. Mulai dari sulit mencari pekerjaan hingga merasa bosan. Bahkan tak sedikit di antaranya yang menyatakan menyesal.
Jika dicermati lebih jauh, dari mereka yang menyesal, ternyata ada motif yang menarik. Kata mereka, tato juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satu contohnya, seperti yang dialami oleh Karl Fredrik Ljungberg, pesepak bola hebat yang kini bermain di Arsenal. Sudah sembilan tahun pria yang kini berusia 30 tahun ini bergabung di klub papan atas Liga Inggris itu. Tapi, kehebatannya mengocek bola di lapangan, nyaris tak pernah terlihat lagi, paling tidak, selama tiga tahun terakhir. Pasalnya, sejak saat itu, ia lebih sering duduk di bangku cadangan.
Ternyata sang pelatih Arsenal mempunyai alasan kuat untuk mengistirahatkan Ljungberg selama itu. Gara-garanya, pemain berkebangsaan Swedia ini kerap terserang sakit kepala (migren) secara tiba-tiba dan tanpa sebab. Celakanya pula, pusing di kepalanya itu bisa berlangsung selama dua minggu.
Tak kurang dari tim dokter yang menanganinya pun dibuat puyeng. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk melacak penyakit sang idola. Semula, tim dokter menyangka bahwa pusing di kepala Ljungberg karena kanker. Tapi, setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang, akhirnya (pada Mei 2005) ketahuan juga biang keroknya: karena racun yang berasal dari tinta tato di tubuhnya.
Layaknya kebanyakan selebriti dunia, begitu pula yang dilakukan Ljungberg. Ia merajah tubuhnya dengan dua gambar panther (macan kumbang), masing-masing di sisi kanan perut dan punggungnya. Menurut dokter yang memeriksanya, Ljungberg ternyata alergi dengan tinta tato. Dan alergi ini menimbulkan reaksi pada jaringan getah bening yang ada di pinggang, sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan saraf. Saraf yang terganggu inilah yang ditenggarai memicu migren.
Kasus hampir serupa juga dialami oleh seorang remaja yang tinggal di Burlington, Vermont, Amerika. Bahkan efek buruk yang dirasakan oleh pemuda berusia 19 tahun ini lebih hebat lagi. Gara-gara rajahan di tubuhnya, ia divonis mengidap penyakit amat berbahaya dan belum ada obatnya, yakni systemic lupus erythematosus (Lupus). Menurut dokter yang menanganinya, ia bisa terjangkit Lupus karena tercemar virus yang berasal dari jarum tato.
Sejatinya pula, mereka yang gemar merajah tubuh memang berisiko tinggi terserang berbagai penyakit. Soalnya, merajah juga berarti melukai badan. "Dari luka inilah lazimnya banyak bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh," ujar Dr. Irma Bernadette Simbolon, dermatovenereulogist (dokter ahli kulit) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Bahkan rasa sakit itu telah dirasakan sejak awal, ketika jarum tato mulai menusuk-nusuk bagian tubuh yang dirajah. Kerap, luka yang ditimbulkannya pun mengakibatkan iritasi sehingga berpeluang terinfeksi. Jika begitu kejadiannya, si ‘korban' akan mengalami demam dengan suhu tinggi. Dengan kondisi selemah itu, niscaya tubuh semakin rentan terserang bibit penyakit.
Biaya Menghapusnya Sangat Mahal
Risiko lainnya adalah kemungkinan buruk yang ditimbulkan oleh jarum tato. Karena sering digunakan berkali-kali, sehingga berpeluang terkontaminasi bibit penyakit jadi lebih leluasa menular. Dan penularan jadi lebih efektif karena jarum kerap menusuk hingga ke pembuluh darah serta jaringan saraf. Agar aman, seharusnya setiap jarum dipastikan dalam keadaan steril dan hanya digunakan sekali saja.
Begitu pula halnya dengan tinta tato. Umumnya yang banyak beredar di pasaran, tinta itu dibuat dari bahan kimia yang patut dikelompokkan ke dalam unsur logam berat, seperti arsenik, mercury, perak, emas, dan bismuth, yang berbahaya buat kesehatan. Lain halnya dengan tinta tato yang biasa digunakan oleh sejumlah penduduk asli di pedalaman. Karena dibuat dari ramuan tumbuhan-tumbuhan, tinta itu cenderung lebih aman.
Dalam ilmu kedokteran, merajah tubuh didefinisikan sebagai tindakan sengaja yang berpotensi menimbulkan kelainan pada kulit. Selain karena tato, kelainan pada kulit juga bisa disebabkan oleh sengatan sinar matahari yang berlebihan, pengaruh obat-obatan, dan terkena bahan kimia. Dan prinsipnya, semakin luas permukaan tubuh yang ditato, maka akan semakin besar pula risiko gangguannya. "Jika gambar tatonya sudah mencapai setengah dari permukaan tubuh, besar kemungkinan tubuh orang tersebut sudah keracunan," kata Irma.
Boleh jadi karena didorong oleh kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, menurut Irma, tren kalangan bertato yang berniat menghilangkan rajahan di tubuhnya belakangan ini cukup tinggi. Lihat saja mereka yang datang ke kliniknya. "Dalam sebulan, rata-rata saya menangani tiga pasien yang ingin menghilangkan gambar tatonya," ujar dokter yang juga menjadi staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Prinsipnya, untuk menghilangkan tato, lapisan kulit yang terajah harus dikelupas atau dibakar. Untuk itu, teknik terbaru yang paling diminati adalah dengan sinar laser (Q-switched laser), yang di Indonesia mulai dikenal sejak 1990. Keunggulan dari cara ini tidak akan menimbulkan rasa sakit. Hal itu memungkinkan karena sebelum dilakukan penyinaran, si pasien akan dibius lokal. Selain itu, hasilnya pun bisa maksimal, yakni gambar rajahan bisa dihilangkan secara tuntas.
Kalau saja ada kekurangannya, itu adalah biayanya yang tak sedikit. Untuk ukuran kebanyakan, biaya itu bahkan terbilang amat mahal. Hanya untuk menghilangkan tato seukuran kartu kredit, minimal dibutuhkan Rp 50 juta-masih jauh lebih mahal ketimbang ongkos untuk merajahnya yang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Bayangkan, berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk menghilangkan rajahan yang ada di seluruh tubuh?
Biaya menghapus tato dengan teknik Q-switched bisa jadi mahal karena investasinya memang tergolong tinggi. Hanya untuk pengadaan peralatannya saja dibutuhkan modal sampai Rp 1 miliar.
Dengan tato, karena merasa lebih gagah atau cantik, memang bisa mendorong seseorang jadi tambah percaya diri. Tapi, jika mengingat efek buruknya, kegemaran yang satu ini jadi begitu menakutkan. Boro-boro bisa pamer keindahan, kita malah berisiko terjangkit penyakit berbahaya. Karena itu, masih berminat dirajah?
Bernafas Secara Perlahan Banyak Manfaatnya
Terkadang sehabis olahraga atau bekerja di depan komputer, saya memejamkan mata terus bernafas dengan perlahan-lahan, rasanya enak sekali. Nyessstt sampai ke otak. Enak memang klo kita bernafas secara perlahan-lahan. Rasanya rileks banget. Kadang kalo susah tidur saya juga mencoba cara ini, dan biasanya langsung tertidur. Namun disamping semua itu ternyata ada manfaat lain yang dapat diperoleh bila kita bernafas secara perlahan.
“Apa sih manfaat bernafas dengan perlahan pada tubuh kita? ”
Para ilmuwan di National Institute of Health telah mengajukan sebuah teori yang bisa jadi sebuah penemuan sensaional. Para ilmuwan ini meyakini kalau bernafas memegang kunci dalam rahasia keteraturan tekanan darah. Menurut teori yang mereka luncurkan, seseorang dapat terhindar dari resiko tekanan darah tinggi secara significant dengan menurunkan sejumlah hirupan dan hembusan nafas per menit selama periode kecil setiap hari. Seseorang yang menghirup dan menghembuskan nafas lebih dari sepuluh kali dalam semenit dalam jumlah terbatas dianggap mencapai hasil yang bagus.
Namun, masalah ini masih dalam penelitian. Para spesialis baru-baru ini melakukan pengumpulan bukti untuk mendukung penemuan mereka. Sebuah alat khusus dibuat untuk mendukung penelitian ini. Benda ini membantu para pasien yang menderita tekanan darah tinggi guna belajar cara bernafas dengan perlahan. Hasil dari studi ini melibatkan peralatan yang betul-betul mengesankan. Tekanan darah dari para pasien yang biasanya berkisar anatara 10 menit sehari selama dua bulan berkurang rata-rata antara 10 hingga 15 poin.
Para ilmuwan ini menemukan kalau bernafas dengan perlahan, teratur dan dalam-dalam mengarahkan pada relaksasi dan pengembangan denyut jantung. Namun, para ilmuwan menyimpulkan kalau perlengkapan tersebut tak cukup memadai untuk menghasilkan efek utama dan panjang. “Dalam sebuah cara, ini masih seperti ‘kotak hitam’,” ujar Dr. William Jay Elliot yang memimpin penelitian.
Sementara itu, serangkaian tes pada hewan dilakukan untuk menemukan hubungan antara bernafas dan metabolisme, dimana memiliki pengaruh pada tekanan darah. Sudah diketahui secara luas bahwa seseorang merekam efek kuat dari stress dalam keseharian. Stress memicu percepatan nafas lebih dari biasanya secara refleks. Sebagai hasilnya, setiap nafas membawa sejumlah besar oksigen ke dalam darah. Proses tersebut memiliki efek menguntungkan pada aktivitas otak. Disisi lain, terlalu banyak oksigen dalam darah menghalangi kemampuan ginjal menyaring sodium dari tubuh. Sementara sodium berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.
“Jika Anda melewatkan banyak waktu dibalik meja dan mengkonsumsi makanan yang meningkatkan isi garam, ginjal Anda akan kurang efisien untuk memindahkan zat garam tersebut dari tubuh Anda, Anda dapat memperbaiki situasi ini dengan melakukan jalan-jalan secara teratur di hutan (tempat yang banyak tetumbuhan-red),” ujar Dr. David Anderson yang melakukan penelitian hubungan antara hipertensi dan tingkah laku manusia.
Memang, teknik pernafasan ini belum terbukti efektif akan dapat membantu melawan gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan dan banyak lagi penyakit lain yang disebabkan oleh hipertensi. Namun dengan penelitian yang terus dilakukan, diharapkan teknik pernafasan ini dapat jadi obat mujarab bagi hipertensi yang selama ini dianggap penyakit yang cukup mematikan.
“Apa sih manfaat bernafas dengan perlahan pada tubuh kita? ”
Para ilmuwan di National Institute of Health telah mengajukan sebuah teori yang bisa jadi sebuah penemuan sensaional. Para ilmuwan ini meyakini kalau bernafas memegang kunci dalam rahasia keteraturan tekanan darah. Menurut teori yang mereka luncurkan, seseorang dapat terhindar dari resiko tekanan darah tinggi secara significant dengan menurunkan sejumlah hirupan dan hembusan nafas per menit selama periode kecil setiap hari. Seseorang yang menghirup dan menghembuskan nafas lebih dari sepuluh kali dalam semenit dalam jumlah terbatas dianggap mencapai hasil yang bagus.
Namun, masalah ini masih dalam penelitian. Para spesialis baru-baru ini melakukan pengumpulan bukti untuk mendukung penemuan mereka. Sebuah alat khusus dibuat untuk mendukung penelitian ini. Benda ini membantu para pasien yang menderita tekanan darah tinggi guna belajar cara bernafas dengan perlahan. Hasil dari studi ini melibatkan peralatan yang betul-betul mengesankan. Tekanan darah dari para pasien yang biasanya berkisar anatara 10 menit sehari selama dua bulan berkurang rata-rata antara 10 hingga 15 poin.
Para ilmuwan ini menemukan kalau bernafas dengan perlahan, teratur dan dalam-dalam mengarahkan pada relaksasi dan pengembangan denyut jantung. Namun, para ilmuwan menyimpulkan kalau perlengkapan tersebut tak cukup memadai untuk menghasilkan efek utama dan panjang. “Dalam sebuah cara, ini masih seperti ‘kotak hitam’,” ujar Dr. William Jay Elliot yang memimpin penelitian.
Sementara itu, serangkaian tes pada hewan dilakukan untuk menemukan hubungan antara bernafas dan metabolisme, dimana memiliki pengaruh pada tekanan darah. Sudah diketahui secara luas bahwa seseorang merekam efek kuat dari stress dalam keseharian. Stress memicu percepatan nafas lebih dari biasanya secara refleks. Sebagai hasilnya, setiap nafas membawa sejumlah besar oksigen ke dalam darah. Proses tersebut memiliki efek menguntungkan pada aktivitas otak. Disisi lain, terlalu banyak oksigen dalam darah menghalangi kemampuan ginjal menyaring sodium dari tubuh. Sementara sodium berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.
“Jika Anda melewatkan banyak waktu dibalik meja dan mengkonsumsi makanan yang meningkatkan isi garam, ginjal Anda akan kurang efisien untuk memindahkan zat garam tersebut dari tubuh Anda, Anda dapat memperbaiki situasi ini dengan melakukan jalan-jalan secara teratur di hutan (tempat yang banyak tetumbuhan-red),” ujar Dr. David Anderson yang melakukan penelitian hubungan antara hipertensi dan tingkah laku manusia.
Memang, teknik pernafasan ini belum terbukti efektif akan dapat membantu melawan gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan dan banyak lagi penyakit lain yang disebabkan oleh hipertensi. Namun dengan penelitian yang terus dilakukan, diharapkan teknik pernafasan ini dapat jadi obat mujarab bagi hipertensi yang selama ini dianggap penyakit yang cukup mematikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)